7 Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Tersinggung dan Baperan Menurut Ilmu Psikologi

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Kamis, 16 Apr 2026 15:00 WIB
5. Berperan Sebagai Korban
Berperan Sebagai Korban/Foto: Pexels.com/ Min An

Beauties, pernah nggak kamu bertemu seseorang yang gampang tersinggung walau hal kecil? Mungkin komentar ringan, candaan teman, atau bahkan ekspresi wajah yang nggak sengaja bisa membuat mereka terasa sakit hati.

Melansir dari Your Tango, orang yang mudah tersinggung sering kali punya kepekaan emosional yang tinggi, sehingga hal-hal sepele bisa terasa lebih berat dari yang terlihat. Tapi, di balik sifat ini, mereka sebenarnya penuh perasaan dan perhatian.

Salah satu ciri orang yang mudah tersinggung adalah kepekaan terhadap kata-kata. Mereka mendengar kata-kata dengan detail dan sering memikirkan maksud di balik ucapan orang lain. Kadang, komentar yang dianggap biasa saja oleh orang lain bisa membuat mereka merasa disalahpahami atau tersinggung.

Ini bukan berarti mereka terlalu drama, tapi otak dan perasaan mereka bekerja lebih intens untuk menafsirkan interaksi sosial. Yuk, simak ciri kepribadian orang yang mudah tersinggung dan baperan berikut ini!

1. Mereka Terlalu Sadar Diri

Mereka Terlalu Sadar Diri/Foto: Pexels.com/ Ceng Ismail

Sadar diri yang berlebihan juga membuat mereka mudah overthinking. Misalnya, setelah pertemuan atau percakapan singkat, mereka bisa terus memikirkan kata-kata yang diucapkan, ekspresi orang lain, atau bagaimana situasi itu bisa dianggap salah. Proses ini bikin emosi naik turun, dan tidak jarang membuat mereka tersinggung tanpa alasan yang jelas bagi orang lain.

Penelitian telah menunjukkan efek rasa tidak aman terhadap orang lain. Sebuah studi dari Journal of Affective Disorders menemukan bahwa rasa tidak aman yang tinggi menyebabkan efek negatif pada kesejahteraan subjektif. Korelasi ini dikendalikan oleh harapan dan pengendalian diri. Orang-orang yang memiliki harapan rendah di masa muda mereka memiliki prediksi yang lebih kuat untuk rasa tidak aman yang tinggi dan pengendalian diri yang rendah.

Bagi individu yang mudah tersinggung dan gampang baper, mereka merasa sulit untuk mengendalikan pikiran-pikiran negatif tersebut. Namun, persepsi mereka tentang diri mereka sendiri dan cara orang lain melihat mereka dapat terasa sangat berat.

2. Mereka Percaya Dunia Hanya Berputar di Sekitarnya

Mereka Percaya Dunia Hanya Berputar di Sekitarnya/Foto: Pexels.com/ Miftah Rafli Hidayat

Pernah nggak bertemu seseorang yang gampang tersinggung dan seolah-olah dunia berputar hanya untuk mereka? Orang seperti ini sering mudah tersinggung karena merasa segala sesuatu berpusat di sekitarnya.

Setiap komentar, tindakan, atau candaan kecil bisa terasa seperti serangan pribadi, meski sebenarnya tidak ada maksud buruk sama sekali. Memahami pola pikir ini bisa bikin kita lebih sabar dan juga lebih ngerti diri mereka.

Orang yang merasa dunia berputar di sekitarnya biasanya sangat fokus pada pengalaman pribadi. Mereka melihat segala sesuatu dari sudut pandang diri sendiri dan sering berpikir bahwa orang lain seharusnya merespons sesuai harapan mereka. Misalnya, jika teman lupa membalas pesan atau tidak setuju dengan pendapatnya, mereka bisa langsung merasa tersinggung atau diabaikan. Padahal, sering kali hal itu nggak ada hubungannya dengan mereka secara pribadi.

3. Cenderung Menyimpan Dendam

Cenderung Menyimpan Dendam/Foto: Pexels.com/ Feyza Yıldırım

Salah satu alasan orang mudah tersinggung dan menyimpan dendam adalah kepekaan emosional yang tinggi. Mereka merasakan setiap kata atau perilaku orang lain lebih dalam daripada orang pada umumnya. Saat merasa disakiti, mereka tidak langsung melupakannya, melainkan menyimpannya sebagai “catatan” di pikiran. Lama-kelamaan, hal ini bisa membuat mereka gampang tersinggung lagi oleh hal-hal yang mungkin sepele atau tidak sengaja.

Menurut psikoterapis Sean Grover LCSW, orang yang menyimpan dendam tidak tahu bagaimana memproses emosi mereka, dan bertindak kekanak-kanakan. Ketika mereka melakukan ini, mereka membuang kemampuan mereka untuk berkembang dan malah merangkul peran sebagai korban.

