Cara Katakan Putus dengan Pacar Tanpa Harus Menyakiti Perasaannya

Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Minggu, 29 Mar 2026 11:30 WIB
2. Validasi Hal yang Kamu Rasakan
Kamu berhak mengakui dan memvalidasi apa yang kamu rasakan, termasuk perasaan negatif yang mungkin kerap muncul selama menjalani hubungan/Foto: Freepik.com/Freepik

Putus hubungan percintaan dari pacar memang hal yang wajar terjadi. Namun hal ini tidak mudah dan bukan berarti dapat diakhiri begitu saja, karena dapat menyakiti perasaan orang lain.

Jika kamu merasa hubungan percintaan yang tengah kamu jalani perlu diakhiri, kamu tetap perlu menyampaikannya dengan cara yang baik supaya tidak menyakiti pacarmu, Beauties. Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan supaya kamu bisa mengatakan putus dengan baik-baik. Dikutip dari situs Verywellmind dan penelitian psikologi seputar love and relationship dari Robert Sternberg, berikut tipsnya!

1. Mulai Bicara dari "I Statement"

Ketika kamu ingin memilih mengakhiri suatu hubungan percintaan, dengan putus dari pacar, kamu dapat memulai dari I statement. Konsep ini menegaskan kalau menyampaikan putus bukan semata-mata menyalahkan atau menyebutkan kelemahan dari pacar, seakan-akan menunjukkan alasan hubungan berakhir adalah karena pasanganmu.

Kamu dapat mengucapkan kalimat seperti, "Selama menjalani hubungan dengan kamu selama ini, aku merasa sulit membagi waktu dan sepertinya kita punya visi dan misi yang berbeda. Aku merasa kita berada dalam tujuan yang berbeda." Tanpa menyalahkan atau menghakimi perasaan dari versi lawan bicaramu, dan tidak perlu menghakimi tentang kekurangan lawan bicaramu.

2. Validasi Hal yang Kamu Rasakan

Kamu berhak mengakui dan memvalidasi apa yang kamu rasakan, termasuk perasaan negatif yang mungkin kerap muncul selama menjalani hubungan/Foto: Freepik.com/Freepik

Perasaan negatif yang muncul dalam suatu hubungan percintaan sangat perlu untuk diakui. Jika setiap kali bertemu dengan pasangan, kamu selalu merasa kecewa, sedih, dan sulit percaya satu sama lain, maka kamu perlu mengakui tentang hal itu dan menyampaikan ke pasangan, tentu dengan cara berkomunikasi yang tepat.

Misalnya dengan menyampaikan, "Aku belakangan ini lebih sering merasa sedih dan sulit percaya tentang bagaimana kita akan menata masa depan dan tujuan. Mungkin ada berbagai cara pikir kita yang tidak sejalan."

Kamu perlu jujur mengutarakan hal itu, tanpa memaki lawan bicaramu atau pun menyalahkannya, tapi akui atau validasi perasaan negatif yang kamu alami dan cenderung dominan muncul dalam hubungan tersebut. Namun ingat, tetap kontrol emosi negatif kamu dengan baik, Beauties.

3. Dengarkan Pasangan

Ketika kamu ingin mengakhiri suatu hubungan, kamu perlu mendengarkan lawan bicaramu berbicara hingga tuntas. Hal ini penting karena berhubungan erat dengan pengambilan keputusanmu yang bukan main-main/Foto: Freepik.com/Freepik

Mendengarkan lawan bicara, menjadi tanda kamu tetap menghargai sudut pandangnya tentang hubungan yang selama ini terjalin. Namun, tidak semua hubungan dapat terus bertahan, karena ada masanya di mana sebuah tujuan yang tidak lagi terlihat realistis untuk dijalani.

Salah satu caranya kamu dapat meyakinkan keputusan kamu dalam mengakhiri hubungan tersebut. Kamu bisa tetap mendengarkan sudut pandang dari pasanganmu, sehingga kamu tetap dapat mengakhiri hubungan dengan baik, lewat komunikasi yang tetap menghargai, tanpa meninggikan intonasi. Setidaknya hal ini dapat memberikan kesan baik meskipun hubungan tetap perlu diakhiri.

4. Utarakan Tujuan atau Keputusanmu dengan Jelas

Sampaikan tujuan atau keputusanmu tentang hubungan yang perlu diakhiri, sebaiknya jangan memberikan harapan palsu karena akan memperburuk kondisi/Foto: Freepik.com/TimeImage

Sebaiknya ketika kamu sudah yakin ingin mengakhiri hubungan dengan pasanganmu, kamu perlu menyampaikannya dengan jelas. Jangan memberi kata-kata yang menggantung dan seolah masih memberi harapan.

Hal ini tentu akan membuat pasanganmu jadi masih menaruh harapan dan merasa di PHP oleh kamu. Jadi, Beauties sampaikan tujuan kamu terkait keputusanmu mengakhiri hubungan. Misalnya, "Fokus aku saat ini sudah berbeda dari tujuan awal kita, jadi terima kasih untuk relasi kita selama ini. Aku tidak bisa lanjut lagi dalam relationship ini. Selamat memulai perjalanan baru kamu."

Putus tentu tetap bisa dengan cara yang baik-baik dan jalur komunikasi yang jelas, sehingga tidak meninggalkan kesan ambigu atau membingungkan.

Beauties, jika kamu merasa perlu mengakhiri hubunganmu dengan pasangan karena sudah tidak ada kesamaan tujuan atau prinsip, sampaikan dengan komunikasi yang santun, tanpa perlu menyakiti, ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE