Berapa Lama Durasi Liburan Ideal untuk Cegah Burnout? Ini Kata Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 12 Aug 2026 15:00 WIB
Durasi Liburan yang Ideal untuk Cegah Burnout
Durasi Liburan yang Ideal untuk Cegah Burnout/Foto: Freepik.com/Freepik

Beauties, kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah burnout. Istilah ini semakin populer di kalangan pekerja. Burnout adalah kondisi kelelahan secara fisik, mental, dan emosional akibat stres berkepanjangan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah burnout, salah satunya adalah dengan mengambil cuti dan pergi liburan. Menurut psikolog Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., liburan bukan hanya sekadar waktu istirahat dan mengambil jeda sejenak dari rutinitas harian. Liburan juga bisa menjadi strategi untuk mencegah burnout.

"Ini adalah kesempatan bagi otak dan tubuh untuk keluar dari kondisi tuntutan yang berkepanjangan, situasi yang terlalu sering kita alami saat ini," ujarnya kepada Parade. "Kita hidup dalam siklus yang tiada henti berisi tenggat waktu, pengambilan keputusan, beban emosional, notifikasi yang terus-menerus, serta antisipasi terhadap hal berikutnya."

Meskipun liburan bisa membantu kita beristirahat dan menyegarkan pikiran, ini tidak serta merta dapat mengatasi akar masalah jika kamu masih kembali ke lingkungan atau kebiasaan yang membuatmu stres, Beauties. Mengatasi burnout biasanya menuntut adanya perubahan lingkungan dalam jangka panjang.

"Meski demikian, jika direncanakan dengan sungguh-sungguh, liburan bisa menjadi cara yang indah untuk terhubung kembali dengan diri sendiri dan menilai apakah lingkungan Anda perlu diubah atau tidak, alih-alih sekadar menjalani hidup tanpa kesadaran penuh," tambahnya.

Lantas, berapa lama, sih, durasi liburan yang ideal untuk mencegah burnout? Yuk, simak jawabannya berikut ini!

Durasi Liburan yang Ideal untuk Cegah Burnout

Soft adventure menjadi tren liburan 2026 karena mudah diakses dan inklusif bagi perempuan dengan beragam preferensi perjalanan.

Durasi Liburan yang Ideal untuk Cegah Burnout/Foto: Freepik.com/Freepik

Menurut Dr. McGeehan, durasi liburan yang disarankan oleh psikolog adalah sekitar 7 hingga 8 hari. Durasi liburan ini memungkinkan kita untuk melepaskan diri secara psikologis dari pekerjaan, memulihkan diri, dan benar-benar menyegarkan diri, berbeda halnya dengan jeda istirahat singkat atau micro-breaks.

Dr. McGeehan mengatakan bahwa liburan menciptakan jarak psikologis dari berbagai pemicu stres sehari-hari.

"Otak kita sangat bergantung pada konteks," jelasnya. "Jadi, saat Anda meninggalkan lingkungan sehari-hari, secara alami Anda berhenti memikirkan hal-hal dan rutinitas yang sama yang memelihara stres; dengan begitu, otak bisa melakukan detoksifikasi dari hormon kortisol yang terus-menerus diproses setiap harinya."

Namun, biasanya dibutuhkan waktu lebih dari satu atau dua hari untuk benar-benar melepaskan diri secara psikologis dari pekerjaan dan kehidupan sehari-hari di rumah, Beauties.

"Jika dipikir-pikir, beberapa hari pertama biasanya dihabiskan untuk memulihkan waktu tidur akibat perjalanan, lalu butuh waktu sekitar satu hari lagi untuk melepaskan pikiran dari pekerjaan," catat psikolog tersebut. "Baru setelah melewati masa penyesuaian awal itulah tubuh Anda bisa merasakan pemulihan yang lebih mendalam."

Dr. McGeehan melaporkan bahwa beberapa manfaat lain dari liburan bagi otak meliputi:

  • Respons stres yang lebih tenang
  • Pemulihan daya fokus/perhatian
  • Peningkatan kreativitas
  • Terhubung kembali dengan jati diri

"Menurut pendapat saya, manfaat terbesar yang dirasakan sistem saraf Anda saat mengambil cuti adalah kemampuan untuk kembali dan menyadari bahwa Anda lebih dari sekadar pekerjaan, lebih dari sekadar gaji, dan lebih dari sekadar penilaian tim eksekutif terhadap diri Anda," tambahnya.

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE