Ikut serta dalam Pramuka tidak hanya seputar kegiatan yang seru dan menantang. Lebih dari itu, Pramuka mengajarkan banyak nilai-nilai karakter bagi para anggotanya sehingga mereka bisa mengembangkan diri. Inilah yang diharapkan dapat terbentuk selama berproses di Pramuka.
Hal-hal yang diajarkan dalam Pramuka tidak bertumpu pada teori semata, sebab sejumlah nilai dipraktikkan dan dilatih agar terbentuk melalui kegiatan-kegiatan kepramukaan. Lantas apa saja nilai-nilai karakter yang dipelajari selama di Pramuka? Simak selengkapnya di bawah ini.
Kemandirian
Ilustrasi mandiri/ Foto: Freepik.com/freepik |
Belajar menjadi mandiri dalam Pramuka sudah menjadi suatu keharusan. Bagaimana tidak? Para anggota mengikuti serangkaian kegiatan seperti perkemahan.
Oleh karenanya, mereka dituntut untuk dapat mandiri selama di perkemahan. Mulai dari menyiapkan makanan sendiri, mencuci aneka peralatan selama berkemah, merapikan area tenda perkemahan, dan lainnya.
Dalam kegiatan perkemahan juga mereka akan belajar makna kesederhanaan dan tidak bergantung pada orang lain. Meskipun biasanya berkelompok, tapi masing-masing dari anggota akan diajarkan untuk mandiri.
Kedisiplinan
Ilustrasi disiplin waktu/ Foto: Freepik.com/wirestock |
Selanjutnya adalah kedisiplinan. Setiap anggota pramuka diharuskan untuk dapat disiplin mengikuti jadwal yang telah disepakati. Hal ini akan ditempa melalui kegiatan-kegiatan yang mereka jalani. Misalnya dalam kegiatan tertentu yang mengharuskan mereka bermalam atau camping, mereka telah punya rangkaian jadwal terkait aktivitas yang akan dilakukan.
Termasuk jam bangun pagi, dan apa yang harus dilakukan setelah bangun pagi hingga mengakhiri hari. Ini juga membuat mereka lebih menghargai waktu dan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menjalankannya dengan baik.
Tanggung Jawab
Ilustrasi tanggung jawab/ Foto: Freepik.com/jcomp |
Salah satu nilai karakter yang ditempa lewat Pramuka adalah tanggung jawab. Setiap anggota yang tergabung dalam regu biasanya akan diberi tugas masing-masing. Oleh karenanya, mereka paham bahwa meskipun ada kerja sama tim, mereka tetap punya tanggung jawab masing-masing yang harus diselesaikan. Misalnya saja, ada yang diberi tanggung jawab menyiapkan api unggun, ada yang diberi tanggung jawab memasang tenda, dan lainnya.
Dengan adanya tanggung jawab ini, mereka paham dan berusaha menggunakan seluruh kemampuan dan kreativitasnya untuk dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Nilai tanggung jawab ini akan menjadi bekal mereka ke depannya.