8 Cara Meninggalkan Kesan yang Baik pada Seseorang, Bikin Kamu Selalu Diingat

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Kamis, 02 Apr 2026 08:30 WIB
2. Tunjukkan Kepercayaan Diri
Tunjukkan Kepercayaan Diri/Foto: Pexels.com/ Trinh Tuoi

Pernah nggak, sih, kamu bertemu seseorang hanya sebentar, tapi kesannya melekat lama? Bukan karena dia paling cantik, paling pintar, atau paling kaya, tapi karena sikapnya terasa hangat dan tulus. Meninggalkan kesan baik ternyata bukan soal penampilan sempurna, melainkan tentang bagaimana kita membuat orang lain merasa dihargai.

Kemampuan meninggalkan kesan baik itu penting. Bukan demi pencitraan, tapi karena relasi yang sehat sering kali berawal dari kesan pertama yang menyenangkan.

Menariknya, kesan yang baik bisa kamu pelajari dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melansir dari Your Tango, berikut beberapa ini cara sederhana meninggalkan kesan baik pada seseorang. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. 

1. Tersenyum dengan Kehangatan yang Tulus

Tersenyum dengan Kehangatan yang Tulus/Foto: Pexels.com/ Đan Thy Nguyễn Mai

Senyum yang hangat bukan sekadar lengkungan bibir. Ia datang dari hati yang terbuka. Saat kamu tersenyum tulus, orang lain bisa merasakannya. Ada energi positif yang terpancar tanpa perlu kata-kata berlebihan.

Di kantor, misalnya, senyum bisa mencairkan suasana rapat yang tegang. Di rumah, senyum bisa membuat pasangan atau anak merasa disambut dengan penuh kasih. Bahkan di ruang publik, senyum sederhana pada kasir atau rekan kerja bisa membuat hari seseorang terasa lebih ringan.

Perempuan yang terbiasa tersenyum hangat biasanya meninggalkan kesan ramah dan mudah didekati. Bukan berarti harus selalu terlihat ceria sepanjang waktu, ya. Kita semua punya hari yang melelahkan. Tapi ketika memilih untuk tetap bersikap lembut dalam interaksi, itu menunjukkan kedewasaan emosional. Senyum tulus adalah tanda bahwa kamu hadir, peduli, dan tidak membawa beban emosi negatif ke orang lain.

Namun, penting juga membedakan senyum tulus dan senyum terpaksa. Meninggalkan kesan baik bukan berarti memaksakan diri untuk selalu terlihat bahagia. Justru keaslian itulah yang paling berkesan. Kalau sedang lelah, tidak apa-apa mengakuinya. Tapi ketika memilih tersenyum, pastikan itu lahir dari niat baik, bukan sekadar formalitas.

2. Tunjukkan Kepercayaan Diri

Tunjukkan Kepercayaan Diri/Foto: Pexels.com/ Trinh Tuoi

Cara lain untuk meninggalkan kesan yang baik pada seseorang dalam 30 detik atau kurang adalah dengan menunjukkan bahasa tubuh yang percaya diri. Menurut antropolog biologi Helen Fisher, orang dapat menilai tingkat kepercayaan diri orang lain dalam hitungan detik. Otak sangat dirancang untuk mencoba menilai seseorang dengan segera, jelasnya.

Bahasa tubuh yang tertutup, seperti menyilangkan tangan di dada atau membungkukkan bahu, mengirimkan pesan yang jelas bahwa kamu lebih suka berada di tempat lain. Ini tidak hanya mengungkapkan betapa tidak nyamannya dirimu, tetapi juga menunjukkan kurangnya kepercayaan diri.

Cara kamu bersikap mencerminkan perasaanmu terhadap orang yang kamu ajak bicara, dan perasaanmu terhadap diri sendiri. Seperti yang Fisher katakan, “Kepercayaan dirimu banyak menceritakan tentang kestabilan emosionalmu.”

Namun, ada perbedaan antara kepercayaan diri yang sehat dan ego yang besar. Kepercayaan diri sejati berasal dari menerima diri sendiri sebagai individu yang memiliki kekurangan, yang layak dicintai dan dihormati, bahkan dengan ketidaksempurnaan mereka.

3. Bersikap Ingin Tahun

Bersikap Ingin Tahun/Foto: Pexels.com/ Chuot Anhls

Bersikap ingin tahu adalah cara untuk meninggalkan kesan yang baik pada seseorang, namun penting untuk mengekspresikan rasa ingin tahumu dengan cara yang hormat. Terlalu pribadi terlalu cepat akan menjauhkan orang, tetapi pertanyaan yang bermakna dan tidak terlalu konfrontatif akan membuka jalan untuk menjalin hubungan yang nyata.

Pelatih kehidupan Alex Mathers berbagi bahwa rasa ingin tahu adalah bagian kunci dari memiliki keterampilan sosial yang luar biasa. Ia menunjukkan bahwa mengatakan hal-hal seperti, “Ceritakan lebih banyak tentang itu,” menunjukkan bahwa kamu benar-benar peduli pada orang yang kamu ajak bicara dan kamu ingin mengenal mereka lebih dalam lagi.

4. Mendengarkan dengan Baik

Mendengarkan dengan Baik/Foto: Pexels.com/ Sơn Ngọc

Mendengarkan dengan baik bukan sekadar diam saat orang lain berbicara. Ini tentang hadir sepenuhnya. Saat temanmu bercerita tentang masalah rumah tangga, kamu tidak sibuk mengecek ponsel. Saat rekan kerja mengungkapkan ide, kamu tidak memotong pembicaraan hanya karena merasa punya gagasan yang lebih baik. Kamu memberi ruang. Kamu memberi perhatian, dan itu terasa.

