7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Manipulatif, Awas Terjebak!

Justina Nur | Beautynesia
Senin, 25 May 2026 14:00 WIB
“Cuma kamu yang ngerti aku, aku tidak tahu harus minta tolong ke siapa lagi selain kamu”
Seseorang yang manipulatif awalnya terlihat menghargai kebaikanmu tapi lama-kelamaan justru memanfaatkan kebaikanmu./ Foto: magnific.com/freepik

Pernahkah kamu menjalin hubungan atau persahabatan dengan seseorang, tapi membuatmu jadi merasa salah terus menerus padahal awalnya kamu yakin tidak melakukan kesalahan? Hati-hati, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan seseorang yang ahli melakukan pola komunikasi manipulatif yang akhirnya bisa menggeser caramu melihat realita.

Orang yang manipulatif biasanya sangat ahli dalam menutupi niat sebenarnya. Jika dilihat dari luar, sikap mereka mungkin terlihat sopan, meyakinkan, bahkan tulus.

Akan tetapi, sikap yang mereka tunjukkan tersebut seringkali hanyalah sebuah ‘topeng’ untuk menarik kepercayaan orang lain sebelum akhirnya mereka menunjukkan sikap yang berbeda saat sudah punya kendali.

Seperti yang dilansir dari Psychology Today, perlu kamu ketahui bahwa sebetulnya mereka tidak benar-benar tertarik pada kamu secara pribadi, melainkan pada seberapa jauh kamu bisa mereka arahkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa kalimat yang sering diucapkan oleh orang manipulatif agar kamu terhindar menjadi korbannya.

“Kamu terlalu berlebihan”

Orang manipulatif akan membuat kamu merasa terlalu berlebihan dalam bereaksi./ Foto: magnific.com/jcomp

Seperti yang dilansir dari YourTango, seseorang yang manipulatif kerap membuat si korban merasa reaksinya tidak masuk akal. Pelaku manipulasi akan mengatakan kamu terlalu sensitif, baper, atau tidak bisa bercanda.

Tujuan mereka mengatakan hal itu adalah agar kamu merasa bersalah karena salah paham atas maksud mereka, sementara mereka sendiri sebetulnya tidak mau bertanggung jawab atas ucapan atau perilakunya.

Dikutip dari Psychology Today, bahkan bisa jadi mereka memang sengaja mempertahankan kesalahpahaman agar kamu terus menerus merasa menjelaskan diri dan mencari validasi dari mereka. Padahal, mereka sebetulnya tidak benar-benar tertarik memahami siapa kamu.

“Aku tidak pernah ngomong begitu”

Pelaku manipulasi berusaha menyangkal mengatakan sesuatu yang sebenarnya jelas-jelas pernah mereka ucapkan./ Foto: magnific.com/stefamerpik

Kalimat ini adalah salah satu bentuk gaslighting yang paling umum terjadi. Pelaku manipulasi akan menyangkal mengatakan sesuatu yang sebenarnya jelas-jelas pernah mereka ucapkan.

Bahkan, jika hal ini semakin sering terjadi, korban bisa mulai mempertanyakan dirinya sendiri, “Apa aku salah ingat?” atau “Jangan-jangan aku yang halusinasi?”.

Kebiasaan pelaku manipulasi dalam menyangkal dan memutarbalikkan fakta secara terus-menerus ini bisa membuat korban perlahan kehilangan kepercayaan terhadap ingatannya sendiri.

“Kamu menganggap aku berbohong?”

Orang manipulatif tidak hanya menyangkal perilaku atau ucapannya tapi langsung memelintir situasi agar dirinya jadi terlihat seperti seorang korban./ Foto: magnific.com/jcomp

Di fase ini, pelaku manipulasi tidak hanya menyangkal perilaku atau ucapannya, tapi langsung memelintir situasi agar dirinya jadi terlihat sebagai korban.

Contohnya adalah, ketika kamu melakukan konfrontasi terhadap pasangan yang awalnya akan pulang jam 12 malam. Namun, ternyata ia baru pulang jam 2 pagi. 

Ketika kamu menanyakan alasannya, ia menyalahkanmu karena menganggapnya berbohong dan malah menjelaskan panjang lebar soal masalah yang ia alami seperti mobil atau motor yang rusak. Akhirnya, fokus percakapanmu jadi bergeser, dari mempertanyakan ketidakkonsistenan omongan pasangan menjadi rasa kasihan terhadap dirinya.

Bahkan, bisa jadi kamu jadi merasa jahat kepada dirinya hanya karena menanyakan hal tersebut.

“Kamu yang menyebabkan aku jadi selingkuh”

Pelaku manipulasi yang melakukan selingkuh akan mencoba mencari pembenaran atas tindakannya dibarengi dengan perilaku gaslighting./ Foto: magnific.com/azerbaijan_stockers

Seseorang yang manipulatif juga bisa melakukan perselingkuhan dibarengi dengan perilaku gaslighting. Pelaku akan mencoba mencari pembenaran atas apapun tindakannya dan menyalahkan pasangannya.

Mereka bisa saja menyalahkan pasangan mengapa mereka berselingkuh karena kebutuhan emosionalnya tidak dipenuhi, pasangannya terlalu cuek, atau hubungannya terkesan membosankan.

Dengan cara tersebut, mereka seolah-olah memindahkan tanggung jawab dan meletakkan kesalahan perselingkuhan justru kepada korban. Padahal, keputusan untuk berselingkuh tetap ada di tangan pelaku sendiri.

Mereka memakai alasan seperti “kebutuhan yang sering tidak terpenuhi” sebagai upaya agar tetap merasa dirinya sebagai orang baik dan menghindari perasaan bersalah.

Pada akhirnya, korban justru yang dibuat merasa bertanggung jawab atau emosi, kebutuhan, bahkan perilaku manipulatif mereka.

“Apa maksudmu mengucapkan hal itu?”

Orang yang manipulatif terlalu sering memberi makna buruk pada suatu kalimat atau ucapan yang sebenarnya biasa saja./ Foto: magnific.com/KamranAydinov

Seseorang yang manipulatif kerap memberi makna buruk pada suatu kalimat atau ucapan yang sebenarnya biasa saja.

Contohnya, saat kamu sedang bercanda soal foto lama di sebuah acara keluarga, kamu menyinggung gaya rambutnya di masa lalu setelah sebelumnya dia lebih dulu mengejekmu.

Tiba-tiba keadaan justru berbalik, ia menuduhmu sedang mempermalukannya di depan semua orang dan menyebutmu menganggapnya jelek. Padahal, kenyataannya kamu hanya ikut bercanda biasa. Teknik seperti inilah yang membuat korban jadi merasa tidak enak dan akhirnya harus terus menjaga ucapan agar tidak memicu konflik.

“Cuma kamu yang ngerti aku, aku tidak tahu harus minta tolong ke siapa lagi selain kamu”

Seseorang yang manipulatif awalnya terlihat menghargai kebaikanmu tapi lama-kelamaan justru memanfaatkan kebaikanmu./ Foto: magnific.com/freepik

Seseorang yang manipulatif biasanya akan mendekati orang yang terlihat empatik, perhatian, dan suka membantu. Awalnya, mereka bisa terlihat sangat menghargai dan memuji kebaikanmu.

Akan tetapi, lama-kelamaan, perhatian itu justru berubah menjadi pemanfaatan. Mereka sebetulnya lebih peduli pada apa yang bisa kamu lakukan untuk mereka, bukan pada dirimu sebagai individu.

Lama-lama hubungan akan jadi terasa berat sebelah, karena mereka terus-menerus meminta perhatian mereka tanpa benar-benar memikirkan kondisimu.

“Kalau kamu peduli, harusnya kamu tidak begini”

Orang yang manipulatif berani melanggar batasan orang lain, masuk ke ruang pribadimu baik secara mental maupun fisik tanpa merasa bersalah./ Foto: magnific.com/cookie_studio

Orang yang manipulatif cenderung tidak menghargai batasan orang lain sehingga mereka memaksa untuk bisa masuk ke ruang pribadimu baik secara emosional, mental, maupun fisik tanpa merasa bersalah.

Selain itu, mereka biasanya akan terus mengejar apa yang mereka inginkan meski harus membuat orang lain jadi tidak nyaman, lelah, atau terluka.

Kalimat di atas biasa dipakai agar kamu merasa bersalah karena mencoba menerapkan batasan pribadi. Jika kamu luluh terhadap rayuan mereka, kamu mungkin akan mengorbankan kenyamanan diri sendiri demi menjaga hubungan tetap terlihat solid.

Itu tadi Beauties, deretan kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang manipulatif, hati-hati ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE