Usia 20-an sering disebut sebagai fase eksplorasi di mana anak muda sering mencoba banyak hal baru, membangun karier, dan menikmati hasil kerja pertama.
Sayangnya, di fase ini pula banyak kesalahan finansial yang kerap dianggap sepele. Padahal, keputusan kecil yang diambil sekarang bisa berdampak besar pada kondisi keuangan di masa depan.
Tanpa disadari, kebiasaan finansial yang salah di usia 20-an dapat membuat seseorang terjebak dalam masalah keuangan jangka panjang. Berikut empat kesalahan finansial yang paling sering terjadi dan perlu diwaspadai sejak dini.
1. Menghindari Budgeting Karena Merasa Gaji Masih Kecil
|
Tidak membuat anggaran/ Foto: Freepik.com/benzoix |
Banyak orang di usia 20-an berpikir bahwa budgeting alias membuat anggaran belum terlalu penting karena penghasilan masih terbatas. Akibatnya, uang digunakan tanpa perencanaan yang jelas dan sering kali habis sebelum akhir bulan. Pola pikir “nanti saja kalau gaji sudah besar” justru menjadi jebakan yang berbahaya.
Anggaran bukan soal besar atau kecilnya gaji, melainkan tentang mengatur prioritas. Tanpa anggaran, sulit mengetahui ke mana uang pergi dan pengeluaran mana yang sebenarnya bisa ditekan.
Kebiasaan ini dapat berlanjut hingga penghasilan meningkat, sehingga membuat gaya hidup ikut naik tanpa kontrol. Padahal, belajar mengelola keuangan sejak penghasilan pertama akan membentuk disiplin finansial yang sangat berguna di masa depan.