Apa Itu Cosplay? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Rini Apriliani | Beautynesia
Jumat, 17 Apr 2026 18:30 WIB
Apa Itu Cosplay? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Sejarah cosplay/Foto: Freepik.com

Beauties, apa yang kamu pikirkan pertama kali saat mendengar kata "cosplay"? Jika kamu langsung membayangkan tentang orang-orang yang berkostum seperti karakter dari karya fiksi, tentu itu benar.

Lebih lengkap lagi, penulis dan pakar budaya penggemar, Lauren Orsini dalam laman BBC mengatakan, orang yang melakukan cosplay atau disebut cosplayer, tidak sekadar memakai kostum yang mirip. Namun, mereka berusaha untuk menjadi karakter yang dipilihnya.

Para cosplayer mengikuti pose, jargon, dan ikut dalam interaksi dengan para cosplayer lainnya. Mereka menciptakan pengalaman yang mendalam, seolah-olah karakter tersebut ada di sana.

Kata cosplay memang merupakan ciptaan Jepang. Namun, tahukah Beauties, sejarah cosplay ternyata dimulai dari Amerika. Simak sejarahnya di sini, yuk!

Sejarah Cosplay

Mengenal sejarah cosplay. Cosplay tidak sekadar memakai kostum yang sama dengan karakter yang dipilih, tetapi mereka juga menjadi karakter utama dan menghargai karya.

Ilustrasi cosplayer/Foto: Freepik.com

Melansir laman Britannica, acara mirip cosplay pertama yang terdokumentasi adalah pesta topeng yang diselenggarakan oleh penulis fiksi ilmiah Prancis Jules Verne pada akhir abad ke-19. Dalam acara tersebut, banyak peserta yang datang mengenakan kostum yang terinspirasi dari buku-buku Verne.

Namun, kebanyakan orang memandang asal-usul cosplay modern bertepatan dengan asal-usul fandom modern. Beberapa contoh yang terdokumentasikan dari awal tahun 1900-an tentang orang-orang yang berdandan di acara sebagai karakter fiksi yang dicintainya.

Di antara tokoh cosplay yang paling berpengaruh adalah Myrtle Rebecca Douglas Smith Gray Nolan yang juga dikenal sebagai Myrtle R. Douglas, atau “Morojo” dan pasangannya Forrest J. Ackerman, yang aktif dalam fandom fiksi ilmiah dan memproduksi majalah penggemar mereka sendiri (“fanzine”) bersama-sama. 

Pada tahun 1939, mereka menghadiri World Science Fiction Convention (Worldcon) pertama di New York City dengan mengenakan kostum buatan Nolan dan terinspirasi oleh film Things to Come (1936). Penampilannya tersebut menginspirasi penggemar lain untuk ikut serta dalam pembuatan kostum. Lalu, tahun berikutnya banyak orang yang datang mengenakan kostum hingga Worldcon mengadakan kompetisi kostum dadakan yang berlanjut jadi acara tahunan.

Mengutip BBC, pertemuan dengan kostum tersebut semakin populer di Amerika. Lalu, penulis majalah Nobuyuki Takahashi mengamati tren tersebut saat dirinya berada di Konvensi Fiksi Ilmiah Dunia di Los Angeles.

Saat itu, ia kesulitan menemukan kata yang tepat untuk menggambarkannya pada audiens di Jepang. Akhirnya, ia memilih kata “cosplay” yang merupakan gabungan dari kata bahasa Inggris ‘costume’ dan ‘play’ untuk menggambarkan perpaduan antara berdandan dan memamerkan peran.

Kemudian, cosplay menjadi sangat populer di Jepang. Hobi tersebut berkembang pesat menjadi komunitas penggemar internasional yang terkait dengan anime, buku komik, dan video game. Bahkan, selain menjadi hobi, sebagian orang menjadikan cosplay sebagai karier profesional yang menguntungkan.

Latihan Menjadi Cosplayer dan Kompetisinya

Mengenal sejarah cosplay. Cosplay tidak sekadar memakai kostum yang sama dengan karakter yang dipilih, tetapi mereka juga menjadi karakter utama dan menghargai karya.

Ilustrasi cosplayer/Foto: Freepik.com

Kostum para cosplayer dibuat dengan berbagai cara, Beauties. Mereka ada yang membuatnya sendiri dari barang-barang buatan tangan, tetapi ada juga yang dapat dibeli. Tak jarang, mereka memiliki penjahit khusus untuk merealisasikan kostum sesuai keinginannya.

Kompetisi cosplay pun banyak hadir. Di beberapa acara, cosplayer diundang untuk membuat sketsa untuk memamerkan kostumnya. Lalu, ada juga kompetisi cosplay independen, seperti World Cosplay Summit, yang diadakan setiap tahun di Jepang sejak 2003 dengan peserta dari seluruh dunia.

Beauties, itu dia penjelasan lengkap tentang cosplay. Bisa dikatakan, cosplay tidak sekadar memakai kostum yang sama dengan karakter yang dipilih, tetapi mereka juga menjadi karakter utama dan menghargai karya. Selain itu, menjadi cosplayer juga menunjukkan sisi kreativitasnya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE