Belajar dari Tinder Swindler, Ini Tips Agar Terhindar dari Catfishing Menurut Dokter Cinta
Sejak hari pertama dirilis, yaitu pada 2 Februari 2022, film dokumenter The Tinder Swindler rupanya mengundang banyak penasaran orang-orang untuk menontonnya. Bukan perkara pemeran di dalamnya, melainkan kasus kejahatan yang relate di era digital seperti sekarang ini.
Dalam dokumenter true-crime tersebut dikisahkan seorang penipu ulung asal Israel bernama Simon Leviev yang berhasil mengelabui banyak perempuan melalui aplikasi kencan ternama Tinder. Setidaknya ada tiga perempuan yang diketahui menjadi korban dan bersaksi dalam dokumenter tersebut.
Mereka adalah Cecilie Schrøder Fjellhøy, Ayleen Koeleman, dan Pernilla Sjoholm. Ketiga perempuan tersebut mengisahkan pertemuannya dengan Simon Leviev melalui Tinder yang berujung pada catfishing atau penipuan online berkedok cinta.
Paspor Simon Leviev. / Foto: netflix.com |
Sebelum ditipu, korban mengalami alur yang sama. Mereka ditunjukkan kehidupan mewah palsu pelaku, dihujani kata-kata manis, janji palsu hingga korban percaya, dan dimintai pertolongan berupa peminjaman sejumlah uang ke bank atas nama korban.
Tak tanggung-tanggung, dari para korbannya, Simon berhasil mendapatkan sekitar USD10 juta atau setara Rp143 miliar. Uang itu kemudian ia pakai untuk mencari mangsa baru dengan berkencan lalu menipu korban dan berulang. Modus Simon Leviev ini diketahui sebagai penipuan dengan skema ponzi.
Fenomena ini tentu bukan hal baru di dunia kencan online. Sebelumnya, ada kisah serupa terungkap melalui tayangan di MTV, yaitu Catfish: The TV Show, reality show yang bertindak sebagai agen rahasia untuk menyelidiki fakta kencan online seseorang yang meminta bantuan pada mereka.
Cara Menghindari Catfishing
Ilustrasi kencan online. (Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio) |
Ada banyak cara untuk terhindar dari jebakan catfishing ketika kamu memutuskan mencari relasi baru secara daring. Melalui laman Tudum Netflix, Dr. Kelly Campbell, seorang profesor psikologi di California State University, San Bernardino, yang juga dokter cinta di kehidupan nyata, mengatakan telah meneliti topik ini secara luas dan menemukan sedikit perbedaan dari apa yang kita lihat pada budaya pop.
"Ketika saya memulai penelitian saya, saya menyadari ada lebih banyak alasan mengapa ini terjadi daripada yang digambarkan di Catfish: The TV Show," kata Campbell. Melihat fenomena itu, Campbell memberi tips bagaimana agak kamu tidak terpancing ke godaan palsu.
Jangan Mudah Baper
Ilustrasi kencan online. (Foto: Freepik.com/tirachardz) |
Seorang pelaku catfish umumnya mencari mangsa lewat online. Mereka banyak berinteraksi dan mengenalkan diri secara daring. Campbell menyarankan agar kamu tidak keburu baper ketika bertemu seseorang secara online pertama kali. "Tip yang paling penting adalah bertemu dengan orang tersebut sebelum terlibat secara emosional," saran Campbell.
Namun, sebelumnya, kamu bisa menggunakan fitur panggilan video untuk memastikannya ada dan asli atau tidak. Namun, perlu diingat bahwa video call pun bisa dimanipulasi. "Waspadalah terhadap orang-orang yang datang terlalu intens. Cari gambar dan konten profil mereka di Google, karena kamu mungkin menemukan mereka muncul di tempat lain," imbuhnya.
Pakai Aplikasi Kencan Berbayar
Ada perbedaan yang mencolok antara aplikasi kencan berbayar atau tidak. Biasanya, kamu harus memberi beberapa informasi yang hanya bisa dilacak jika kamu menggunakan aplikasi berbayar. Nah, pelaku catfish cenderung menghindar hal itu.
Ilustrasi kencan online. (Foto: Pexels/Andreas Ayrton) |
Mereka lebih suka menjangkau mangsa melalui media sosial. "Jadi, waspadalah ketika seseorang menghubungi kamu secara tiba-tiba di media sosial, terutama jika mereka tampak sempurna di kehidupan nyata," lanjut Campbell.
Waspada pada Orang yang Mengaku Kaya
Belajar dari modus Simon Leviev, yang memperkenalkan diri sebagai putra konglomerat pengusaha berlian, kamu juga perlu waspada pada orang-orang yang mengaku kaya atau terkenal. Kendati kamu menemukan fakta yang sama di internet, tapi kamu perlu menyadari bahwa itu adalah tindakan narsistik.
Ilustrasi kencan online. (Foto: freepik.com/freepik)/ Foto: Retno Wulandari |
Narsistik sering dipakai pelaku catfish untuk menarik perhatian para korban, karena kebanyakan orang ingin didekati oleh orang kaya dan terkenal. "Carilah masukan dari keluarga dan teman-teman terpercaya kamu, karena mereka dapat melihat hal-hal lebih objektif daripada kamu," tandas Campbell kepada Netflix.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Paspor Simon Leviev. / Foto: netflix.com
Ilustrasi kencan online. (Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi kencan online. (Foto: Freepik.com/tirachardz)
Ilustrasi kencan online. (Foto: Pexels/Andreas Ayrton)
Ilustrasi kencan online. (Foto: freepik.com/freepik)/ Foto: Retno Wulandari