Banyak perempuan sebenarnya sudah punya naluri empati yang kuat. Namun, dalam praktiknya, kita sering tanpa sadar lebih fokus menyiapkan respons daripada benar-benar memahami. Kita mendengar untuk membalas, bukan untuk mengerti. Padahal, orang bisa merasakan perbedaannya.

5. Tetap Fokus

Tetap Fokus/Foto: Pexels.com/ Thành Đỗ

Cara lain untuk meninggalkan kesan baik pada seseorang adalah dengan meminimalkan gangguan dan tetap fokus. Psikolog Guy Winch membagikan teknik ampuh untuk membuat kesan baik dalam sekejap, yakni dengan menyingkirkan ponsel dan fokus sepenuhnya pada orang di depanmu.

Melirik ponsel menandakan bahwa kamu tidak sepenuhnya mendengarkan atau bahwa kamu terganggu dan tidak tertarik. Dan yang kedua, hal ini membuatmu tidak akan disukai orang lain. Persahabatan sejati membutuhkan upaya dan waktu yang cukup lama untuk berkembang. Namun, jika tidak fokus adalah cara merusak hubungan persahabatan.

Bersikap ramah pada dasarnya adalah bersikap menyenangkan, membuat orang merasa nyaman dan diterima, dan membuat mereka merasa diterima, dipahami, dan dihargai. Bersikap penuh perhatian meninggalkan lebih dari sekadar kesan baik. Memberikan perhatian penuh kepada seseorang adalah hadiah langka, yang pasti akan mereka ingat jauh lebih lama.

6. Validasi Perasaan Mereka

Validasi Perasaan Mereka/Foto: Pexels.com/ Trường Nguyễn Thanh

Validasi emosional adalah cara lain untuk meninggalkan kesan baik pada seseorang. Menganggap remeh perasaan seseorang atau menyangkal pengalaman mereka adalah hal yang buruk. Komunikasi yang jelas dan penuh perhatian adalah kunci setiap hubungan, yang tidak dapat terwujud tanpa validasi.

Cara kita berbicara satu sama lain memiliki dampak yang kuat pada semua aspek hubungan kita. Seperti yang dijelaskan oleh psikolog Guy Winch, "Ketika seseorang kesal atau marah kepada kita, baik itu beralasan atau tidak, hal paling baik yang dapat kita lakukan adalah memvalidasi perasaan mereka karena dengan melakukan itu akan membuat mereka jauh lebih reseptif terhadap sudut pandang kita."

7. Menjadi Diri Sendiri

Menjadi Diri Sendiri/Foto: Pexels.com/ Chuot Anhls

Menjadi diri sendiri bukan berarti tampil apa adanya tanpa filter sama sekali. Ini bukan soal bersikap sembarangan atau berkata seenaknya. Menjadi diri sendiri adalah tentang jujur pada nilai, kepribadian, dan cara pandangmu, tanpa merasa perlu berpura-pura demi validasi.

Pelatih Profesional Bersertifikat Janelle Anderson berbagi bahwa menjadi diri sendiri yang sejati berasal dari menerima semua yang ada dalam diri.

“Kamu harus merasa nyaman dengan diri sendiri, dengan siapa dirimu sebenarnya,” jelasnya. “Begitu kamu bisa menjadi diri sendiri, kamu tidak akan lagi mencoba menjadi seseorang yang diinginkan orang lain.“

Cinta diri tidak dapat dibatasi. Pancaran hangatnya memancar keluar, membuatmu menarik orang lain. Dalam bentuknya yang paling murni, cinta diri dapat membimbing orang lain untuk mencintai diri mereka sendiri juga. Dengan cara ini, menjadi diri sendiri secara otentik seperti membuka jendela untuk membiarkan sinar matahari masuk, dan membiarkannya terbuka agar semua orang dapat merasakan pancarannya.

8. Ungkapkan Terima Kasih

Ungkapkan Terima Kasih/Foto: Pexels.com/ Tien Tran

Ucapan terima kasih mungkin terdengar sepele. Tapi justru dalam kesibukan itulah, ungkapan apresiasi menjadi sesuatu yang terasa hangat dan bermakna. Mengungkapkan terima kasih bukan hanya soal sopan santun. Ini tentang kesadaran bahwa kita tidak berjalan sendirian.

Ada rekan kerja yang membantu menyelesaikan tugas, teman yang mendengarkan keluh kesah, pasangan yang mendukung keputusanmu, atau bahkan barista yang menyeduhkan kopi di pagi hari. Ketika kamu mengakui kontribusi kecil mereka, kamu sedang menunjukkan empati dan penghargaan.

Perempuan yang terbiasa mengucapkan terima kasih biasanya meninggalkan kesan rendah hati dan dewasa. Ia tidak merasa semua pencapaian adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Ia tahu ada banyak tangan yang ikut membantu, langsung maupun tidak langsung. Kesadaran ini membuatnya terlihat lebih bijak.

Jadi, tidak perlu terlalu keras berusaha terlihat mengesankan. Fokuslah pada kualitas diri dan ketulusan sikap. Karena perempuan yang membawa energi positif dan menghargai orang lain akan selalu meninggalkan kesan yang tak mudah dilupakan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.