7 Sikap Baik yang Sebenarnya Bikin Orang Lain Tidak Nyaman

Dwi Lindah Permatasari | Beautynesia
Jumat, 27 Feb 2026 15:00 WIB
Mengatasnamakan Kejujuran untuk Mengoreksi dan Mengkritik
7 Sikap Baik yang Sebenarnya Bikin Orang Lain Tidak Nyaman/Foto: Freepik/jcomp

Beauties, tidak semua kebaikan diterima sebagai kebaikan. Ada sikap yang terlihat perhatian, cepat membantu, dan penuh niat baik, tapi di sisi lain bisa membuat orang merasa tidak mampu, diawasi, atau bahkan tertekan. Masalahnya, hampir tidak ada yang berani mengatakannya secara langsung.

Mengutip dari The Vessel, yuk, cari tahu tujuh sikap baik yang sering dilakukan dengan tulus, tapi efeknya tidak selalu seindah niatnya.

Langsung Membantu Sebelum Diminta

Sebagian dari kita adalah penolong cepat. Melihat masalah, langsung bergerak. Sayangnya, bantuan yang tidak diminta bisa terasa seperti pesan diam-diam bahwa seseorang dianggap tidak mampu mengurus dirinya sendiri.

Apalagi saat orang sedang stres, rapuh, atau malu, sikap ini bisa sangat menusuk. Solusi sederhananya adalah berhenti sejenak. Ambil satu napas penuh sebelum bertindak. Jeda kecil itu memberi ruang bagi orang lain untuk tetap merasa berdaya atas situasinya sendiri.

Memberi Saran Saat yang Dibutuhkan Sebenarnya adalah Empati

7 Sikap Baik yang Sebenarnya Bikin Orang Lain Tidak Nyaman/Foto: Freepik

Saat seseorang bercerita tentang konflik atau luka emosional, refleks memberi solusi sering kali muncul. Niatnya baik, tapi dampaknya bisa terasa menjauh. Seolah kamu ingin cepat menghilangkan rasa tidak nyaman, bukan menemani mereka di dalamnya.

Coba tanyakan satu kalimat sederhana seperti, “Kamu mau didengarkan atau butuh saran?” Pertanyaan ini bisa menyelamatkan banyak hubungan. Kadang, kehadiran yang tenang jauh lebih membantu daripada jawaban paling cerdas.

Terlalu Banyak Pujian Sampai Jadi Tekanan

7 Sikap Baik yang Sebenarnya Bikin Orang Lain Tidak Nyaman/Foto: Freepik/lifestylememory

Pujian memang menyenangkan, tapi jika terlalu sering, terlalu besar, atau terlalu dramatis, efeknya bisa berbalik. Orang mulai merasa harus selalu tampil sempurna. Bahkan pujian soal tubuh, meski positif, bisa menyeret seseorang ke sorotan yang tidak mereka minta.

Pujian terbaik itu spesifik, tulus, dan tepat waktu. Kadang, setelah seseorang membuka sisi rapuhnya, respons paling pas bukan pujian, tapi penghormatan atas kejujurannya.

Bertanya Hal Pribadi Atas Nama Perhatian

7 Sikap Baik yang Sebenarnya Bikin Orang Lain Tidak Nyaman/Foto: Freepik

Curiosity atau rasa ingin tahu bisa membangun kedekatan, tapi juga bisa menjadi bentuk kontrol. Banyak orang bertanya terlalu dalam karena ingin cepat dekat, menghindari keheningan, atau merasa aman dengan informasi.

Bagi yang ditanya, ini bisa terasa seperti interogasi. Pendekatan yang lebih sehat adalah rasa ingin tahu berbasis izin. Sebaliknya, beri ruang untuk menolak tanpa drama. Kedekatan sejati tidak perlu terburu-buru.

Mengambil Alih Tugas Demi “Membuat Lebih Mudah”

7 Sikap Baik yang Sebenarnya Bikin Orang Lain Tidak Nyaman/Foto: Freepik

Dalam hubungan, hal ini sering terjadi. Pasangan stres lalu kamu mengurus semuanya. Rekan kerja kewalahan lalu kamu diam-diam memperbaiki pekerjaannya. Terlihat membantu, tapi tanpa sadar menciptakan peran yang timpang.

Saat kamu mengambil alih, kamu jadi yang mampu dan mereka jadi yang tidak. Kolaborasi jauh lebih sehat daripada menguasai. Dukungan tidak selalu berupa aksi besar, kadang cukup kehadiran yang stabil.

Mengatasnamakan Kejujuran untuk Mengoreksi dan Mengkritik

7 Sikap Baik yang Sebenarnya Bikin Orang Lain Tidak Nyaman/Foto: Freepik/jcomp

Orang yang bangga dengan kejujurannya sering cepat mengoreksi, meluruskan detail kecil, atau menunjukkan celah dalam rencana orang lain. Lama-lama, percakapan terasa seperti ruang evaluasi.

Sebelum mengoreksi, tanyakan pada diri sendiri, apakah ini perlu, tepat waktu, dan benar-benar membantu? Atau hanya untuk memuaskan ego? Kejujuran yang bijak selalu disertai empati.

Memaksa Positif Saat Orang Sedang Merasa Negatif

7 Sikap Baik yang Sebenarnya Bikin Orang Lain Tidak Nyaman/Foto: Freepik

Saat seseorang berbagi rasa sedih, marah, atau kecewa, langsung menyodorkan sisi positif sering terasa seperti pintu yang ditutup. Banyak orang akhirnya belajar menyembunyikan emosi di sekitar orang yang selalu “positif”.

Alternatifnya adalah memberi ruang pada seluruh spektrum emosi. Kalimat sederhana seperti “Aku dengar” atau “Itu masuk akal” bisa jauh lebih menenangkan.

Beauties, kebaikan bukan soal seberapa cepat kita bertindak, tapi seberapa peka kita membaca kebutuhan. Saat niat baik dibarengi kesadaran, empati, dan batas yang sehat, hubungan terasa lebih aman dan manusiawi. Kadang, yang paling membantu bukan melakukan lebih banyak, tapi hadir tanpa mengambil alih.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.