8 Alasan Orang Tidak Suka Difoto Menurut Psikolog

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Senin, 23 Mar 2026 22:00 WIB
3. Menjaga Privasi
Ilustrasi lebih suka memfoto/Freepik: tirachardz

Di tengah tren media sosial yang serba visual, aktivitas berfoto sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Mulai dari selfie, foto bersama teman, hingga dokumentasi momen penting, semuanya terasa begitu mudah dilakukan. Namun di balik itu, ada sebagian orang yang justru merasa tidak nyaman, bahkan cenderung menghindar saat kamera diarahkan ke mereka.

Beauties, rasa tidak suka difoto ternyata bukan hal sepele. Ada berbagai alasan yang melatarbelakanginya, mulai dari faktor psikologis, pengalaman pribadi, hingga nilai yang dianut seseorang.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat seseorang enggan berada di depan kamera?

1. Rasa Tidak Percaya Diri (Insecure)

Ilustrasi insecure/Freepik: freepik

Rasa tidak percaya diri menjadi salah satu alasan paling umum mengapa seseorang tidak suka difoto. Banyak orang merasa penampilannya tidak cukup baik jika dibandingkan dengan standar kecantikan yang sering terlihat di media sosial. Hal ini membuat mereka cenderung menghindari kamera karena takut hasilnya tidak sesuai harapan.

Psikolog Dr. Tara Well dalam wawancaranya bersama BBC menjelaskan bahwa kebiasaan melihat diri melalui foto dapat membuat seseorang terlalu fokus pada kekurangan fisik. Akibatnya, mereka lebih mudah merasa tidak puas dengan penampilan sendiri dibandingkan saat melihat diri di cermin.

2. Mengalami “Camera Distortion” yang Membuat Wajah Terlihat Berbeda

Ilustrasi respon camera distortion/Freepik: freepik

Banyak orang merasa wajahnya terlihat aneh atau berbeda saat difoto, padahal terlihat normal di cermin. Hal ini sering kali disebabkan oleh efek distorsi kamera, terutama pada foto jarak dekat atau menggunakan lensa tertentu pada smartphone.

Penelitian dari Rutgers New Jersey Medical School yang dimuat di jurnal JAMA Facial Plastic Surgery menunjukkan bahwa lensa kamera dapat mengubah proporsi wajah. Hidung bisa terlihat lebih besar hingga 30% dalam foto close-up, sehingga membuat seseorang merasa penampilannya tidak natural.

3. Menjaga Privasi

Ilustrasi lebih suka memfoto/Freepik: tirachardz

Di era digital, foto bisa dengan mudah diunggah dan dibagikan ke berbagai platform tanpa kontrol penuh dari pemiliknya. Hal ini membuat sebagian orang merasa tidak nyaman karena citra diri mereka bisa dilihat dan dinilai oleh banyak orang.

Menurut Dr. Sherry Turkle dalam wawancaranya dengan The New York Times, banyak individu merasa rentan ketika identitas visual mereka tersebar di dunia maya. Perasaan kehilangan kontrol ini akhirnya membuat mereka memilih untuk menghindari kamera demi menjaga privasi.

4. Introvert

Ilustrasi introvert/Freepik: freepik

Orang dengan kepribadian introvert biasanya lebih menikmati situasi yang tenang dan tidak terlalu terekspos. Aktivitas berfoto, terutama dalam kelompok, sering kali membuat mereka merasa menjadi pusat perhatian yang tidak diinginkan.

Psychology Today menjelaskan bahwa introvert cenderung menghindari situasi sosial yang terlalu intens. Berfoto bisa memicu rasa tidak nyaman karena melibatkan interaksi sosial dan eksposur diri secara visual.

5. Tidak Nyaman di Depan Kamera

Ilustrasi perempuan dengan kamera/Freepik: benzoix

Tidak semua orang terbiasa berada di depan kamera. Banyak yang merasa kaku, bingung harus berpose, atau tidak tahu ekspresi seperti apa yang terlihat bagus saat difoto.

Kurangnya pengalaman di depan kamera dapat memicu kecemasan ringan. Hal ini membuat seseorang merasa tidak nyaman dan akhirnya memilih untuk menghindari situasi tersebut.

6. Perfeksionis

Ilustrasi memilih foto/Freepik: freepik

Orang dengan sifat perfeksionis cenderung memiliki standar tinggi terhadap dirinya sendiri. Mereka ingin terlihat sempurna dalam setiap foto, sehingga sering merasa tidak puas dengan hasil yang didapatkan.

Menurut The Guardian, perfeksionisme modern banyak dipengaruhi oleh tekanan sosial dan ekspektasi tinggi dari lingkungan. Akibatnya, seseorang merasa harus selalu tampil sempurna, termasuk dalam foto. Jika tidak, mereka memilih menghindar agar tidak merasa gagal.

7. Trauma Masa Lalu

Ilustrasi trauma/Freepik: freepik

Pengalaman buruk seperti diejek karena foto yang dianggap tidak bagus atau foto yang tersebar tanpa izin dapat meninggalkan luka emosional. Hal ini membuat seseorang menjadi lebih sensitif terhadap aktivitas berfoto.

Psikolog Dr. Pamela Rutledge dalam artikelnya di Psychology Today menjelaskan bahwa pengalaman negatif dapat membentuk asosiasi emosional. Akibatnya, seseorang cenderung menghindari situasi yang mengingatkan pada pengalaman tersebut, termasuk difoto.

8. Alasan Budaya atau Agama

Ilustrasi selfie bersama-sama/Freepik: freepik

Tidak semua orang melihat aktivitas berfoto sebagai hal yang netral atau sekadar hiburan. Di beberapa budaya atau komunitas, foto bisa dianggap sebagai sesuatu yang sensitif karena berkaitan dengan identitas, kehormatan, atau bahkan nilai spiritual. Misalnya, ada kelompok masyarakat yang percaya bahwa gambar diri (foto) memiliki makna lebih dalam daripada sekadar visual, sehingga tidak boleh diambil sembarangan.

Selain itu, dalam beberapa ajaran agama atau interpretasi tertentu, ada yang membatasi atau menghindari penggambaran wajah manusia, terutama jika berpotensi disalahgunakan atau menimbulkan kesombongan. The New York Times menjelaskan bahwa sikap terhadap fotografi sangat dipengaruhi oleh nilai budaya dan kepercayaan yang dianut suatu kelompok. Karena itu, bagi sebagian orang, menolak difoto bukan karena tidak percaya diri, tapi justru sebagai bentuk menghormati prinsip hidup yang mereka pegang.

Beauties, pada akhirnya tidak suka difoto bukanlah hal yang salah atau aneh. Setiap orang punya alasan yang berbeda, dan semuanya valid untuk dihargai. Jika kamu termasuk yang belum nyaman di depan kamera, cobalah pelan-pelan berdamai dengan diri sendiri tanpa paksaan, karena menerima diri apa adanya jauh lebih penting daripada sekadar terlihat sempurna di sebuah foto. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.