Sebuah studi dari Journal of Health Psychology menemukan bahwa stres yang disebabkan oleh dendam menyebabkan peningkatan tekanan darah, masalah jantung, dan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Selain menyimpan dendam yang berdampak pada kesehatan mental seseorang, hal itu juga dapat memengaruhi kesehatan fisik mereka menjadi lebih buruk.

4. Berpikir Hitam Putih

Berpikir Hitam Putih/Foto: Pexels.com/ meijii

Pernah nggak bertemu seseorang yang gampang tersinggung dan seolah-olah dunia ini cuma terbagi jadi benar atau salah, hitam atau putih? Orang seperti ini biasanya mudah tersinggung karena pola pikir mereka cenderung hitam-putih. Artinya, segala sesuatu dilihat dengan ekstrem, baik itu hal kecil atau besar, mereka cepat menilai dan bereaksi, tanpa banyak ruang untuk nuansa atau kompromi.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Personality and Social Psychology, orang yang berpikiran terbuka cenderung meningkatkan pembelajaran mereka dengan memeriksa keyakinan, keputusan, dan kesalahan mereka. Keterbukaan juga bermanfaat bagi kerja tim, karena mendorong orang lain untuk terlibat dalam diskusi yang jujur. Sayangnya, cara berpikir ini tidak cocok dengan orang-orang yang mudah tersinggung.

5. Berperan Sebagai Korban

Berperan Sebagai Korban/Foto: Pexels.com/ Min An

Orang cenderung berperan sebagai korban sebagai cara untuk melindungi harga diri atau citra publik mereka. Mereka menemukan cara untuk menyalahkan orang lain, bahkan jika itu kesalahan atau perbuatan mereka sendiri, dan mereka membesar-besarkan emosi mereka untuk mendapatkan simpati. Biasanya ini dilakukan sebagai cara untuk menghindari tanggung jawab.

Psikoterapis Erin Leonard, Ph.D. mengatakan bahwa berperan sebagai korban bukan hanya untuk meningkatkan ego, tetapi juga memungkinkan seseorang untuk memanipulasi orang lain dengan lebih mudah. Karena orang yang dikasihani merasa tidak enak, mereka akan berusaha keras untuk membuat orang itu tersenyum, sering kali menyebabkan mereka terlalu memaksakan diri.

Bagi orang yang mudah tersinggung, ketika seseorang tidak percaya pada akting mereka, mereka dengan cepat menjadi eksplosif. Mereka akan melakukan segala daya untuk membuat orang itu merasa bersalah dan percaya bahwa merekalah korban, termasuk melakukan gaslighting.

6. Takut Ditolak

Takut Ditolak/Foto: Pexels.com/ zhang kaiyv

Salah satu ciri orang yang mudah tersinggung adalah rasa takut ditolak. Mereka tidak tahu bagaimana menghadapi emosi tidak nyaman yang muncul akibat rasa takut ini, Nah, karena ketidakdewasaan emosional mereka, mereka menjadi lumpuh, seringkali pergi dengan marah.

Membiarkan perasaan ditolak itu terus-menerus dapat menimbulkan konsekuensi. Sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa beberapa emosi muncul ketika orang mengalami penolakan yang nyata, diantisipasi, diingat, atau dibayangkan. Merasa ditolak menyebabkan perasaan sakit hati, kesepian, malu, kecemasan sosial, dan rasa canggung.

Namun, perasaan ini muncul karena mereka menganggap nilai hubungan mereka dengan orang lain rendah atau terancam. Bagi orang yang mudah tersinggung, mereka tidak akan mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi rasa takut ini, yang menyebabkan perilaku buruk ini terus berlanjut.

7. Membutuhkan Validasi Terus-Menerus

Membutuhkan Validasi Terus-Menerus/Foto: Pexels.com/ Luna Joie

Kebutuhan akan validasi terus-menerus adalah ciri orang yang mudah tersinggung. Mereka sering mencari validasi tidak hanya dari orang yang mereka cintai, tetapi juga dari orang lain. Ini menunjukkan kurangnya harga diri mereka.

Individu-individu ini tidak percaya pada diri mereka sendiri dan cenderung kurang percaya diri. Mereka menghabiskan banyak waktu memikirkan kekurangan dan ketidaksempurnaan mereka. Mereka suka membandingkan diri mereka dengan orang lain, padahal seharusnya mereka melakukan introspeksi untuk mengatasi kebutuhan akan validasi ini.

Ketika seseorang tidak memberikan jaminan yang mereka inginkan, mereka menjadi marah dan menjauh. Bagi mereka, seseorang yang tidak memvalidasi mereka sama saja dengan ketakutan terburuk mereka menjadi kenyataan.

Jadi, mudah tersinggung bukan sesuatu yang harus dihakimi, melainkan sifat yang mengajarkan kita untuk lebih sabar dan menghargai perasaan orang lain. Dengan begitu, hubungan tetap hangat, nyaman, dan penuh pengertian.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE