Apa Itu International Women's Day? Berikut Sejarah hingga Kondisi Global saat Ini

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Minggu, 08 Mar 2026 08:00 WIB
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menutup Kesenjangan Gender?
Hari Perempuan Sedunia/Foto: Freepik

International Women’s Day diperingati setiap 8 Maret dan menjadi simbol perjuangan hak perempuan di berbagai belahan dunia. Namun, kalau dipikirkan lebih dalam, hari ini bukan hanya tentang perayaan, melainkan juga refleksi dan aksi nyata, Beauties.

Kesetaraan gender sendiri menjadi inti dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada Januari 2025, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa dunia harus melawan ketimpangan dengan memperluas peluang bagi perempuan dan anak perempuan.

Jadi, Beauties, sebenarnya seberapa penting, sih, momentum ini buat hidup kamu hari ini dan nanti? Yuk, kita kupas bareng-bareng!

Sejarah International Women’s Day

International Women’s Day/Foto: Freepik

Kalau kamu mengira peringatan ini baru muncul belakangan, ternyata akarnya sudah lebih dari satu abad lalu. Semuanya bermula dari National Women’s Day di Amerika Serikat pada Februari 1909, yang kemudian menginspirasi gerakan lebih luas.

Setahun setelahnya, di Kopenhagen, aktivis hak perempuan Clara Zetkin mengusulkan adanya hari internasional untuk memperjuangkan kesetaraan hak. International Women’s Day pertama kali diperingati pada Maret 1911, dan sejak 1913 tanggal 8 Maret ditetapkan secara resmi.

Pada 8 Maret 1914, pawai hak pilih perempuan digelar di London dan aktivis Sylvia Pankhurst bahkan ditangkap dalam aksi tersebut. PBB mulai merayakan hari ini pada 1975, lalu pada 1996 menetapkan tema tahunan pertama, yaitu “Merayakan Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan”.

Saat peringatan seratus tahun pada 2011, Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali menegaskan pentingnya bulan Maret sebagai sebagai Women’s History Month. Ia menyatakan bahwa ketika perempuan dan anak perempuan memiliki akses pada kesempatan, masyarakat menjadi lebih adil, ekonomi lebih sejahtera, dan pemerintah lebih mampu melayani semua orang.

Bagaimana Kondisi Kesetaraan Gender Saat Ini?

Perempuan di Dunia/Foto: Unsplash

Beauties, setelah tahu sejarahnya, sekarang coba kita lihat realitanya. UN Women bersama Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB merilis laporan Gender Snapshot 2024 yang menunjukkan bahwa belum satu pun indikator SDGs tentang kesetaraan gender benar-benar tercapai.

Memang ada kemajuan, misalnya persentase perempuan dan anak perempuan yang hidup dalam kemiskinan ekstrem turun di bawah 10 persen. Namun, untuk benar-benar menghapus kemiskinan tersebut, dunia masih membutuhkan sekitar 137 tahun. Angka ini tentu bikin kita berhenti sejenak dan berpikir.

Laporan Global Gender Gap 2024 dari World Economic Forum juga menemukan bahwa perubahan signifikan masih belum terjadi secara luas. Dari 146 negara yang diukur dalam empat dimensi utama, yaitu partisipasi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan politik, belum ada satu pun yang mencapai kesetaraan penuh.

Sebanyak 97 persen negara memang sudah menutup lebih dari 60 persen kesenjangan, dibandingkan 85 persen pada 2006. Namun, kesenjangan terbesar tetap ada di bidang politik dengan angka penutupan hanya 22,8 persen, dan diperkirakan membutuhkan 169 tahun untuk menutupnya. Jadi, kalau kamu merasa perjuangan ini masih panjang, memang datanya juga menunjukkan demikian.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menutup Kesenjangan Gender?

Hari Perempuan Sedunia/Foto: Freepik

Tahun ini menandai 31 tahun Deklarasi Beijing dan Platform Aksi PBB yang diadopsi 189 negara pada 1995. Dokumen ini menjadi cetak biru hak perempuan dan anak perempuan yang masih menjadi acuan global hingga sekarang.

PBB menyerukan agar pemerintah bertindak berani dan tegas demi semua perempuan dan anak perempuan. Untuk mencapai kesetaraan gender pada 2030, dibutuhkan investasi sebesar 360 miliar dolar AS setiap tahun. Namun sebaliknya, kegagalan menutup kesenjangan justru merugikan ekonomi global hingga triliunan dolar.

Selain pendanaan, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil. World Economic Forum meluncurkan Global Gender Parity Sprint 2030 pada 2024 di Davos untuk mempercepat kesetaraan ekonomi gender dalam empat tahun ke depan.

Program ini mendorong aksi nyata melalui peningkatan visibilitas, kebijakan kesetaraan upah, peluang kepemimpinan perempuan, serta dukungan di sektor teknologi, hijau, dan perawatan. Accelerator yang berjalan di 17 negara telah membantu lebih dari satu juta perempuan mengakses peluang ekonomi, dan pada 2024 rencana aksi juga diluncurkan di Ekuador, Honduras, dan Guatemala. Artinya, perubahan memang mungkin terjadi jika semua pihak bergerak bersama.

International Women’s Day bukan sekadar momen untuk mengunggah kutipan inspiratif atau foto bernuansa ungu. Ini adalah pengingat bahwa kesetaraan gender membutuhkan konsistensi, kebijakan nyata, dan dukungan lintas generasi.

Bagi perempuan Gen Z, momentum ini terasa semakin relevan karena masa depan ada di tangan kamu. Jadi saat hari perempuan sedunia kembali diperingati setiap 8 Maret, semoga itu bukan hanya seremoni, tetapi juga pengingat bahwa suara, pilihan, dan tindakan kamu hari ini ikut menentukan arah dunia esok hari.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE