sign up SIGN UP

BeauPicks: 5 Buku Tentang Kesehatan Mental Karya Penulis Korea yang Bisa Bikin Kamu Lebih Mindfulness

Dian Purnamasari | Beautynesia
Rabu, 05 Jan 2022 23:00 WIB
BeauPicks: 5 Buku Tentang Kesehatan Mental Karya Penulis Korea yang Bisa Bikin Kamu Lebih Mindfulness
caption
Jakarta -

Tahun 2022 sebentar lagi akan segera tiba, sudahkah kamu membuat resolusi untuk hidupmu di tahun depan? Jika salah satu resolusimu adalah mempraktikkan mindfulness, maka membaca buku-buku tentang kesehatan mental dapat membantumu, Beauties.

Dilansir dari laman CNN, mindfulness adalah praktik sederhana yang dapat dilakukan untuk menenangkan badan dan pikiran. Secara bahasa mindfulness berarti kesadaran, perhatian, atau memusatkan perhatian. Sedangkan secara praktik, mindfulness merupakan kegiatan untuk memfokuskan pikiran pada kondisi saat ini, bukan masa lalu dan juga bukan masa depan.

Mindfulness juga bertujuan untuk menemukan keseimbangan dalam kehidupan. Mindfulness memberikan ruang kepada badan dan juga pikiran untuk rehat dari berbagai masalah dan tekanan.

Agar di tahun 2022 kamu dapat lebih mindfulness, berikut rekomendasi buku tentang kesehatan mental karya penulis Korea yang wajib kamu baca. Tenang, buku-buku tersebut mudah kamu dapatkan dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kok, Beauties.

1. I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki 1 dan 2

I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki 1 dan 2
I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki 1 dan 2/Foto: goodreads.com

Buku yang best seller di Korea ini banyak direkomendasikan sebagai buku yang dapat membuatmu lebih mindfulness. I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki adalah sebuah esai yang berisi pengalaman penulis, Baek Se Hee, selama melakukan konsultasi dengan psikiater untuk mengatasi distimia yang dideritanya.

Dilansir dari hopkinsmedicine, distimia adalah bentuk depresi ringan tapi bertahan lama atau terjadi secara terus-menerus. Orang dengan kondisi ini juga bisa mengalami depresi berat pada waktu tertentu.

Menariknya dari buku ini, penulis tidak menulis seperti buku teori pada umumnya, tapi menjabarkan dalam bentuk percakapan antara ia dan psikiater. Jadi kamu bisa benar-benar tahu apa yang dibicarakan selama penulis menjalani terapinya.

Melalui buku ini kamu juga jadi tahu, apa saja yang dilakukan dan dibicarakan dengan psikiater saat kamu melakukan konsultasi. Cocok untukmu yang berencana melakukan konsultasi dengan psikiater atau psikolog.

2. Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?

Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?
Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?/Foto: goodreads.com

Membaca judulnya mungkin kamu merasa buku ini suram. Meski mengambil judul tentang kematian, nyatanya buku ini memberimu banyak pelajaran tentang kehidupan.

Buku ini berisi empat bab yaitu Kesalahan, Hati yang Hilang, Sejarah dan Semoga Itu Kebahagiaan. Dalam setiap babnya terdapat beberapa sub bab yang dapat memudahkan kamu memilih topik yang ingin dibaca terlebih dahulu. Jadi buku ini bisa dibaca secara berurutan atau secara acak, Beauties.

Buku ini mengajarkan kamu banyak hal tentang kehidupan tanpa terasa menggurui. Karena pesan yang ingin disampaikan sang penulis, Kim Sang Hyun, adalah harapan agar seseorang dapat bahagia menjalani hidupnya, serta menjadi orang baik agar kita dikelilingi orang-orang baik.

Pesan terakhir dari penulis adalah, bahwa kita semua adalah manusia biasa yang bisa merasakan sedih, marah, bahkan melakukan kesalahan dan itu suatu yang normal. 

3. Aku Ingin Pulang Meski Sudah di Rumah

Aku Ingin Pulang meski Sudah di Rumah
Aku Ingin Pulang meski Sudah di Rumah/Foto: Penerbit Haru


Seperti judulnya, buku ini banyak membicarakan tentang arti rumah. Bagi beberapa orang, rumah bukan hanya sekadar bangunan tempat kamu pulang dan tidur, tapi juga menjadi tempat ternyaman di mana kamu bisa melakukan segala hal yang kamu suka.

Buku yang sempat ramai dibicarakan karena mendapat rekomendasi dari V BTS ini memang wajib banget kamu baca, Beauties. Bukan hanya karena mendapat rekomendasi dari V BTS, tapi memang karena buku ini dapat membuatmu lebih mindfulness.

Buku karya Kwon Rabin ini, banyak menggambarkan tentang manusia yang memiliki perbedaan, merasa kebingungan dan terasing di lingkungannya. Karenanya seseorang akan selalu mencari ‘rumah’ yang aman untuknya.

Arti rumah dalam buku ini tidak hanya sebuah bangunan, tapi bisa saja sebuah lingkungan, pertemanan, bahkan hubungan persaudaraan yang nyaman, di mana saat kita bersama mereka kita merasa sedang pulang.

4. Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah
Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah/Foto: goodreads.com

Dari judulnya saja kamu pasti sudah bisa menebak, kalau buku ini sangat cocok dibaca untuk kamu yang ingin lebih mindfulness. Berisi tentang kehidupan yang terkadang sangat melelahkan untuk dijalani, merasa bersalah akan keadaan, dan tak berdaya padahal sudah melakukan yang terbaik.

Buku karya Geulbaewoo, bisa jadi buku yang dapat memelukmu disaat sulit, karena buku ini mampu membuatmu kembali mencintai dirimu apa pun keadaannya, serta mampu membuatmu lebih tenang saat tubuh dan pikiran sedang lelah.

Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Kau Pasti Bisa Mewujudkan Banyak Hal meski Harus Jatuh Bangun Berulang Kali, Untukmu yang Kelelahan karena Selalu Menahan Semuanya Sendirian, dan Kesukaan yang Paling Menunjukkan Jati Diri.

Itulah beberapa buku tentang kesehatan mental yang bisa kamu baca, agar tahun 2022 nanti kamu dapat lebih mindfulness serta kesehatan mentalmu selalu terjaga dengan baik, Beauties!

[Gambas:Youtube]

--------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Our Sister Site

mommyasia.id