Asal-Usul Hadirnya Lomba 17 Agustus untuk Rayakan Hari Kemerdekaan RI

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Kamis, 13 Aug 2026 10:00 WIB
Aneka Lomba 17 Agustus
Aneka Lomba 17 Agustus/Foto: Detik/Rifkianto Nugroho

Pernah bertanya-tanya kenapa setiap bulan Agustus suasana di sekitar lingkungan rumah mendadak ramai? Jalanan dihias, warga berkumpul, lalu berbagai perlombaan seru mulai digelar bersama.

Ternyata, tradisi tersebut punya cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar hiburan tahunan. Beberapa perlombaan bahkan sudah dikenal sejak masa Belanda dan Jepang, kemudian mengalami perubahan makna setelah Indonesia merdeka.

Aneka Lomba 17 Agustus

Aneka Lomba 17 Agustus/Foto: Detik/Rifkianto Nugroho

Kalau bulan Agustus sudah tiba, kamu pasti mulai melihat berbagai perlombaan di lingkungan sekitar. Balap karung, makan kerupuk, memasukkan pensil ke botol, dan pecah balon biasanya menjadi permainan yang paling ramai.

Untuk anak-anak, lomba seperti kelereng dalam sendok atau memasukkan pulpen ke botol bisa menjadi tantangan tersendiri. Mereka harus menjaga keseimbangan sekaligus bergerak cepat, sehingga tingkah peserta sering membuat penonton ikut tertawa.

Sementara itu, peserta dewasa biasanya menghadapi permainan yang membutuhkan tenaga dan kekompakan lebih besar. Tarik tambang menjadi salah satu favorit karena setiap anggota tim harus bekerja sama agar lawan berhasil ditarik melewati batas.

Ada juga panjat pinang yang biasanya menjadi puncak keseruan. Beberapa peserta harus bekerja sama memanjat batang licin untuk mendapatkan hadiah di bagian paling atas, sehingga strategi dan kekompakan benar-benar dibutuhkan.

Selain permainan tersebut, panitia juga sering membuat lomba yang lebih kreatif sesuai kondisi lingkungan. Justru variasi inilah yang membuat suasana perayaan semakin hidup, karena setiap tempat bisa punya permainan andalan yang berbeda.

Sejarah Lomba 17 Agustus

Sejarah Lomba 17 Agustus/Foto: Detik/Safir Maki

Melansir dari CNN Indonesia, menurut sejarawan JJ Rizal, sejumlah perlombaan yang masih dimainkan sampai sekarang memiliki kaitan dengan tradisi pada masa Belanda dan Jepang. Panjat pinang, tarik tambang, dan permainan kuda-kudaan menjadi beberapa contoh yang disebut memiliki jejak dari periode tersebut.

Panjat pinang sendiri disebut sudah terlihat dalam gambar-gambar dari masa kolonial. Sementara itu, pada masa pendudukan Jepang, kegiatan perlombaan juga ditemukan dalam acara ulang tahun Djawa Baroe yang waktunya berdekatan dengan masuknya Jepang ke Indonesia.

"Panjat pinang itu sudah terlihat di gambar-gambar kolonial. Lantas pada zaman Jepang saat ulang tahun Djawa Baroe yang dekat dengan masuknya Jepang ke Indonesia, di acara itu sudah terlihat lomba tarik beban berat, lomba kuda-kuda," ujar Rizal.

Setelah Indonesia merdeka, berbagai peninggalan tradisi tersebut kemudian diterima dan diteruskan masyarakat. Namun, tujuannya sudah berubah karena perlombaan tidak lagi berkaitan dengan penghormatan terhadap penguasa Belanda ataupun kedatangan Jepang.

Kini, permainan tersebut menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan Indonesia untuk mengenang lahirnya negara Indonesia. Bentuknya boleh berasal dari masa lalu, tetapi masyarakat memberikan suasana dan cerita baru melalui perayaan setiap tahunnya.

Rizal juga menjelaskan bahwa Indonesia memang memiliki kebiasaan mengadakan permainan ketika terdapat sebuah perayaan. Tradisi tersebut bahkan sudah ditemukan dalam berbagai lingkungan kerajaan jauh sebelum masa penjajahan.

"Setiap ada perayaan dipastikan ada perlombaan, seperti di kerajaan Aceh, lalu di kerajaan Mataram," ujar Rizal.

Lalu, apakah setiap permainan sejak awal memiliki makna khusus? Ternyata tidak juga, Beauties. Menurut Rizal, nilai yang sekarang melekat pada perlombaan justru dibentuk kemudian dan dikaitkan dengan pengalaman sejarah bangsa Indonesia.

"Nilai di seputar lomba-lomba itu dibangun kemudian disesuaikan dengan nilai historis. Seperti lomba balap karung identik dengan kesusahan zaman Jepang, kemudian panjat pinang identik dengan gotong royong," katanya.

Jadi, sejarah lomba 17-an ternyata tidak sesederhana yang selama ini kita bayangkan. Tradisi lama tersebut mengalami perubahan konteks hingga akhirnya menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kemeriahan Agustus.

Kalau kamu ikut perlombaan tahun ini, sekarang jadi tahu bahwa keseruannya punya perjalanan panjang. Bukan sekadar berebut hadiah, kegiatan tersebut juga menunjukkan bagaimana masyarakat memberi makna baru pada tradisi dari masa ke masa.

Dari banyaknya lomba 17 Agustus yang ada, kamu ikutan yang mana nih, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE