Kenapa Kita Lebih Mudah Overthinking di Malam Hari?
Lampu sudah dimatikan, tubuh sudah berbaring, tapi pikiran justru mulai berputar semakin kencang. Tiba-tiba kamu memikirkan percakapan yang terjadi tiga hari lalu, rencana yang belum selesai, atau hal-hal kecil yang terasa jauh lebih besar dari yang sebenarnya.
Jika ini terasa familiar, kamu tidak sendirian, kok, Beauties. Hal ini sering kita kenal dengan istilah overthinking. Tapi kenapa, ya, overthinking sering menghampiri di malam hari?
Dikutip dari Sleep Foundation, kecemasan di malam hari adalah pengalaman yang sangat umum dan bisa semakin memburuk justru saat kamu mencoba untuk beristirahat. Ada alasan-alasan yang nyata mengapa hal ini terjadi, dan memahaminya adalah langkah pertama untuk menghadapinya. Yuk, simak penjelasannya!
Tidak Ada Lagi Hal yang Mengalihkan Pikiranmu
Salah satu alasan paling mendasar mengapa pikiran terasa lebih ramai di malam hari adalah hilangnya semua gangguan yang biasanya mengisi harimu. Kecemasan di malam hari sering kali semakin parah ketika seseorang sudah berbaring di tempat tidur karena mereka tidak lagi memiliki gangguan dari aktivitas siang hari yang biasanya membantu mengalihkan perhatian dari kekhawatiran mereka.
Sepanjang hari, pikiranmu sibuk dengan pekerjaan, percakapan, tugas, dan berbagai hal lain yang mengisinya. Begitu malam tiba dan semua itu berhenti, pikiran yang tadi berhasil kamu tekan ke belakang mulai bermunculan ke permukaan tanpa ada yang menghalanginya.
Inilah mengapa malam hari sering terasa seperti waktu di mana semua masalah terasa lebih besar dari yang sebenarnya karena di sanalah pikiranmu akhirnya mendapat ruang penuh untuk bersuara.
Otak Belum Sepenuhnya Belajar untuk Bersantai
Alasan Lebih Mudah Overthinking di Malam Hari/Foto: Freepik/ Jcomp
Kondisi yang disebut hyperarousal atau keadaan siaga yang berlebihan adalah salah satu penghubung utama antara kecemasan dan masalah tidur. Dalam kondisi ini, otak tetap berada dalam mode waspada tinggi bahkan ketika tidak ada bahaya nyata yang sedang terjadi.
Kondisi ini bisa berkembang seiring waktu, terutama jika seseorang sudah terbiasa mengalami malam-malam yang penuh kekhawatiran. Lama-kelamaan, otak mulai mengasosiasikan tempat tidur dengan keadaan terjaga dan gelisah, bukan dengan istirahat.
Bukan berarti ada yang salah denganmu karena otak hanya melakukan apa yang sudah dilatihnya. Kabar baiknya, pola ini juga bisa diubah dengan latihan dan kesabaran.
Kekhawatiran Soal Tidur Itu Sendiri Membuat Segalanya Lebih Buruk
Ada satu pola yang cukup ironis, yaitu kekhawatiran tentang apakah kamu akan bisa tidur atau tidak justru menjadi salah satu hal yang paling sering membuatmu tidak bisa tidur. Orang dengan insomnia sering kali mulai mengembangkan kekhawatiran tentang apakah mereka akan mampu tertidur, dan kekhawatiran itu sendiri kemudian memperparah insomnia dan membuat tidur menjadi semakin sulit.
Siklus ini bisa terasa sangat melelahkan karena semakin keras kamu mencoba untuk tidur, semakin terjaga pula pikiranmu. Tubuhmu membaca usaha keras itu sebagai sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diatasi, bukan sesuatu yang perlu dilepaskan.
Kondisi Lain Bisa Muncul dan Memicu Kecemasan di Malam Hari
Alasan Lebih Mudah Overthinking di Malam Hari/Foto: freepik.com/DCStudio
Ada beberapa kondisi lain yang bisa memperburuk kecemasan khusus di malam hari. Misalnya, orang dengan gangguan mimpi buruk sering merasa sangat tertekan setelah terbangun dari mimpi yang mengganggu, dan kondisi seperti PTSD juga melibatkan mimpi buruk serta gangguan tidur yang bisa memicu kecemasan intens di tengah malam.
Serangan panik nokturnal juga bisa terjadi, yaitu kondisi di mana seseorang terbangun di tengah malam dengan perasaan cemas yang tiba-tiba dan intens tanpa penyebab yang jelas. Ini adalah pengalaman yang sangat nyata dan bisa sangat membingungkan bagi yang mengalaminya.
Jika kamu sering mengalami hal-hal seperti ini secara berulang, berbicara dengan profesional kesehatan mental bisa sangat membantu untuk menemukan penanganan yang tepat.
Kecemasan dan Kurang Tidur Saling Memperkuat Satu Sama Lain
Hal yang membuat pola overthinking di malam hari sulit diputus adalah karena kecemasan dan kurang tidur adalah dua hal yang saling memperburuk satu sama lain. Kecemasan malam hari bisa menyebabkan sulit tidur, dan kurang tidur itu sendiri kemudian meningkatkan kadar kortisol serta membuat kecemasan terasa lebih intens keesokan harinya.
Dengan kata lain, tidur yang buruk membuat otak lebih sensitif terhadap ancaman dan lebih sulit untuk mengatur emosi secara sehat. Ini menciptakan lingkaran yang terasa sulit keluar darinya, tapi bukan tidak mungkin untuk diputus.
Langkah-langkah sederhana seperti menjaga rutinitas tidur yang konsisten, mengurangi layar sebelum tidur, dan meluangkan waktu untuk menenangkan pikiran sebelum berbaring bisa menjadi awal yang sangat berarti.
Itulah lima alasan mengapa pikiran kita cenderung lebih ramai dan kecemasan terasa lebih berat justru di malam hari. Memahami penyebabnya bisa membantu kamu menyikapinya dengan lebih tenang, alih-alih merasa frustrasi atau menyalahkan diri sendiri.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!