Bukan Hanya Ikigai, Ini 5 Filosofi Jepang yang Populer di Seluruh Dunia

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Rabu, 29 Jul 2026 11:30 WIB
3. Wabi-Sabi
Wabi-Sabi/Foto: pexels.com/Dương Nhân

Jepang dikenal dengan filosofi hidup yang masih menginspirasi orang-orang di berbagai belahan dunia. Ikigai adalah salah satu filosofi yang paling terkenal.

Namun tahukah kamu, selain Ikigai, ada pula konsep lain yang mengajarkan tentang menerima diri, bertumbuh sedikit demi sedikit, hingga menemukan ketenangan di tengah rutinitas. Yuk, kenali lima filosofi Jepang yang mendunia berikut ini, Beauties! 

1. Ikigai

Ikigai/Foto: pexels.com/Willian Justen de Vasconcellos

Ikigai sering diartikan sebagai “alasan untuk bangun setiap pagi”. Menurut Primer Magazine, filosofi ini mengajak seseorang menemukan titik temu antara hal yang kita cintai, kemampuan yang kita miliki, apa yang dibutuhkan dunia dan apa yang bisa memberikan penghasilan.

Di saat keempat hal tersebut bertemu, seseorang dipercaya akan lebih mudah menemukan tujuan hidup yang membuatnya merasa bermakna. Memang terdengar sederhana, tetapi Ikigai memberikan kita pelajaran bahwa menjalani hidup tidak selalu soal mengejar pencapaian besar, tetapi juga menemukan hal-hal kecil yang membuat kita bersemangat setiap harinya. 

2. Kaizen

Kaizen/Foto: pexels.com/Huu Huynh

Dilansir dari Design Denmark (DDC), Kaizen berarti perubahan ke arah yang lebih baik dimulai dari perbaikan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Filosofi ini pada awalnya banyak diterapkan di dunia industri Jepang, tetapi kini juga diterapkan sebagai filosofi untuk pengembangan diri karena menekankan pentingnya konsistensi dibanding perubahan yang instan.

Kaizen bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, hal-hal ringan yang dapat kita lakukan sehari-hari seperti membaca beberapa halaman buku setiap hari atau meluangkan waktu beberapa menit untuk berolahraga.

3. Wabi-Sabi

Wabi-Sabi/Foto: pexels.com/Dương Nhân

Wabi-Sabi merupakan filosofi yang memiliki arti yang indah. Wabi-Sabi membawa kita menerima bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar sempurna maupun abadi.

Dari pada mengejar kesempurnaan, sebaiknya kita mendorong diri sendiri untuk menghargai proses, perubahan, dan keindahan yang muncul dari hal-hal sederhana. Filosofi ini relatable di tengah tekanan media sosial yang sering menampilkan kehidupan serba sempurna. Wabi-Sabi menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda dan tak harus selalu terlihat sempurna.

4. Kintsugi

Kintsugi/Foto: pexels.com/granüllükahve

Hal yang unik dari filosofi ini karena Kintsugi berawal dari seni tradisional Jepang. Menurut Urvi Magazine, Kintsugi adalah bentuk karya seni dengan memperbaiki keramik pecah menggunakan pernis yang dicampur bubuk emas.

Filosofi ini mengajarkan bahwa luka, kegagalan, maupun pengalaman pahit bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Sebaliknya, semua itu adalah bagian berharga yang membentuk diri seseorang menjadi lebih kuat.

5. Shinrin-yoku

Shinrin-yoku/Foto: pexels.com/Talha Resitoglu

Menurut Holden Forests & Gardens, Shinrin-yoku secara harfiah berarti “mandi hutan”, yaitu meluangkan waktu untuk berjalan dan menikmati alam dengan penuh kesadaran. Filosofi ini mendorong seseorang untuk memperlambat ritme hidup sejenak dan membangun kembali hubungan dengan alam di sekitarnya. Di tengah rutinitas yang padat, meluangkan waktu untuk berada di ruang terbuka hijau bisa menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh dan pikiran terasa lebih rileks.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE