Umat Muslim di dunia saat ini sedang menjalankan puasa Ramadan. Selama 30 hari, kita menahan lapar dan haus dari matahari terbit hingga matahari terbenam.
Di bulan puasa Ramadan, biasanya identik dengan 'pemborosan makanan' karena konsumsi masyarakat mengalami peningkatan bersamaan dengan kenaikan sampah sisa makan.
Pemborosan makanan selama bulan suci Ramadan menimbulkan ancaman serius bagi planet ini. Menurut kepercayaan Islam, manusia memiliki tanggung jawab sebagai penjaga planet bumi. Makna sejati Ramadan adalah menyucikan diri, merawat tubuh, jiwa, lingkungan sekitar, dan ekosistem yang mendukung kita, Beauties.
Dilansir dari EcoMENA, bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk mempertimbangkan peralihan menuju gaya hidup hijau dan berkelanjutan yang ramah lingkungan, tidak mencemari, tidak boros, dan bertujuan untuk menyelamatkan sumber daya alam.
Untuk itu, agar menjadikan Ramadan 2026 yang bermakna, berikut tips menjalankan Ramadan lebih ramah lingkungan.