8 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Menguras Energi Mentalmu

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Jumat, 20 Feb 2026 09:00 WIB
6. Menunda Pekerjaan
Ilustrasi menunda pekerjaan/Freepik: freepik

Di tengah tuntutan hidup modern yang serba cepat, banyak dari kamu merasa kelelahan bukan karena pekerjaan berat, melainkan karena rasa lelah yang sulit dijelaskan. Tubuh tidak benar-benar sakit, namun pikiran terasa penuh, emosi mudah terkuras, dan fokus sulit bertahan lama. Kondisi ini sering kali disebut sebagai kelelahan mental, sebuah keadaan yang kerap muncul tanpa disadari.

Menariknya, kelelahan mental tidak selalu dipicu oleh masalah besar. Justru kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, yang tampak sepele dan bahkan terasa “normal”, dapat perlahan menguras energi mental kamu.

Lalu, kebiasaan apa saja yang sering luput dari perhatian namun berdampak besar pada kesehatan mental, Beauties?

1. Terlalu Sering Menggunakan Ponsel dan Media Sosial

Ilustrasi bermain ponsel/Freepik: freepik

Menghabiskan waktu dengan ponsel sering dianggap sebagai cara melepas penat. Namun kenyataannya, paparan layar dan media sosial yang berlebihan justru membuat otak bekerja lebih keras. Notifikasi, informasi bertubi-tubi, serta kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain memicu kelelahan mental secara perlahan.

Dr. Gloria Mark menjelaskan dalam wawancaranya dengan The New York Times bahwa otak manusia tidak dirancang untuk menerima gangguan digital secara terus-menerus. Dalam penelitiannya, ia menyebutkan bahwa kebiasaan sering mengecek ponsel meningkatkan stres kognitif dan membuat otak sulit kembali fokus. Akibatnya, meski tidak melakukan pekerjaan berat, energi mental kamu terkuras tanpa terasa.

2. People Pleasing (Selalu Menyenangkan Orang Lain)

Ilustrasi menyenangkan hati orang/Freepik: freepik

Keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain sering muncul dari niat baik. Namun, ketika kamu terus-menerus mengorbankan kebutuhan diri sendiri demi menjaga perasaan orang lain, energi emosional akan terkuras. People pleasing membuat kamu hidup dalam tekanan ekspektasi dari luar yang tidak pernah selesai.

Dilansir dari Psychology Today, kebiasaan sering mengutamakan keinginan dan perasaan orang lain, sampai lupa dengan kebutuhan diri sendiri, sulit berkata “tidak” karena takut mengecewakan, dianggap egois, atau merusak hubungan, mengakibatkan energi mental akan cepat habis karena pikiran selalu bekerja keras menyesuaikan diri dan menjaga perasaan semua orang. Lama-kelamaan, kebiasaan ini membuat kamu merasa lelah, tertekan, dan kehilangan ruang untuk diri sendiri.

3. Terlalu Sering Memikirkan Hal-Hal Tidak Perlu (Overthinking)

Ilustrasi overthinking/Freepik: freepik

Overthinking membuat pikiran terus berputar pada skenario yang belum tentu terjadi. Kebiasaan ini menguras energi mental karena otak terus berada dalam mode waspada, seolah menghadapi ancaman yang nyata. Akibatnya, kamu merasa lelah, sulit tidur, dan sulit menikmati momen saat ini.

Dr. Susan Nolen-Hoeksema menjelaskan dalam Journal of Abnormal Psychology bahwa overthinking meningkatkan risiko kelelahan mental dan depresi. Memikirkan hal tidak perlu secara berulang menghabiskan kapasitas kognitif tanpa memberi solusi nyata.

4. Rendah Diri dan Insecure

Ilustrasi rendah diri dan insecure/Freepik: freepik

Perasaan rendah diri membuat kamu terus mempertanyakan nilai diri sendiri. Tanpa sadar, pikiran dipenuhi perbandingan sosial dan kekhawatiran tentang penilaian orang lain. Kondisi ini menciptakan tekanan mental yang menguras energi dari dalam.

Dilansir dari Harvard Business Review, kebiasaan menyalahkan dan merendahkan diri sendiri membuat pikiran bekerja lebih keras. Ia menyebut, orang yang sering insecure cenderung cepat lelah secara mental karena otaknya terus sibuk menilai dan mengkritik diri sendiri sepanjang hari.

5. Memendam Emosi

Ilustrasi memendam emosi/Freepik: freepik

Banyak orang memilih memendam emosi karena merasa tidak enak, takut dianggap lemah, atau tidak ingin merepotkan orang lain. Namun, emosi yang dipendam tidak benar-benar hilang. Perasaan marah, sedih, atau kecewa tetap ada dan menumpuk di dalam pikiran.

Dr. James Gross mengatakan dalam penjelasannya di Stanford Medicine bahwa menahan emosi membutuhkan energi mental yang besar. Otak harus bekerja ekstra untuk “menekan” perasaan tersebut, sehingga seseorang bisa merasa cepat lelah, mudah tersinggung, dan sulit fokus meski terlihat baik-baik saja.

6. Menunda Pekerjaan

Ilustrasi menunda pekerjaan/Freepik: freepik

Menunda pekerjaan sering dianggap kebiasaan sepele atau sekadar malas. Padahal, saat kamu menunda, pikiran sebenarnya tidak benar-benar santai. Tugas yang belum selesai terus muncul di kepala dan membuat kamu merasa gelisah, bersalah, dan tertekan.

Dr. Tim Pychyl menjelaskan dalam wawancaranya dengan BBC Worklife bahwa menunda pekerjaan justru membuat stres semakin besar. Menurutnya, beban mental karena memikirkan tugas yang belum dikerjakan sering kali lebih melelahkan dibandingkan menyelesaikan tugas itu sendiri.

7. Banyak Mengeluh

Ilustrasi mengeluh/Freepik: freepik

Mengeluh sesekali adalah hal yang wajar. Namun jika terlalu sering, kebiasaan ini bisa memengaruhi cara otak bekerja. Pikiran jadi terbiasa fokus pada hal negatif, masalah kecil terasa besar, dan suasana hati mudah turun.

Tanpa sadar, banyak orang menjadikan mengeluh sebagai kebiasaan harian. Mengeluh soal pekerjaan yang menumpuk, macet, cuaca, sampai hal kecil seperti pesan yang lama dibalas. Awalnya terasa lega, tetapi jika dilakukan terus-menerus, otak terbiasa melihat segala sesuatu dari sisi negatif. Akibatnya, hal kecil terasa berat dan suasana hati jadi mudah turun meski masalahnya sebenarnya sepele.

Mengutip Forbes, kebiasaan mengeluh melatih otak untuk fokus pada hal buruk. Semakin sering seseorang mengeluh, semakin cepat energi mental terkuras karena pikiran terus bekerja memproses rasa kesal, marah, dan tidak puas, tanpa memberi ruang untuk perasaan yang lebih positif.

8. Mudah Terbawa Perasaan

Ilustrasi terbawa perasaan/Freepik: freepik

Mudah terbawa perasaan membuat kamu cepat ikut sedih, kesal, atau tersinggung, meski masalahnya bukan milikmu. Kamu bisa merasa capek hanya karena mendengar curhat orang lain, membaca komentar negatif di media sosial, atau melihat suasana sekitar yang tidak menyenangkan. Tanpa sadar, kamu menyimpan emosi tersebut dan membawanya ke aktivitas lain, sehingga pikiran terasa penuh.

Dr. Elaine Aron, psikolog yang meneliti kepekaan emosional, menjelaskan dalam artikelnya di Scientific American bahwa orang yang mudah terbawa perasaan cenderung menyerap emosi lingkungan dengan kuat. Ia mengatakan, tanpa batas emosi yang sehat, kondisi ini bisa membuat seseorang lebih cepat lelah secara mental karena otaknya terus memproses perasaan yang datang dari luar dirinya.

Beauties, kelelahan mental sering datang dari kebiasaan kecil yang terus diulang tanpa disadari, bukan semata karena masalah besar dalam hidup. Mulai sekarang, yuk lebih peka pada diri sendiri dan beri ruang untuk istirahat mental agar kamu bisa menjalani hari dengan lebih ringan dan seimbang!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE