Benarkah Memelihara Seekor Anjing Dapat Mengurangi Risiko Skizofrenia?
Hewan Peliharaan sebagai Animal Therapy
Foto: https://unsplash.comDilansir dari halaman HelpGuide, memelihara hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing, mampu mengurangi stres, depresi, menghilangkan kesepian, mendorong minat olahraga dan bersenang-senang, hingga meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, memelihara hewan peliharaan juga dapat membantu anak-anak untuk tumbuh lebih aman dan aktif. Sedangkan bagi para lansia, hewan-hewan ini dapat menjadi sahabat yang baik dan setia.
Hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, juga sering dimanfaatkan sebagai animal therapy untuk menyembuhkan masalah kesehatan mental. Salah satu alasannya adalah karena hewan peliharaan memenuhi kebutuhan dasar manusia akan sentuhan. Membelai, memeluk, atau menyentuh binatang kesayangan dapat menenangkan seseorang saat dirinya dilanda stres atau cemas.
Pengaruh Memelihara Anjing terhadap Gangguan Skizofrenia
Foto: https://unsplash.comMenurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh Robert Yolken, profesor neurovirologi di Johns Hopkins Children's Center, memelihara anjing sejak usia dini dapat mengurangi kemungkinan menderita gangguan skizofrenia di masa depan.
Dalam penelitian yang dilakukan di Sheppard Pratt Health System di Baltimore, Yolken dan timnya menyelidiki hubungan antara paparan kucing atau anjing selama 12 tahun pertama kehidupan dengan diagnosis skizofrenia atau gangguan bipolar. Sampel yang diteliti terdiri dari 1.371 orang berusia 18-65 tahun, terdiri dari 396 orang penderita skizofrenia, 381 orang dengan gangguan bipolar dan 594 orang melakukan kontrol. Dalam kasus skizofrenia, para peneliti terkejut melihat adanya penurunan yang signifikan secara statistik pada risiko seseorang mengalami gangguan tersebut jika terpapar anjing sejak usia awal.
Hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang terpapar dengan anjing peliharaan sebelum usia 13 tahun secara signifikan punya risiko lebih kecil, yakni sebesar 24% didiagnosis skizofrenia. "Efek perlindungan yang paling besar ditemukan pada anak-anak yang memiliki anjing peliharaan saat lahir atau sebelum usia 3 tahun," kata Yolken.
Alasan Dibaliknya
Foto: https://unsplash.comPenelitian terdahulu menyebutkan bahwa terekspos dengan hewan peliharaan, baik kucing atau anjing sejak usia dini, dapat membentuk atau mengubah sistem kekebalan tubuh, termasuk dalam merespons alergi, kontak dengan bakteri dan virus zoonosis, perubahan pada mikrobiome rumah, dan mengurangi efek stres pada otak manusia. Dalam hal ini, beberapa peneliti menduga bahwa "modulasi kekebalan" tersebut mampu mengubah risiko pengembangan gangguan kejiwaan secara genetik pada diri seseorang.
Selanjutnya, Yolken juga menjelaskan bahwa ada beberapa penjelasan yang masuk akal terhadap efek ''protektif" akibat kontak dengan anjing. Hal ini mungkin disebabkan oleh sesuatu yang terdapat di dalam microbiome anjing dapat ditularkan ke manusia sehingga mampu mendukung sistem kekebalan atau menurunkan kecenderungan genetik terhadap gangguan skizofrenia.
Itulah hasil penelitian tentang dampak memelihara anjing dalam mengurangi risiko gangguan skizofrenia. Rupanya, memang punya dampak positif lho ladies. Apakah kamu juga punya peliharaan anjing di rumah?