Bagi banyak anak muda kelahiran awal tahun 2000-an, target menikah di usia 23 hingga 25 tahun seolah menjadi impian yang ideal. Namun, saat usia mulai menapak di angka 20-an, kenyataan sering berkata lain, Beauties.
Alih-alih fitting gaun pernikahan atau berburu gedung, tidak sedikit generasi muda justru merasa cemas bahkan takut ketika topik pernikahan mulai disinggung. Fenomena ini dikenal dengan istilah marriage anxiety atau kecemasan terhadap pernikahan.
Kalau generasi dulu menganggap pernikahan sebagai target utama saat beranjak dewasa, hal ini tidak berlaku bagi kebanyakan Gen Z sekarang. Mereka lebih memilih untuk menunda pernikahan karena dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari masalah keuangan hingga kesiapan emosional.
(sim/sim)