Bukan Sekadar Kebiasaan, 5 Ciri Kepribadian Orang yang Makan Cepat Menurut Ilmu Psikologi

Norma Rini | Beautynesia
Minggu, 31 May 2026 22:00 WIB
3. Punya Tendensi Impulsif dalam Keputusan
Ilustrasi perempuan mengambil makanan dengan cepat/Foto: pexels.com/Artem Podrez

Beauties, pernah nggak sih kamu sadar kalau cara makanmu ternyata “menggambarkan” dirimu sendiri? Bukan cuma soal sopan santun atau kebiasaan kecil, tapi juga bisa berkaitan dengan kepribadian dan cara kamu menjalani hidup.

Dalam dunia psikologi, hal-hal sederhana seperti kecepatan makan ternyata bisa berkaitan dengan pola pikir, cara mengelola emosi, hingga bagaimana seseorang menghadapi tekanan.

Bahkan, melansir Psychology Today, kebiasaan makan cepat bisa terbentuk dari pola sejak kecil dan cenderung terbawa hingga dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa cara seseorang makan bukan sekadar kebiasaan sesaat, tetapi bisa menjadi bagian dari pola perilaku yang lebih dalam dan berulang.

Selain itu, penelitian dalam psikologi juga menemukan bahwa pola makan, termasuk kecepatan makan, berkaitan dengan faktor kognitif seperti impulsivitas dan kebiasaan merespons situasi secara cepat tanpa banyak jeda berpikir.

1. Cenderung Hidup dalam Mode “Kejar Target”

Ilustrasi perempuan makan sambil bekerja/Foto: pexels.com/Artem Podrez

Beauties, orang yang makan cepat biasanya tidak nyaman dengan ritme yang lambat. Mereka cenderung merasa harus selalu produktif, bahkan saat makan sekalipun.

Dalam psikologi, hal ini sering dikaitkan dengan konsep time urgency, yaitu kecenderungan seseorang untuk selalu merasa dikejar waktu dan ingin menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat. Tanpa sadar, makan pun jadi sekadar aktivitas yang harus segera diselesaikan, bukan dinikmati.

Bahkan, melansir Psychology Today, individu dengan tingkat time urgency tinggi cenderung hidup dalam ritme serba cepat dan merasa harus terus bergerak agar tidak tertinggal. Kondisi ini membuat aktivitas makan berubah menjadi sekadar “tugas” yang harus segera diselesaikan, bukan momen untuk dinikmati.

Ini relatable banget untuk perempuan yang punya banyak peran, kerja, keluarga, bahkan side hustle, hingga waktu terasa selalu kurang.

2. Sulit Benar-Benar “Hadir” di Momen Sekarang

Ilustrasi perempuan makan sambil bermain ponsel/Foto: pexels.com/picjumbo.com

Melansir Psychology Today, kebiasaan makan tanpa kesadaran penuh sering disebut sebagai mindless eating, yaitu kondisi ketika seseorang makan tanpa benar-benar menyadari apa, berapa banyak, dan mengapa ia makan.

Dalam kondisi ini, seseorang tidak sepenuhnya “hadir” di momen sekarang karena perilakunya berjalan secara otomatis, dipengaruhi kebiasaan atau lingkungan tanpa disadari.

Orang yang makan cepat sering kali pikirannya sudah “lari” ke hal lain seperti pekerjaan, masalah, atau rencana berikutnya. Jadi, tubuhnya makan, tapi pikirannya sibuk ke mana-mana.

Kalau kamu sering merasa seperti ini, bisa jadi kamu bukan cuma lapar secara fisik, tapi juga lelah secara mental.

3. Punya Tendensi Impulsif dalam Keputusan

Ilustrasi perempuan mengambil makanan dengan cepat/Foto: pexels.com/Artem Podrez

Kecepatan makan juga bisa mencerminkan bagaimana seseorang mengambil keputusan. Orang yang makan cepat cenderung tidak terlalu lama mempertimbangkan sesuatu.

Dalam beberapa kasus, ini bisa jadi kelebihan, karena mereka cepat bertindak. Tapi di sisi lain, ada risiko kurang mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.

Ini sering terlihat pada perempuan yang terbiasa “langsung gerak” tanpa banyak mikir, terutama saat sudah terbiasa menghadapi banyak hal sekaligus. Dalam psikologi, hal ini sering dikaitkan dengan kecenderungan impulsivitas, yaitu dorongan untuk bertindak cepat tanpa banyak pertimbangan.

Bahkan, melansir Psychology Today, seseorang cenderung lebih impulsif saat dihadapkan pada pilihan yang memberikan kepuasan instan dibandingkan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Artinya, keputusan yang diambil sering kali didorong oleh keinginan “cepat selesai” atau “langsung dapat hasil”, bukan proses berpikir yang mendalam.

4. Rentan Mengabaikan Kebutuhan Diri Sendiri

Ilustrasi perempuan menikmati makanan/Foto: pexels.com/Mikhail Nilov

Beauties, ini yang sering tidak disadari, makan cepat bisa jadi tanda bahwa kamu tidak memberi ruang untuk diri sendiri. Ketika makan saja dilakukan dengan terburu-buru, itu bisa menunjukkan bahwa kamu terbiasa menomorduakan kebutuhan pribadi. Seolah-olah, bahkan waktu makan pun “tidak pantas” untuk dinikmati.

Ini sering terjadi pada perempuan yang terlalu fokus pada tanggung jawab, sampai lupa bahwa dirinya juga butuh dirawat. Beauties, dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan self-neglect, yaitu kecenderungan seseorang mengabaikan kebutuhan diri sendiri, baik secara fisik maupun emosional.

Bahkan, melansir Psychology Today, self-neglect bisa terlihat dari kebiasaan sehari-hari seperti tidak memberi waktu untuk istirahat, makan dengan tidak sadar, hingga terus-menerus memprioritaskan kebutuhan orang lain dibanding diri sendiri. Tanpa disadari, pola ini membuat seseorang terbiasa mengabaikan sinyal tubuh dan kebutuhan emosionalnya, seolah-olah dirinya bukan prioritas utama.

5. Terbiasa Hidup di Bawah Tekanan

Perempuan makan di sela pekerjaan dengan ekspresi tegang/Foto: pexels.com/Pavel Danilyuk

Kebiasaan makan cepat juga bisa menjadi adaptasi dari lingkungan yang penuh tekanan. Misalnya, kerja dengan deadline ketat, atau rutinitas yang padat tanpa jeda. Tubuh akhirnya “belajar” untuk menyesuaikan diri dengan cara makan cepat, bergerak cepat, berpikir cepat.

Masalahnya, kalau ini berlangsung terus-menerus, tubuh dan pikiran bisa kelelahan tanpa disadari. Karena semuanya terasa “normal”, padahal sebenarnya kamu sedang berada dalam mode stres berkepanjangan.

Beauties, makan cepat bukan berarti buruk. Tapi kalau itu sudah menjadi kebiasaan, mungkin ada sesuatu yang lebih dalam yang perlu kamu pahami tentang dirimu sendiri. Kadang, cara kita makan adalah cerminan dari cara kita menjalani hidup, apakah kita memberi ruang untuk diri sendiri, atau justru terus berlari tanpa jeda.

Mulai dari hal kecil seperti makan dengan lebih sadar, kamu bisa belajar untuk lebih “hadir” dan menghargai diri sendiri sebagai perempuan yang juga butuh waktu untuk bernapas.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE