Bukan Bosan, 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Menata Ulang Furnitur saat Sedang Stres
Beauties, pernah nggak kamu merasa tiba-tiba ingin menggeser meja, memindahkan kursi, atau merombak ulang posisi tempat tidur saat pikiran sedang penuh? Bagi sebagian orang, menata ulang furnitur bukan hanya soal tampilan rumah, tapi juga cara menenangkan diri.
Tanpa disadari, kebiasaan menata ulang furnitur saat stres adalah respons psikologis yang cukup umum. Dilansir dari GE Editing dan Cultivated Comfort, aktivitas ini sering dilakukan oleh orang-orang dengan kepribadian orang yang reflektif, peka, dan memiliki kebutuhan kuat untuk menciptakan keteraturan.
Menariknya, kebiasaan ini tidak selalu berkaitan dengan perfeksionisme. Justru, banyak di antaranya menunjukkan kepribadian yang menarik, karena mampu mengelola emosi lewat tindakan yang konstruktif. Yuk, kenali 7 ciri kepribadian orang yang sering menata ulang furnitur saat sedang stres berikut ini!
1. Berusaha Mengambil Kendali saat Hidup Terasa Kacau
Berusaha mengambil kendali saat hidup terasa kacau/ Foto: Pexels.com/ Blue Bird
Saat stres, manusia kerap merasa kehilangan kendali atas banyak hal—pekerjaan, hubungan, atau ekspektasi hidup. Menata ulang furnitur menjadi bentuk kontrol kecil yang bisa dilakukan secara langsung.
Dengan memindahkan sofa atau mengatur ulang posisi lemari, mereka menciptakan rasa “aku masih bisa mengatur sesuatu.” Dari sudut pandang psikologi, kepribadian orang seperti ini cenderung aktif dan solutif, bukan pasif saat menghadapi tekanan.
Mereka tidak menunggu situasi membaik dengan sendirinya, tetapi mengambil langkah konkret, sekecil apa pun, untuk mengurangi ketidaknyamanan batin.
2. Sangat Peka terhadap Suasana dan Energi Ruangan
Sangat peka terhadap suasana dan energi Ruangan/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio
Bagi sebagian orang, ruangan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ekstensi dari kondisi mental. Tata letak yang terasa sempit, berantakan, atau “tidak seimbang” bisa memicu rasa tidak nyaman secara emosional.
Karena itu, orang dengan kepribadian yang menarik sering kali menata ulang furnitur untuk menciptakan suasana yang lebih lapang, rapi, atau menenangkan. Mereka sensitif terhadap cahaya, alur gerak, dan posisi benda di sekitarnya. Kepekaan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pribadi yang sadar diri dan mampu membaca kebutuhan emosionalnya melalui lingkungan fisik.
3. Memiliki Coping Mechanism yang Aktif dan Relatif Sehat
Memiliki coping mechanism yang aktif dan relatif sehat/ Foto: Pexels.com/ Annushka Ahuja
Setiap orang punya cara berbeda dalam menghadapi stres. Ada yang memilih tidur, ada yang menarik diri, dan ada pula yang bergerak secara fisik. Menata ulang furnitur termasuk coping mechanism aktif yang membantu tubuh dan pikiran bekerja bersamaan.
Alih-alih melampiaskan emosi ke orang lain, kepribadian orang seperti ini menyalurkan stres melalui aktivitas yang produktif. Setelah selesai, muncul rasa puas, lega, dan sedikit ketenangan. Selama tidak dilakukan secara berlebihan atau kompulsif, kebiasaan ini tergolong sehat dan membantu menjaga stabilitas emosi.
4. Cenderung Kreatif dan Imajinatif
Cenderung kreatif dan imajinatif/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio
Menata ulang furnitur membutuhkan kemampuan membayangkan kemungkinan baru: posisi yang lebih nyaman, alur ruang yang lebih terbuka, atau suasana yang berbeda. Orang yang gemar melakukannya biasanya memiliki sisi kreatif yang cukup kuat.
Mereka menikmati proses bereksperimen dan tidak takut jika hasilnya tidak langsung sempurna. Kepribadian orang seperti ini melihat perubahan sebagai kesempatan, bukan ancaman.
Tak jarang, kreativitas ini juga tercermin dalam cara mereka berpikir, menyelesaikan masalah, dan mengekspresikan diri dalam kehidupan sehari-hari.
5. Mudah Merasa Jenuh dengan Rutinitas yang Statis
Mudah merasa jenuh dengan rutinitas yang statis/ Foto: Pexels.com/ Tima Miroshnichenko
Rutinitas yang terlalu sama bisa memicu rasa jenuh, bahkan stres. Bagi sebagian orang, perubahan kecil seperti menata ulang furniture sudah cukup untuk menghadirkan suasana baru.
Ini menandakan memiliki pribadi yang dinamis dan tidak kaku. Mereka membutuhkan stimulasi visual atau lingkungan agar tetap merasa hidup dan berenergi. Menata ulang furnitur menjadi cara cepat dan relatif aman untuk “menghirup udara segar” tanpa harus mengubah banyak hal dalam hidup.
6. Reflektif dan Introspektif saat Menghadapi Tekanan
Reflektif dan introspektif saat menghadapi tekanan/ Foto: Pexels.com/ Pixabay
Saat menata ulang furnitur, banyak orang justru tenggelam dalam pikirannya. Gerakan fisik yang berulang memberi ruang bagi otak untuk memproses emosi tanpa harus memaksanya keluar lewat kata-kata.
Kepribadian orang seperti ini cenderung introspektif. Mereka tidak menolak perasaan negatif, tetapi mengolahnya secara perlahan sambil tetap bergerak. Menata ulang furnitur menjadi semacam “meditasi aktif” yang membantu mereka memahami apa yang sedang dirasakan.
7. Fleksibel dan Mudah Beradaptasi dengan Perubahan
Fleksibel dan mudah beradaptasi dengan perubahan/ Foto: Pexels.com/ Blue Bird
Orang yang terbiasa mengubah tata ruang tidak terlalu terikat pada satu pola. Mereka terbuka terhadap perubahan dan relatif cepat menyesuaikan diri dengan situasi baru.
Hal ini mencerminkan kepribadian orang yang fleksibel dan resilien. Dalam kehidupan, mereka cenderung lebih siap menghadapi perubahan mendadak, baik dalam pekerjaan maupun hubungan. Kemampuan beradaptasi ini menjadi modal penting untuk menjaga kesehatan mental di tengah dinamika hidup yang terus berubah.
Beauties, tidak selalu. Banyak orang menata ulang furnitur karena senang bereksperimen atau ingin suasana baru. Namun, jika kebiasaan ini muncul terutama saat sedang tertekan, itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran sedang mencari keseimbangan.
Selama dilakukan dengan sadar dan tidak berlebihan, kebiasaan ini justru bisa membantu seseorang memiliki pribadi yang lebih seimbang secara emosional.
Adapun yang perlu diperhatikan adalah ketika keinginan menata ulang menjadi tidak terkendali atau mengganggu aktivitas harian. Dalam kondisi tersebut, penting untuk mencari cara tambahan dalam mengelola stres. Menata ulang furniture saat stres bukanlah kebiasaan aneh atau sepele. Justru, kebiasaan ini sering dimiliki oleh orang dengan kepribadian yang menarik, reflektif, dan adaptif.
Jika kamu termasuk orang yang gemar memindahkan meja atau sofa saat pikiran terasa penuh, bisa jadi itu adalah caramu menjaga keseimbangan mental. Selama dilakukan secara sehat, kebiasaan ini dapat membantumu lebih tenang, sadar diri, dan siap menghadapi tantangan hidup dengan kepala dingin.
____
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!