Fight or flight adalah bentuk sistem pertahanan tubuh ketika mengalami bahaya atau stres. Kondisi ini menyebabkan perubahan fisiologis, misalnya otot tegang dan detak jantung lebih cepat.
Jika kondisi ini terjadi pada jangka pendek, maka bisa memberikan manfaat. Akan tetapi, jika perubahan fisiologis tersebut justru berlangsung lama, dapat berisiko bagi kesehatan tubuh dan mental, karena tubuh yang tidak diberikan kesempatan rileks.
Nah, biar kamu tahu lebih banyak soal apa itu fight or flight, baca pengertian dan cara mengelola berikut ini, Beauties!
Pengertian Fight or Flight dan Mekanismenya
Tubuh manusia punya sistem pertahanan diri yang akan aktif secara otomatis ketika menghadapi bahaya tertentu. Salah satunya adalah fight or flight, suatu reaksi alami tubuh ketika menghadapi bahaya, ancaman, stres, maupun ketakutan.
Saat otak mendeteksi adanya bahaya yang dekat denganmu, maka secara alami, tubuh akan melepas hormon stres. Hormon tersebut memberikan efek samping berupa perubahan fisiologis, seperti jantung berdebar, tekanan darah meningkat, pikiran waspada, serta tubuh tegang.
Berdasarkan situs Very Well Mind, terdapat tiga tahapan respons fight or flight pada tubuh, antara lain.
- Tahap siaga: Sistem saraf pusat akan mengalami peningkatan aktivitas untuk mempersiapkan tubuh melawan atau melarikan diri.
- Tahap resisten: Tubuh akan mencoba memulihkan diri dari respons fight or flight yang meningkat sebelumnya.
- Tahap kelelahan: Apabila kedua tahapan sebelumnya berlangsung berulang kali, misalnya saat stres kronis, tubuh bisa lelah dan melemah.
Respons fight or flight ini bisa kamu kenali kemunculannya dengan tanda-tanda fisik, misalnya kulit menjadi lebih pucat dan kemerahan, pupil melebar, tubuh terasa gemetar, serta detak jantung dan pernapasan teratur.