8 Kebiasaan Finansial Orang Kaya yang Bisa Kamu Tiru

Belinda Safitri | Beautynesia
Senin, 14 Sep 2026 12:00 WIB
1. Membuat Anggaran dan Rajin Melacak Pengeluaran
Membuat anggaran dan rajin melacak pengeluaran/ Foto: Magnific.com/rawpixel.com

Punya penghasilan besar memang bisa membuat seseorang lebih mudah mengumpulkan kekayaan, tapi jumlah uang yang masuk bukan satu-satunya faktor penentu, Beauties. Cara seseorang mengelola uang, mengambil keputusan finansial, hingga mempersiapkan kebutuhan di masa depan juga punya peran yang tidak kalah penting.

Menariknya, beberapa kebiasaan finansial tersebut sebenarnya bisa dilakukan siapa saja, tidak harus menunggu memiliki penghasilan fantastis. Agar lebih paham, yuk kenali beberapa kebiasaan finansial yang dilakukan para orang kaya seperti dilansir dari Trustage!

1. Membuat Anggaran dan Rajin Melacak Pengeluaran

Membuat anggaran dan rajin melacak pengeluaran/ Foto: Magnific.com/rawpixel.com

Salah satu kebiasaan dasar dalam mengelola keuangan adalah tidak membiarkan uang habis tanpa tahu penyebabnya. Beauties bisa mencatat pendapatan bulanan, kemudian membagi pengeluaran berdasarkan kebutuhan dan keinginan agar terlihat bagian mana yang masih bisa dikurangi.

Kebiasaan mencatat juga membuat kamu lebih mudah menemukan pengeluaran kecil yang ternyata cukup menguras anggaran jika dilakukan berulang kali. Dari sana, kamu bisa menentukan prioritas, mengurangi biaya yang kurang penting, dan mengalokasikan lebih banyak uang untuk tabungan maupun tujuan finansial lainnya.

2. Menetapkan Tujuan Keuangan

Menetapkan tujuan keuangan/ Foto: Magnific.com/pressphoto

Menabung tanpa tujuan terkadang membuat seseorang lebih mudah mengambil kembali uang yang sudah disisihkan. Sebaliknya, memiliki target tertentu dapat membantu menentukan berapa banyak uang yang perlu dikumpulkan dan kapan target tersebut ingin dicapai.

Tidak harus langsung membuat target besar. Kamu bisa memulainya dari tujuan yang lebih dekat, seperti mengumpulkan dana untuk biaya pindahan atau membeli barang yang memang dibutuhkan tanpa berutang. Ketika kebiasaan tersebut sudah terbentuk, target finansial bisa perlahan ditingkatkan menjadi dana untuk rumah, pendidikan anak, atau bahkan persiapan pensiun.

3. Membangun Dana Darurat

Membangun dana darurat/ Foto: Magnific.com/jcomp

Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai anggaran yang sudah dibuat, Beauties. Kendaraan bisa tiba-tiba rusak, pekerjaan dapat berubah, atau ada kebutuhan mendadak yang tidak masuk dalam rencana bulanan. Karena itu, dana darurat menjadi salah satu fondasi penting sebelum terlalu agresif mengejar tujuan finansial lainnya.

Sebagai patokan umum, simpan dana darurat sebanyak minimal tiga hingga dua belas kali pengeluaran bulanan. Kamu bisa mengumpulkannya secara bertahap dan menyimpannya di tempat yang relatif mudah dicairkan ketika benar-benar diperlukan.

4. Hidup Sesuai Kemampuan dan Mengurangi Pengeluaran yang Tidak Perlu

Hidup sesuai kemampuan/ Foto: Magnific.com/cookie_studio

Kebiasaan finansial para orang kaya yang bisa ditiru berikutnya adalah membedakan antara mampu membeli dan memang perlu membeli. Misalnya, berbagai layanan berlangganan yang jarang digunakan bisa terlihat murah satu per satu, tapi jika dikumpulkan selama setahun jumlahnya dapat cukup besar.

Beauties juga bisa mencari alternatif yang lebih hemat untuk kebutuhan rutin tanpa harus mengorbankan kualitas secara berlebihan. Memanfaatkan diskon, promo, kupon, atau penawaran musiman juga dapat membantu mengurangi pengeluaran selama tetap dilakukan dengan perencanaan, bukan justru membuat kamu membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

5. Menjadwalkan Investasi Secara Rutin

Menjadwalkan investasi secara rutin/ Foto: Magnific.com/rawpixel.com

Investasi termasuk cara melipatgandakan uang. Namun, sebelum mulai, kamu perlu memahami pilihan investasi dan risikonya, bukan sekadar mengikuti tren. Instrumen seperti saham, obligasi, reksa dana, emas, atau produk investasi lainnya memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pilihan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko masing-masing.

Yang tidak kalah penting adalah konsistensi. Kamu bisa menentukan jadwal tertentu setiap bulan untuk menyisihkan dana investasi, bahkan mengotomatiskan transfer seperti yang telah tersedia di banyak platform investasi saat ini. Dengan begitu, investasi menjadi bagian dari rutinitas keuangan, bukan justru bergantung pada apakah masih ada uang tersisa di akhir bulan.

6. Menghindari dan Mengendalikan Utang

Menghindari utang/ Foto: Magnific.com/tirachardz

Tidak semua utang memiliki dampak yang sama terhadap kondisi keuangan. Namun, utang konsumtif dengan bunga tinggi, seperti saldo kartu kredit yang tidak dibayar penuh, dapat menjadi beban jika terus dibiarkan menumpuk.

Jika memiliki beberapa utang, Beauties bisa membuat daftar jumlah, bunga, dan pembayaran masing-masing terlebih dahulu. Setelah itu, tentukan strategi pelunasan yang realistis, dengan memberi perhatian khusus pada utang berbunga tinggi agar beban bunga tidak terus menggerus keuangan.

7. Memperluas Sumber Penghasilan

Memperluas sumber penghasilan/ Foto: Magnific.com/jcomp

Ketika kebutuhan dasar sudah menyerap sebagian besar pendapatan, memangkas pengeluaran saja belum tentu cukup. Dalam kondisi seperti ini, kamu bisa mempertimbangkan pekerjaan sampingan, freelance, bisnis kecil, atau mengubah keterampilan dan hobi tertentu menjadi sumber pemasukan tambahan.

Membangun koneksi juga dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terlihat. Relasi profesional, komunitas, maupun orang-orang di bidang yang kamu minati bisa menjadi sumber informasi mengenai pekerjaan, proyek, atau peluang bisnis baru.

8. Melindungi Aset yang Sudah Dimiliki

Melindungi aset yang dimiliki/ Foto: Magnific.com/rawpixel.com

Beauties, bayangkan sudah bertahun-tahun mengumpulkan tabungan dan aset, tetapi kemudian sebagian besar harus digunakan untuk menghadapi kerugian besar yang sebenarnya bisa dipersiapkan sebelumnya. Inilah alasan perlindungan aset perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan, terutama ketika nilai aset dan tanggungan semakin besar.

Jenis perlindungan yang dibutuhkan tentu berbeda pada setiap orang. Asuransi kesehatan, kendaraan, properti, atau jiwa dapat dipertimbangkan sesuai kondisi dan kebutuhan. Jangan lupa pahami baik-baik manfaat, pengecualian, premi, serta ketentuan polis sebelum mengambil keputusan.

Jadi, itulah beberapa kebiasaan finansial yang dilakukan para orang kaya. Meniru kebiasaan finansial orang kaya bukan berarti harus langsung punya investasi besar atau penghasilan tinggi. Beauties setidaknya bisa memulai dari kebiasaan sederhana, yakni tahu ke mana uang pergi, punya tujuan, menyiapkan cadangan, mengendalikan utang, dan membuat uang bekerja secara terencana.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE