sign up SIGN UP

Bukan Cuma Hujan Bulan Juni, Berikut 5 Karya Sapardi Djoko Damono yang Wajib Beauties Baca!

Debby Diah Ekawati Erawan | Beautynesia
Rabu, 22 Jun 2022 06:00 WIB
Bukan Cuma Hujan Bulan Juni, Berikut 5 Karya Sapardi Djoko Damono yang Wajib Beauties Baca!
caption

Berada di bulan Juni, rasanya selalu menjadi saat yang tepat untuk kembali membaca sekaligus mengenang salah satu karya dari Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni. Kumpulan puisi yang berjudul Hujan Bulan Juni ini kemudian diterbitkan dalam versi novel dengan judul yang sama. Bercerita tentang tokoh utama Pingkan dan Sarwono, bahkan sampai diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar.

Nggak heran, karya Sapardi yang satu ini rasanya memang lekat di hati para pembacanya. Apakah Beauties pernah membacanya? Atau ingin membaca karyanya yang lain tapi bingung mau membaca yang mana dulu? Ini dia 5 karya Sapardi Djoko Damono yang wajib kamu baca!

Bilang Begini, Maksudnya Begitu

Bilang Begini Maksudnya Begitu/Foto: Goodreads
Bilang Begini, Maksudnya Begitu/Foto: Goodreads

Sapardi, melalui buku ini ingin mengajak kita agar lebih bisa mengapresiasi puisi. Kita juga mungkin menyadari, apa yang ditulis oleh seorang penyair tidak melulu memiliki arti secara harfiah, sesuai dengan judulnya, penyair mungkin bilang begini tetapi memiliki maksud begitu.

Sapardi mengajarkan kita bagaimana cara untuk tetap bisa menikmati isi puisi sekaligus menangkap makna yang disampaikan, bisa tentang sikap, suasana, cerita, maupun gagasan.

Melipat Jarak: Sepilihan Puisi

Melipat Jarak: Sepilihan Sajak/Foto: Goodreads
Melipat Jarak: Sepilihan Sajak/Foto: Goodreads

mencintai cakrawala

harus menebas jarak

mencintai-Mu

harus menjelma aku

Ada yang familiar dengan potongan sajak super manis dan romantis ini? Sajak-Sajak Kecil Tentang Cinta bisa kamu temukan dalam buku Melipat Jarak: Sepilihan Puisi. Tidak hanya puisi Sajak-Sajak Kecil Tentang Cinta, kamu juga bisa menemukan sajak-sajak manis karya Sapardi lainnya dalam buku ini.

Duka-Mu Abadi

Duka-Mu Abadi/Foto: Goodreads
Duka-Mu Abadi/Foto: Goodreads

Berisi 43 puisi yang ditulis pada tahun 1967 dan 1968 yang menceritakan tentang pembebasan, dan berbagai sudut pengalaman. Indah namun sedih.
Dilansir dari detikhot, pada tahun 2017 yang bertepatan dengan usia Sapardi yang ke-77, beliau merilis tujuh buku.

Di antara 7 buku itu, seperti yang dilansir dari detikhot ada novel yang diterbitkan dengan judul Pingkan Melipat Jarak. Keenam bukunya berupa kumpulan puisi, di antaranya: Kolam, Ada Berita Apa Hari Ini?, Namaku Sita, Sutradara itu Menghapus Dialog Kita, Den Sastro?, Ayat-Ayat Api, dan Duka-Mu Abadi.

Yang Fana Adalah Waktu

Yang Fana Adalah Waktu/Foto: Goodreads
Yang Fana Adalah Waktu/Foto: Goodreads


Novel yang merupakan lanjutan dari Hujan Bulan Juni dan Pingkan Melipat Jarak, tentunya masih mengisahkan tokoh Pingkan dan Sarwono. Apakah pada akhirnya mereka dipertemukan atau dipisahkan oleh waktu?

“Kita menyukai dongeng yang katamu indah itu meskipun sebenarnya tidak sepenuhnya memahami apa maknanya. Sar, kalau saja kita bisa hidup di luar waktu, tiba-tiba katamu.”

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang/Foto: Goodreads
Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang/Foto: Goodreads


Siapa yang tidak kenal dengan Rintik Sedu? Tulisannya yang seringkali berhasil membuat banyak generasi muda merasa relate terutama yang sedang galau ini berkolaborasi dengan Sapardi.

Hmm, kira-kira bagaimana, ya, kolaborasi perempuan dari generasi saat ini disatukan dengan romantisnya Sapardi? Penasaran? Yuk, langsung masukkan buku ini ke dalam book wishlist kamu!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id