7 Ciri Kepribadian Unik Anak Bungsu, Si Pandai Membaca Emosi

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Sabtu, 21 Mar 2026 15:00 WIB
2. Kreatif
Kreatif/Foto: Pexels.com/ Nothing Ahead

Pernah nggak, sih, kamu memperhatikan kalau anak bungsu di keluarga sering memiliki aura yang beda? Entah itu lebih santai, lebih ekspresif, atau justru terlihat manja tapi menggemaskan.

Sebagai anak terakhir, mereka biasanya tumbuh dalam lingkungan yang sudah “jadi”. Orang tua cenderung lebih santai dibanding saat membesarkan anak pertama. Kakak-kakaknya pun sudah lebih dulu melewati berbagai fase. Hal ini membuat anak bungsu sering mendapat lebih banyak perhatian, tapi juga lebih banyak pelindung. Dari situ, banyak anak bungsu tumbuh menjadi pribadi yang hangat dan mudah dekat dengan orang lain. 

Posisi sebagai si paling kecil dalam keluarga ternyata memang bisa membentuk kepribadian yang unik. Buat kamu yang anak bungsu atau punya pasangan, sahabat, bahkan rekan kerja sebagai anak bungsu, yuk, kita bahas kepribadian mereka, seperti yang telah dilansir dari Parade berikut ini. 

1. Merasa Terasing dalam Keluarga

Merasa Terasing dalam Keluarga/Foto: Pexels.com/ Thái Trường Giang

Menurut Dr. Kathy Wu, PhD, seorang psikolog berlisensi dan pendiri, anak bungsu dapat merasa seperti “tertinggal” dalam keluarga mereka, bahkan saat dewasa. Terutama ketika ada perbedaan usia yang besar dengan kakak-kakak, anak bungsu dapat merasa tersisih dan dikecualikan dari pengambilan keputusan, karena mereka mungkin dianggap tidak dewasa atau bukan anggota yang setara dalam pengambilan keputusan yang terjadi antara orang tua dan kakak-kakaknya. 

Menariknya, pengalaman ini juga bisa membentuk empati yang kuat. Anak bungsu yang pernah merasa tidak terlihat biasanya lebih peka terhadap orang lain yang terpinggirkan. Ia tahu rasanya diabaikan, jadi ia berusaha tidak melakukan hal yang sama pada orang lain. Ada kelembutan yang tumbuh dari luka kecil yang dulu ia simpan.

2. Kreatif

Kreatif/Foto: Pexels.com/ Nothing Ahead

Sementara anak sulung mungkin memiliki harapan untuk melakukan sesuatu dengan cara tertentu, adik bungsu mungkin memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengeksplorasi dan menggunakan imajinasi mereka. Menurut Dr. Wu, mengingat perhatian yang terbatas yang terkadang diterima anak bungsu, mereka dapat mengembangkan gaya komunikasi yang lebih kreatif, ini untuk menarik perhatian orang lain.

Ini berarti bahwa jika kamu adalah anak bungsu, kamu mungkin juga memiliki selera humor yang kuat atau terampil dalam seni ekspresif seperti tari, musik, atau drama. Menjadi membosankan bukanlah pilihan, dan hal-hal yang mereka lakukan cenderung lebih menarik perhatian. 

Menariknya lagi, kreativitas anak bungsu sering dipicu oleh keinginannya untuk mendapatkan perhatian. Bukan dalam arti negatif, tapi lebih pada dorongan alami untuk diakui. Ketika merasa kurang didengar lewat cara biasa, ia mencari pendekatan yang berbeda. Ia bisa menjadi storyteller yang seru, pencetus ide yang tak terduga, atau sosok yang selalu punya solusi out of the box saat teman-temannya buntu.

3. Pandai Membaca Emosi

Pandai Membaca Emosi/Foto: Pexels.com/ Dang Hong

Menurut Dr. Wu, dengan paparan yang lebih besar terhadap kehidupan emosional orang lain, anak bungsu cenderung memiliki kemampuan untuk membaca situasi agar dapat terhubung dan merasa terhubung dengan orang lain dalam keluarga mereka. 

Kalau kamu adalah anak bungsu dan merasa mudah menangkap perubahan suasana hati orang di sekitarmu, jangan anggap itu berlebihan. Itu adalah bentuk kecerdasan yang tidak semua orang miliki. Tinggal bagaimana kamu mengelolanya agar tidak menguras diri sendiri.

4. Selalu Ingin Menyenangkan Orang Lain

Selalu Ingin Menyenangkan Orang Lain/Foto: Pexels.com/ Min An

Sama seperti anak sulung, anak bungsu juga dapat berjuang dengan kecenderungan untuk menyenangkan orang lain. Bagi anak bungsu, ini dapat berasal dari kemampuan mereka yang sangat baik dalam membaca emosi sehingga mereka mengorbankan kebutuhan mereka sendiri demi koneksi.

Sisi positifnya, anak bungsu yang ingin menyenangkan orang lain biasanya hangat, ramah, dan mudah disukai. Mereka pandai membaca suasana, tahu kapan harus bercanda, kapan harus serius. Mereka ingin orang-orang di sekitarnya merasa nyaman dan bahagia. Niatnya tulus, bukan manipulatif.

5. Memiliki Keterampilan Sosial yang Kuat

Memiliki Keterampilan Sosial yang Kuat/Foto: Pexels.com/ Nam Phong Bùi

Anak bungsu dikenal lincah secara sosial, memperoleh berbagai pengalaman sosial dari interaksi dengan orang tua, saudara kandung, dan teman-teman saudara kandung mereka. Akibatnya, mereka dikenal lebih ramah, supel, dan mudah beradaptasi.

Anak bungsu cenderung mudah bergaul, cepat akrab, dan pandai mencairkan suasana. Di lingkungan kerja, mereka sering jadi “penyeimbang” dalam tim. Saat suasana tegang, mereka tahu cara menyelipkan humor. Saat ada konflik, mereka cenderung bisa melihat dari berbagai sudut pandang karena sejak kecil sudah terbiasa menghadapi perbedaan karakter dalam keluarga.

Menariknya, teori urutan kelahiran dari psikolog Austria, Alfred Adler, juga menyebut bahwa anak bungsu sering berkembang menjadi pribadi yang lebih sosial dan fleksibel. Karena tidak lagi mendapat tekanan sebagai perintis seperti anak sulung, mereka cenderung lebih bebas bereksplorasi dalam hubungan sosial. Mereka belajar membangun koneksi bukan lewat otoritas, tapi lewat kedekatan emosional, seperti yang dilansir dari Medical News Today.

6. Kesulitan dengan Identitasmu

Kesulitan dengan Identitasmu/Foto: Pexels.com/ Nghia Le

Namun, Dr. Wu memperingatkan bahwa beberapa anak bungsu bisa sangat mudah beradaptasi sehingga mereka kesulitan mengetahui siapa diri mereka atau apa nilai-nilai mereka tanpa merujuk pada orang lain.

Namun, kabar baiknya, kesulitan menemukan identitas bukan kelemahan. Justru itu tanda bahwa kamu sedang bertumbuh. Banyak anak bungsu yang akhirnya menemukan jati diri lewat proses eksplorasi yang lebih berani. Mereka mencoba banyak hal, berpindah jalur, jatuh bangun, sampai akhirnya menemukan versi diri yang terasa paling otentik.

7. Kesulitan Memecahkan Masalah

Kesulitan Memecahkan Masalah/Foto: Pexels.com/ Chu Chup Hinh

Menurut Dr. Wu, karena kurangnya atau terbatasnya keterlibatan dalam pengambilan keputusan besar yang terjadi dalam keluarga, anak bungsu belajar untuk tunduk atau mencari arahan dari individu yang lebih tua dalam keluarga mereka, tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk merumuskan atau menyatakan pendapat mereka sendiri tentang hal-hal yang mungkin memengaruhi diri mereka sendiri atau keluarga.

Ia mengatakan bahwa anak bungsu juga dapat kurang percaya diri dalam hal pemecahan masalah dan bahkan menghindari tanggung jawab, karena mereka terbiasa orang lain memberi mereka jawaban atas masalah.

Menjadi anak bungsu adalah tentang belajar menemukan tempat di tengah dinamika keluarga. Dari situlah lahir pribadi yang luwes, hangat, dan sering kali membawa warna ceria ke mana pun mereka pergi.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE