sign up SIGN UP

Bukan Hanya Pasangan Jadi Korban, Ini 3 Dampak Perselingkuhan Orangtua pada Anak

Syalma Namira | Beautynesia
Jumat, 23 Sep 2022 20:00 WIB
Bukan Hanya Pasangan Jadi Korban, Ini 3 Dampak Perselingkuhan Orangtua pada Anak
caption

Maraknya isu perselingkuhan yang terjadi sejak lama seolah seperti bola salju yang terus bergulir. Tidak hanya salah satu pihak pasangan yang terluka, namun anak juga bisa menjadi korban.

Baru-baru ini isu perselingkuhan mencuat dari keluarga musisi ternama Amerika Serikat dan vokalis dari Maroon 5, Adam Levine. Levine diduga berselingkuh dengan seorang influencer bernama Sumner Stroh. Isu perselingkuhan tersebut beredar saat istrinya, Behati Prinsloo, sedang mengandung anak ketiga. Hal ini membuat publik geram sekaligus prihatin dengan nasib anak-anak keduanya.

Mengutip lama Huffpost, hampir 1 juta anak harus menerima perpisahan orang tua mereka akibat perselingkuhan setiap tahunnya. Tercatat 2,4 juta single mom dan 2,6 juta single dad yang merupakan imbas dari perselingkuhan.

Menurut laman Feldstein Family Law Group, perselingkuhan yang dilakukan oleh orangtua, membuat beberapa dampak serius yang akan dirasakan oleh anak, khususnya pada jangka panjang. Lantas, apa saja dampak perselingkuhan yang dilakukan orangtua pada anak? Berikut ulasannya.

Anak Merasa Ditinggalkan dan Hilang Kepercayaan

Anak Mampu Merasakan Keluarganya Tidak Harmonis/Foto:Pexels.com/Cottonbro
Anak Mampu Merasakan Keluarganya Tidak Harmonis/Foto:Pexels.com/Cottonbro

Orangtua yang ia lihat, mungkin terlihat harmonis. Namun, jangan salah! Anak juga dapat “merasakan” ada sesuatu yang tidak baik-baik saja di antara keluarganya.

Ia dapat merasakan pelan-pelan berkurangnya kedekatan emosional antar orangtua yang tulus, sehingga hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembangnya karena dihantui rasa kepalsuan yang menimpa keluarganya. Keluarga yang jadi ekspektasi sang anak akan memberi kehangatan dan keterbukaan, justru menjadi rumah yang menyimpan segudang rahasia yang tak terungkap. 

Anak Bisa Terancam Depresi Hingga Menimbulkan Trauma Jangka Panjang

Anak Bisa Mengalami Pergolakan Batin/Foto:Pexels.com/Kindel Media
Anak Bisa Mengalami Pergolakan Batin/Foto:Pexels.com/Kindel Media

Acap kali, anak dianggap sebagai seseorang yang secara fisik mungkin masih “kecil” dibandingkan orangtua atau sanak keluarganya. Tapi, dibalik perawakannya, ia masih seorang manusia yang dapat merasakan berbagai emosi. Perselingkuhan dapat menjadi ledakan besar dalam dirinya, mengetahui adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh keluarganya sendiri.

Akan timbul banyak pertanyaan di kepalanya yang dapat berujung ia mempertanyakan dirinya sendiri serta merasa khawatir dengan masa depan. Anak yang melihat keluarganya hancur akibat perselingkuhan, cenderung menutup diri atas luka dirinya hingga berimbas menjadi trauma yang sulit untuk disembuhkan. Bahkan, dalam beberapa kasus, terjadi perubahan sifat dan sikap oleh anak yang sebelumnya ceria menjadi pemurung dan tak bersemangat dalam menjalani kehidupan.

Gangguan mental yang dialami mereka pun dapat beragam, mulai dari stres, depresi, gangguan kecemasan, gangguan makan, hingga menarik diri dari kehidupan sosial. Perkara perselingkuhan bukan hanya berdampak pada pasangan, tapi anak juga bisa jadi korban.

Berpotensi Melakukan Hal yang Sama Kala Dirinya Dewasa

Anak Berpotensi Melakukan Hal yang Sama/ Foto:Pexels.com/Rodnae Productions
Anak Berpotensi Melakukan Hal yang Sama/ Foto:Pexels.com/Rodnae Productions

Perselingkuhan yang ia saksikan pada masa kecilnya, tak menutup kemungkinan ia dapat melakukannya di masa depan. Sebab, ketika melihat orang tuanya yang berselingkuh pada akhirnya masalah tersebut akan terlalui, ia akan beranggapan perselingkuhan merupakan hal yang mengecewakan namun tidak masalah untuk dilakukan.

Sebab, sebelumnya ia tumbuh dari luka atas polemik tersebut yang pada akhirnya dia masih bertahan hingga dewasa. Perselingkuhan bak bola salju yang terus bergulir, akan selalu berjalan apabila orang terdekat pernah melakukannya dan akan ditiru sampai dinormalisasikan karena dianggap merupakan permasalahan yang “wajar terjadi” di setiap hubungan.

Apapun faktor yang melatarbelakanginya, perselingkuhan tidak pernah dibenarkan dan banyak dampak buruk yang dihasilkan. Ketika sudah memutuskan untuk berkomitmen, usahakan menjaga dan merawat hubungan tersebut dengan cara baik yang sudah disepakati bersama.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id