9 Cara Cerdas Mengatur Keuangan saat Dollar Naik

Natasha Riyandani | Beautynesia
Kamis, 28 May 2026 12:00 WIB
2. Prioritaskan Kebutuhan Pokok
Ilustrasi belanja kebutuhan pokok/ Foto: Magnific.com/pvporductions

Sejak awal tahun 2026, nilai tukar rupiah terus melemah ke level terendah sepanjang sejarah, menembus Rp17.857 per dolar AS. Sementara, dolar AS justru menguat di tengah sentimen risk-off pasar global.

Kondisi ini pun berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Harga kebutuhan pokok melonjak, tagihan bulanan naik, biaya impor meningkat, dan daya beli masyarakat yang menurun drastis.

Alhasil, Beauties dituntut memiliki strategi pengelolaan keuangan yang cermat agar kondisi finansial tetap stabil. Dengan strategi yang tepat, tujuan finansial jangka panjang tidak akan terganggu.

Berikut ini 9 cara mengatur keuangan di tengah fluktuasi mata uang asing, seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Membuat Anggaran Bulanan yang Realistis

Ilustrasi membuat anggaran bulanan yang realistis/ Foto: Magnific.com/wirestock

Kunci dari pengelolaan keuangan yang baik adalah membuat anggaran bulanan yang realistis dan fleksibel. Pastikan Beauties mencatat besaran penghasilan dan semua pengeluaran, mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya hiburan. Dengan begitu, Beauties bisa mengetahui pos mana saja yang harus diprioritaskan dan ditunda dahulu.

Beauties bisa menerapkan metode budgeting 50/30/20. Alokasikan 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan. Namun, di saat nilai tukar dolar menguat, sebaiknya turunkan pos keinginan atau konsumsi non-prioritas menjadi 10-15% agar tabungan tetap aman.

Anggaran yang baik tidak hanya fokus pada pengeluaran, tetapi juga memaksimalkan untuk tabungan atau investasi. So, pastikan anggaran yang kamu buat bersifat fleksibel agar bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan harga pasar.

2. Prioritaskan Kebutuhan Pokok

Ilustrasi belanja kebutuhan pokok/ Foto: Magnific.com/pvporductions

Saat nilai tukar dolar sedang naik seperti sekarang ini, Beauties harus membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Prioritaskan kebutuhan yang menunjang kehidupan seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, dan kesehatan.

Sementara itu, sebaiknya tahan dulu pengeluaran yang sifatnya pelengkap seperti gadget terbaru, nonton konser, liburan mewah, atau belanja konsumtif tanpa perencanaan yang matang.

Gunakanlah prinsip “belanja karena butuh, bukan karena ingin”. Dengan begitu, Beauties bisa mengendalikan arus kas dengan baik.

3. Tunda Pembelian Barang Konsumtif

Ilustrasi membeli sepatu baru/ Foto: Magnific.com/gpointstudio

Tanpa disadari, gaya hidup konsumtif dapat membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil meski memiliki penghasilan tetap. Kebiasaan membeli barang hanya karena tren atau promo bisa jadi penyebab pengeluaran yang tidak terarah.

Saat nilai dolar naik, sebaiknya menunda atau mengurangi belanja barang-barang konsumtif seperti gadget terbaru, jam tangan mahal, serta tas dan sepatu branded. Pastikan terlebih dahulu jika kamu memang benar-benar membutuhkan tersebut agar pengeluaran tidak semakin boncos.

Dengan pengelolaan keuangan yang disiplin, kondisi finansial akan lebih sehat dan terhindar dari pemborosan berlebihan.

4. Mencari Sumber Penghasilan Tambahan

Ilustrasi menjual makanan/minuman/ Foto: Magnific.com/freepik

Hanya mengandalkan satu sumber penghasilan terkadang tidaklah cukup. Beauties disarankan untuk menambahkan penghasilan tambahan (side hustle). Coba cari peluang dari pekerjaan freelance, bisnis online, atau menawarkan jasa sesuai keterampilan seperti desain grafis, jasa titip, atau home service.

Dengan adanya penghasilan tambahan, tekanan pada keuangan utama akan sedikit berkurang. Bahkan, jika ada uang lebih, kamu bisa menyimpannya dalam tabungan atau investasi. Dengan begitu, Beauties akan merasa lebih aman karena memiliki cadangan pendapatan, termasuk saat terjadi situasi tak terduga.

5. Hindari Utang Baru

Ilustrasi kartu kredit/ Foto: Magnific.com/jcomp

Menghindari utang baru merupakan langkah yang sangat tepat untuk menjaga keuangan tetap stabil, terutama utang yang bersifat konsumtif. Utang jenis ini biasanya digunakan untuk membiayai hal-hal yang tidak menghasilkan nilai tambah, seperti memenuhi gaya hidup.

Sebaiknya, tunda pembelian yang tidak mendesak dan utamakan untuk menabung. Dengan begitu, Beauties dapat mencegah risiko pembengkakan cicilan akibat potensi kenaikan suku bunga, yang sering terjadi saat dolar menguat.

6. Investasi

Ilustrasi investasi/ Foto: Magnific.com/user6702303

Kurs naik seringkali berdampak pada tingkat inflasi. Nah, untuk melindungi nilai uangmu, cobalah untuk investasi. Investasi bisa menjadi langkah efektif untuk melindungi nilai aset dan mencegah penurunan daya beli akibat inflasi.

Pilih jenis investasi yang bersifat “safe haven” atau aman dari fluktuasi ekonomi, seperti emas, reksa dana pasar uang, atau obligasi pemerintah. Jangan hanya menyimpan uang di tabungan biasa karena nilainya bisa turun seiring waktu.

7. Siapkan Dana Darurat

Ilustrasi menyiapkan dana darurat/ Foto: Magnific.com/jcomp

Di tengah nilai tukar dolar yang terus meningkat dan ketidakstabilan ekonomi, Beauties disarankan memiliki dana darurat yang cukup. Idealnya sekitar 3-6 bulan pengeluaran rutin.

Dana darurat ibarat fondasi utama dalam keuangan yang berfungsi sebagai pengaman saat terjadi lonjakan inflasi dan kenaikan harga barang. Selain itu, simpanan ini juga sangat penting jika terjadi kebutuhan mendesak sehingga tak harus berutang atau menjual aset dalam kondisi merugi.

Hindari menyimpan dana darurat di instrumen investasi berisiko tinggi. Pilih instrumen yang mudah dicairkan dan aman seperti rekening bank digital dengan bunga rendah atau deposito jangka pendek.

8. Kurangi Ketergantungan pada Produk Impor

Ilustrasi produk lokal/ Foto: Magnific.com/serhii-bobyk

Jarang disadari, membeli produk impor dapat memicu peningkatan nilai tukar dolar karena proses transaksinya memerlukan valuta asing. Semakin tinggi minat beli masyarakat terhadap produk impor, semakin banyak pula dolar yang dibeli oleh importir.

Untuk itu, Beauties disarankan menggunakan produk lokal. Itu karena membantu menyejahterakan masyarakat dengan memutar roda ekonomi di dalam negeri, sekaligus menjaga kestabilan ekonomi nasional dan menekan inflasi.

9. Evaluasi Anggaran Secara Berkala

Ilustrasi mengevaluasi anggaran secara berkala/ Foto: Unsplash.com/Jakub Zerdzicki

Mengatur keuangan saat nilai tukar dolar sedang naik memerlukan kebiasaan untuk mengevaluasi secara rutin. Pasalnya, bisa saja harga kebutuhan berubah setiap saat, sehingga anggaran perlu dibuat fleksibel.

Dengan evaluasi berkala, Beauties dapat melihat apakah ada pengeluaran yang membengkak dan pos-pos mana saja yang bisa dihemat. Jangan lupa juga untuk menetapkan batas pengeluaran dan disiplin dalam mematuhinya. Langkah ini membantu menghindari pemborosan dan kondisi keuangan tetap stabil.

Setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak positif, baik pada kesehatan maupun keuangan. So, berapa pun uang yang bisa kamu ‘saving’, jangan lupa disisihkan untuk masa depan ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE