Apa Itu Let Them Theory? Konsep Self-Healing yang Banyak Dibahas Gen Z

Retno Anggraini | Beautynesia
Jumat, 17 Jul 2026 15:00 WIB
Apa Itu Let Them Theory? Konsep Self-Healing yang Banyak Dibahas Gen Z
Mengenal konsep let them theory yang viral di kalangan Gen Z/Foto: Magnific.com/lifeforstock

Buku The Let Them Theory karya Mel Robbins belakangan menjadi salah satu bacaan self-help yang ramai diperbincangkan, terutama di kalangan dewasa muda dan Gen Z. Di Indonesia, buku ini bahkan telah terjual lebih dari 1.000 eksemplar dan menjadi salah satu judul yang sering muncul dalam rekomendasi buku self-help di media sosial.

Banyak pembaca penasaran dengan let them theory karena konsepnya terdengar sederhana, tetapi dianggap mampu membantu seseorang menghadapi hubungan yang melelahkan, ekspektasi berlebihan, hingga kebiasaan overthinking.

Meski terdengar seperti sekadar membiarkan orang lain bertindak sesuka hati, teori ini sebenarnya mengajarkan batasan yang sehat agar energi emosional tidak habis untuk mengendalikan sesuatu yang memang bukan menjadi tanggung jawab kita.

Melansir dari Verywell Mind, berikut penjelasan lengkap mengenai let them theory, mulai dari pengertiannya, manfaat, kelemahan, dampaknya terhadap hubungan dan kesejahteraan mental, hingga cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Let Them Theory

Let them theory adalah konsep yang mengajarkan seseorang untuk berhenti mengendalikan orang lain dan lebih fokus pada respons diri sendiri.
Pengertian let them theory/Foto: Magnific.com/pikisuperstar

Let them theory dipopulerkan oleh penulis dan motivator Mel Robbins melalui bukunya The Let Them Theory. Inti dari teori ini dapat diringkas dalam dua langkah sederhana, yaitu Let Them dan Let Me.

Ketika seseorang memilih pergi, berbeda pendapat, tidak menyukai kita, atau mengambil keputusan yang tidak sesuai harapan, respons pertama adalah membiarkan hal tersebut terjadi (let them). Setelah itu, langkah berikutnya adalah menentukan tindakan terbaik untuk diri sendiri (let me), misalnya menjaga batasan, menerima kenyataan, atau melanjutkan hidup tanpa terus memikirkan pendapat orang lain.

Pendekatan ini juga sering dikaitkan dengan praktik mindfulness karena sama-sama mengajarkan penerimaan terhadap hal-hal yang berada di luar kendali. Dengan menerima kenyataan tanpa terus melawan keadaan, kita dapat mengurangi beban emosional dan lebih fokus pada langkah yang benar-benar memberikan dampak positif bagi kehidupan kita.

Manfaat Let Them Theory

Manfaat let them theory/Foto: Pexels.com/Julio Lopez

Konsep let them theory menjadi populer bukan tanpa alasan. Banyak orang merasa cara berpikir ini membantu mereka lebih tenang dalam menghadapi situasi yang sebelumnya menguras energi, seperti hubungan yang tidak sehat, tekanan dari lingkungan, hingga kebiasaan memikirkan pendapat orang lain secara berlebihan.

Salah satu manfaat terbesar let them theory adalah membantu mengurangi stres dan overthinking. Banyak dari kita merasa lelah karena terus mencoba mengontrol tindakan, keputusan, atau pendapat orang lain. Padahal, semakin besar usaha untuk mengendalikan sesuatu yang berada di luar kendali, semakin besar pula rasa kecewa yang muncul ketika hasilnya tidak sesuai harapan.

Manfaat lain dari konsep ini adalah meningkatnya rasa percaya diri. Ketika kita tidak lagi menggantungkan harga diri pada validasi orang lain, kritik maupun penolakan tidak akan terlalu mudah menggoyahkan rasa percaya diri. Hal ini membuat kita lebih nyaman menjadi diri sendiri tanpa terus-menerus mencari pengakuan dari lingkungan.

Kelemahan Let Them Theory

Let them theory memiliki beberapa kelemahan jika diterapkan tanpa mempertimbangkan konteks.
Kelemahan let them theory/Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Salah satu kelemahan terbesar let them theory adalah potensi munculnya salah persepsi. Ada orang yang menganggap "membiarkan" berarti tidak perlu berkomunikasi, tidak perlu menyampaikan perasaan, atau memilih diam ketika menghadapi masalah.

Terlalu sering mengatakan "biarkan saja" juga berisiko membuat seseorang menghindari percakapan yang sebenarnya penting. Misalnya, ketika terjadi kesalahpahaman dengan pasangan atau rekan kerja, komunikasi tetap dibutuhkan agar masalah tidak terus berlarut.

Teori ini akan lebih efektif jika diimbangi dengan kemampuan mengenali emosi, berempati, dan berkomunikasi secara sehat. Dengan begitu, kita tidak hanya mampu menerima hal-hal di luar kendali, tetapi juga tetap bertanggung jawab terhadap hubungan dan keputusan yang berada dalam kendali kita.

Dampak pada Hubungan dan Kesejahteraan Mental

Dampak let them theory dalam hubungan/Foto: Magnific.com/Freepik

Menerapkan let them theory tidak hanya memengaruhi cara kita menyikapi masalah, tetapi juga berdampak pada kualitas hubungan dan kesehatan mental secara keseluruhan. Saat kita berhenti menghabiskan energi untuk mengendalikan orang lain, kita memiliki lebih banyak ruang untuk membangun hubungan yang lebih sehat sekaligus menjaga kesejahteraan emosi kita.

Dalam hubungan pertemanan, keluarga, maupun percintaan, let them theory mengajarkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri. Kita tidak bisa memaksa seseorang membalas perasaan, mengubah kepribadian, atau selalu bertindak sesuai keinginan kita.

Dari sisi kesehatan mental, konsep ini dapat membantu menurunkan tingkat stres karena kita tidak lagi terus-menerus memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali. Pikiran menjadi lebih tenang karena energi emosional dialihkan pada tindakan yang benar-benar bisa dilakukan, bukan pada hasil yang sepenuhnya ditentukan oleh orang lain.

Cara Menerapkan Let Them Theory dalam Kehidupan Sehari-hari

Menerapkan let them theory dapat dimulai dengan mengubah pola pikir, menerima hal-hal di luar kendali, dan lebih fokus pada tindakan yang bisa dilakukan untuk diri sendiri.
Cara menerapkan let them theory/Foto: Pexels.com/karola g

Langkah pertama dalam menerapkan let them theory adalah dengan membiasakan diri membedakan antara hal yang berada dalam kendali dan yang berada di luar kendali. Kita tidak bisa mengatur keputusan, ucapan, maupun perasaan orang lain. Namun, kita selalu memiliki kendali atas sikap dan respons yang dipilih ketika menghadapi situasi tersebut.

Setelah mampu menerima kenyataan tersebut, fokus berikutnya adalah menentukan tindakan terbaik untuk diri sendiri. Misalnya, ketika seseorang terus-menerus mengabaikan batasan yang telah kita buat, kita tidak harus memaksanya berubah. Sebaliknya, kita dapat memutuskan untuk menjaga jarak, mengurangi interaksi, atau menyampaikan perasaan dengan cara yang lebih sehat.

Let them theory menawarkan sudut pandang yang berbeda. Alih-alih menghabiskan energi untuk mengubah orang lain, konsep ini mengajak kita kembali fokus pada hal-hal yang benar-benar bisa dikendalikan, yaitu cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan untuk diri sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE