Cara Menabung untuk Berangkat Umrah, Yuk Mulai di Tahun Ini!

Ade Irma Suryani | Beautynesia
Minggu, 08 Feb 2026 13:30 WIB
4. Mulai dari Nominal yang Tidak Menyiksa
Ilustrasi menabung/Foto: Freepik

Di zaman sekarang, mungkin kamu sudah cukup sering melihat banyak orang atau orang terdekatmu yang sudah atau cukup sering berangkat umrah. Terkadang dalam hati pun bertanya, "Kapan ya giliran diri sendiri?". Terlebih lagi ketika melihat kondisi keuangan sendiri yang serba pas-pasan.

Padahal, jika mau melihat lebih dekat, banyak juga sebagian jamaah umrah bukan orang kaya. Ada di antara mereka yang sudah lama menabung, meski dengan angka kecil. 

Nah, bagi kamu yang bercita-cita ingin berangkat umrah, berikut beberapa cara mudah menabung untuk umrah sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia. Simak!

1. Tentukan Target Waktu Keberangkatan

Ilustrasi menabung/Foto: Unsplash.com/Towfiqu barbhuiya

Kesalahan yang sering kali terjadi saat seseorang ingin menabung untuk umrah adalah langsung fokus pada nominal besar, misalnya beranggapan harus punya Rp30 juta atau Rp40 juta. Akibatnya, tujuan tersebut terasa berat, menakutkan, dan membuat kamu mudah menyerah sebelum benar-benar memulai.

Padahal, akan lebih efektif jika kamu memulai dari target waktu keberangkatan. Tentukan kapan ingin berangkat, agar kamu lebih mudah menghitung jumlah tabungan yang perlu disisihkan secara rutin setiap bulan. 

Contohnya: 

  • Target berangkat: 4 tahun lagi 
  • Target dana umrah: Rp32 juta
  • Waktu menabung: 48 bulan
  • Tabungan per bulan: sekitar Rp667.000

Jika dibagi seperti ini, maka target yang tadinya terlihat besar akan terasa lebih masuk akal. Karena kamu hanya perlu fokus pada jumlah yang bisa dicapai setiap bulan. 

2. Buat Rekening Khusus Umrah

Ilustrasi memegang ponsel dan ATM/Foto: Freepik.com/tirachardz

Salah satu langkah paling penting dalam menabung untuk umrah adalah, pastikan dana yang sudah terkumpul tidak mudah tercampur dengan uang kebutuhan sehari-hari. Karena jika tabungan khusus umrah disimpan di rekening yang sama dengan rekening belanja, maka kemungkinan besar uang tersebut akan terpakai sedikit demi sedikit tanpa terasa. 

Karena itu, buatlah rekening khusus untuk tabungan umrah. Idealnya, rekening khusus umrah memiliki beberapa karakter berikut:

  • Terpisah dari rekening utama, sehingga tidak bercampur dengan uang kebutuhan rutin seperti belanja, tagihan, atau cicilan
  • Tidak memiliki kartu debit, agar tidak ditarik secara impulsif saat ada kebutuhan mendadak
  • Tidak terhubung dengan e-wallet atau aplikasi pembayaran digital, agar uang tidak mudah berpindah hanya karena satu klik
  • Tidak digunakan untuk transaksi lain, baik transfer, belanja online, dan pembayaran apa pun selain untuk kebutuhan umrah

Anggaplah dana untuk umrah ini sebagai amanah yang sedang kamu jaga, bukan tabungan fleksibel yang bisa diambil kapan saja. 

3. Bayar Umrah di Awal, Bukan di Akhir

Ilustrasi memegang uang/Foto: Unsplash.com/Igal Ness

Salah satu kebiasaan penting yang harus dibangun saat menabung untuk umrah adalah menempatkan tabungan umrah sebagai prioritas utama, bukan di akhir.

Begitu penghasilan masuk, biasakan untuk langsung menyisihkan dana umrah terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mengatur pengeluaran lain seperti kebutuhan rumah tangga, belanja bulanan, tagihan listrik, biaya transportasi, atau keperluan keluarga. 

4. Mulai dari Nominal yang Tidak Menyiksa

Salah satu cara menabung untuk umrah ialah dengan memulai dari nominal yang tidak menyiksa.

Ilustrasi menabung/Foto: Freepik

Daripada memaksakan diri untuk menyisihkan uang dalam jumlah besar agar target cepat tercapai, sebaiknya mulailah dari nominal kecil tetapi konsisten. Beberapa contoh nominal yang realistis dan mudah dilakukan antara lain:

  • Rp10.000 per hari, yang jika dikumpulkan bisa menjadi Rp300.000 per bulan
  • Rp50.000 per minggu, yang bisa terasa lebih ringan karena tidak dilakukan setiap hari 
  • Rp300.000-500.000 per bulan, bagi yang memiliki penghasilan lebih stabil

Meski jumlah ini terlihat kecil dibandingkan biaya umrah, namun jika dilakukan secara konsisten, tabungan akan terus bertambah tanpa terasa. Seiring waktu, kamu juga bisa meningkatkan nominalnya sedikit demi sedikit ketika kondisi keuangan sudah lebih longgar. 

Simulasi Menabung untuk Umrah Berdasarkan Kondisi Nyata

Ilustrasi uang koin simpanan/Foto: Freepik.com/freepik

Agar rencana menabung untuk umrah berjalan mudah, kamu juga perlu melihat gambaran yang lebih realistis sesuai kondisi kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa simulasi menabung umrah yang umum terjadi di kehidupan nyata, sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan kondisi penghasilan sendiri. 

Simulasi 1: Gaji Rp3.000.000 per Bulan

Bagi kamu yang memiliki penghasilan sekitar Rp3 juta, menabung dalam jumlah besar tentu akan terasa berat. Karena itu, kamu bisa menyisihkan sekitar Rp300.000 per bulan, agar tabungan tetap bisa berjalan tanpa mengganggu kebutuhan utama.

  • Penghasilan: Rp3.000.000
  • Tabungan umrah: Rp300.000 per bulan
  • Perkiraan waktu: sekitar 8-9 tahun untuk mencapai target dana umrah 

Meski terlihat lama, ini adalah angka yang sangat realistis dan sering terjadi. Justru banyak orang berhasil berangkat umrah dari tabungan kecil yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun.

Simulasi 2: Gaji Rp5.000.000 per Bulan

Jika penghasilanmu berada di angka Rp5 juta, maka peluang menabung lebih besar. Kamu bisa menyisihkan Rp700.000 per bulan, agar target umrah lebih cepat tercapai. 

  • Penghasilan: Rp5.000.000
  • Tabungan umrah: Rp700.000 per bulan
  • Perkiraan waktu: sekitar 3,5 -4 tahun

Waktu ini termasuk ideal bagi banyak orang dan tidak terlalu lama, sehingga semangat tetap terjaga.

Simulasi 3: Penghasilan Tidak Tetap

Bagi kamu yang penghasilannya tidak stabil, cara menabung umrah sebaiknya tidak menggunakan angka tetap. Karena bisa memberatkan saat pemasukan sedang kecil. Sebagai gantinya, gunakan sistem persentase agar lebih fleksibel dan realistis.

Cara yang bisa diterapkan:

  • Sisihkan 5-10% dari setiap pemasukan yang masuk
  • Menabung setiap kali ada penghasilan, bukan menunggu akhir bulan
  • Fokus pada kebiasaan rutin, bukan mengejar cepat 

Misalnya jika suatu bulan kamu mendapat Rp2 juta, kamu sisihkan 5-10% (Rp100.000-200.000). Jika bulan berikutnya pemasukan naik menjadi Rp6 juta, tabungan juga ikut naik. Dengan begitu, kamu tetap bisa menabung tanpa merasa terbebani. 

Itulah beberapa cara menabung untuk berangkat umrah. Yuk mulai terapkan dari sekarang. 

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

 

 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE