Kirab Malam 1 Suro adalah tradisi sakral yang diadakan setiap tahun. Tradisi ini memiliki makna yang mendalam, yakni sebuah ajakan untuk pulang, kembali ke jati diri masing-masing.
"Pulang ke rumah, pulang ke alam, pulang untuk kembali ke diri sendiri," ucap Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegran, GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura (11/6/2026), seperti yang dikutip dari DetikJateng. "Karena itu lah spirit atau makna dari Suro sesuai di Mangkunegaran, yaitu pulang atau mulih. Tentu pulang terkait tidak hanya secara arti pulang, tapi juga kembali ke alam, ke semesta, diri kita sendiri, dan terutama untuk memulihkan diri kita sendiri atau pulih."
Oleh karena itu, Beauties, semua yang hadir harus mengikuti rangkaian acara dan menghormati aturan yang berlaku, termasuk dari segi tata cara berpakaian. Dalam pakemnya, laki-laki mengenakan beskap dan perempuan mengenakan kebaya, Beauties. Atasan harus berwarna hitam dan dipasangkan dengan jarik wiru. Selain itu, ada beberapa unsur berpakaian lainnya yang disebutkan dalam panduan ageman malam 1 Sura Mangkunegaran yang dijelaskan melalui akun Instagramnya.