Blue Light Turunkan Angka Bunuh Diri di Jepang, Ini Penjelasan Menurut Penelitian
Beauties, mungkin kamu sering mendengar kasus bunuh diri banyak terjadi di Jepang. Negara ini pun menerapkan cara yang cukup tidak biasa untuk menurunkan angka kasus tersebut, yaitu dengan memasang lampu LED berwarna biru di sejumlah peron.
Kebijakan ini menarik perhatian setelah beberapa penelitian menemukan adanya penurunan jumlah kasus bunuh diri di stasiun yang mendapat pemasangan lampu tersebut.
Pada tahun 2009, Perusahaan Kereta Api Jepang Timur bertindak setelah kasus bunuh diri di jalur kereta api meningkat dari 42 di tahun 2007 menjadi 68 pada tahun 2009. Perusahaan tersebut kemudian memasang lampu biru khusus di atas peron di semua 29 stasiun di Jalur Yamanote.
Melansir dari Psychology Today, warna biru dikaitkan dengan langit dan laut, dan pemasangan lampu tersebut menjadi upaya untuk menenangkan seseorang yang mungkin sedang mengalami kesulitan.
Beberapa Penelitian Blue Light Turunkan Angka Bunuh Diri di Jepang
Blue light disebut bisa turunkan bunuh diri di Jepang. Penelitian menyebutkan hingga 84 persen/Foto: pexels.com/Federico Abis
Penelitian mengenai pemasangan blue light di peron stasiun Jepang menemukan adanya penurunan kasus bunuh diri yang cukup besar setelah lampu tersebut dipasang. Studi awal pada tahun 2013, Journal of Affective Disorders melaporkan penurunan hingga 84% selama 2000 hingga 2010. Studi lanjutan juga menemukan penurunan, tetapi penelitian lain kemudian mempertanyakan besarnya efek tersebut.
Dilansir dari Psychology Today, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti lain menemukan bahwa kasus bunuh diri di kereta api Jepang meningkat setelah beberapa hari cuaca buruk. Para ilmuwan di Universitas Ilmu Kedokteran Shiga menganalisis 971 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri menyebutkan bahwa paparan cahaya (blue light atau cahaya putih terang) di kereta api mungkin bisa membantu mengurangi bunuh diri di kereta api, terutama ketika diperkirakan akan ada hari-hari tanpa sinar matahari.
Para peneliti pun masih mempelajari berbagai kemungkinan, termasuk bagaimana cahaya biru memengaruhi kondisi psikologis seseorang dan perilaku penumpang saat berada di peron. Penelitian mengenai hal ini masih berlanjut. Pada tahun 2026, kelompok peneliti di Karolinska Institute menyebut bahwa alasan di balik kemungkinan keberhasilan blue light masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
|
Baca Juga : 5 Manfaat Silent Walking untuk Kesehatan
|
Blue Light Bukan Satu-Satunya Upaya Pencegahan
Blue light bukan satu-satunya upaya pencegahan. Jepang juga memanfaatkan teknologi AI/Foto: pexels.com/Jerry Wang
Untuk mengurangi pencegahan bunuh diri, Jepang tidak hanya mengupayakan pemasangan blue light di stasiun. Beberapa cara, termasuk pemasangan penghalang fisik dan platform screen doors. Rencana tersebut sedang berjalan di setiap stasiun Tokyo hingga tahun 2032.
Menurut laporan Anadolu Agency pada Juni 2026, sistem AI yang dikembangkan perusahaan Jepang Asilla dapat menganalisis rekaman CCTV dan memberi peringatan kepada petugas ketika mendeteksi pola perilaku tertentu, seperti seseorang yang terlalu lama berada di dekat tepi peron atau pagar gedung. Teknologi ini telah digunakan di sejumlah stasiun dan fasilitas komersial di Tokyo serta Prefektur Kanagawa.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!