Bukan karena PHK, Ini 3 Alasan Banyak Orang Mencoba Micro-Retirement

Elvin Nuril Firdaus | Beautynesia
Jumat, 03 Jul 2026 16:30 WIB
Bukan karena PHK, Ini 3 Alasan Banyak Orang Mencoba Micro-Retirement
Alasan seseorang mencoba micro-retirement/Foto: magnific.com/pressfoto

Mikro-pensiun atau micro-retirement adalah fenomena karyawan muda yang memutuskan untuk mengambil jeda karier panjang, baik beberapa bulan hingga satu tahun. Pada umumnya, keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, ada yang merasa burnout, membutuhkan refreshing, hingga mengejar minatnya.

Survei dari Side Hustles (2025) menyebutkan 10% karyawan usia produktif mempertimbangkan untuk mikro-pensiun dan 75% berpendapat bahwa perusahaan seharusnya menawarkan kebijakan mikro-pensiun, seperti bisa mengambil cuti panjang tanpa bayaran.

Micro-retirement ini bisa berupa mengundurkan diri dari pekerjaan, melakukan negosiasi dengan atasan apabila memungkinkan mengambil jeda panjang, atau meluangkan waktu untuk beristirahat bagi para pebisnis.

Nah, sebelum kamu ingin mengambil jeda karier, berikut beberapa hal yang menjadi alasan seseorang mencoba micro-retirement.

1. Burnout

Burnout dalam pekerjaan adalah hal umum yang terjadi di kalangan karyawan, khususnya karyawan muda. Kondisi ini membuat seseorang merasa stres berkepanjangan, lelah fisik dan mental, akhirnya bekerja menjadi kurang produktif.

Untuk menjaga kesehatan mental, beberapa orang memutuskan untuk mengambil istirahat panjang. Mereka akan bepergian, beristirahat, mengeksplorasi tujuan karier, atau melakukan aktivitas lain untuk menemukan semangat kerjanya kembali.

2. Mengejar Mimpi

Kembangkan Skill Sesuai Passion/ Foto: Freepik/freepik

Mengejar Mimpi/Foto: Freepik/freepik

Bagi anak muda yang merasa mimpinya belum terwujud, mereka akan mencari momen yang pas untuk mengejar kembali mimpinya. Ketika pengalaman kerja dan finansial mulai tercukupi, mereka akan berani mengambil keputusan untuk pensiun sementara.

Ada yang melakukannya untuk menikmati hidup, mengejar cita-cita masa kecil, traveling ke luar negeri, atau mimpi-mimpi lainnya. Keputusan ini tentunya diambil dengan keputusan matang. 

Banyak orang telah membuat rencana matang di masa lalu untuk mengejar keinginannya, tetapi rencananya tidak berjalan lancar. Maka dari itu, saat menemukan momen yang tepat, mereka akan kembali mengejar mimpi lamanya.

3. Mempelajari Hal Baru

Mempelajari hal baru/Foto: pexels.com/Yan Krukau

Tidak jarang karyawan yang merasa bahwa pekerjaannya sekarang mulai tidak relevan dengan tren industri. Oleh sebab itu, mereka mulai mengambil micro-retirement demi mempelajari hal baru untuk menunjang kebutuhan industri.

Ada yang mengambil kursus, menjadi tim sukarelawan, hingga mempelajari bahasa baru. Menurut laman Nonstop Now, keluar dari zona nyaman dan memperluas wawasan bisa membantu seseorang untuk sukses di kemudian hari.

Tips Sebelum Memutuskan Micro-Retirement

Micro-retirement/Foto: magnific.com/rawpixel.com

Konsep micro-retirement mungkin tampak menarik buat kamu yang sedang burnout dan merasa belum mendapatkan kesempatan libur kerja yang cukup. Namun, sebelum memutuskan untuk micro-retitrement, kamu perlu menyiapkan rencana yang matang.

Berikut beberapa hal yang perlu kamu siapkan terlebih dahulu agar keputusan untuk mengambil jeda karier tidak menghambat keuanganmu.

  • Pastikan tabunganmu mencukupi. Mikro-pensiun ini bisa berlangsung selama beberapa bulan, hingga setahun, sehingga kamu perlu menyiapkan dana yang cukup selama tidak memiliki pendapatan.
  • Pastikan tujuanmu jelas. Sebelum resign, kamu harus menentukan tujuan yang jelas dulu, baik untuk mencoba keterampilan baru, mengikuti pelatihan, melanjutkan studi, atau mencoba proyek pribadi.
  • Tentukan rencana untuk kembali bekerja. Kamu juga perlu menentukan waktu yang tepat untuk kembali bekerja, baik dengan melanjutkan pekerjaan di posisi yang sama atau mencoba posisi baru.
  • Hindari menjadikan micro-retirement sebagai pelarian. Apabila kamu memiliki masalah, seperti stres yang berasal dari tekanan diri sendiri, sebaiknya tidak menjadikan keputusan ini sebagai pelarian. Sebab, micro-retirement tidak akan menyelesaikan masalah tersebut.
  • Berdiskusi dengan orang terdekat. Diskusikan dulu keputusanmu dengan orang terdekat, karena keputusanmu akan memengaruhi kondisi keuanganmu.

Itulah sejumlah alasan banyak orang mencoba micro-retirement dan tips sebelum memulainya. Mengambil jeda karier memang termasuk keputusan yang berani, tetapi jika rencanamu sudah matang dan keputusan tersebut baik untuk masa depanmu, tidak ada salahnya untuk mencobanya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE