Cara Mengenali Orang yang Benar-benar Baik Hati Lewat Caranya Memperlakukan Orang Asing Menurut Ilmu Psikologi
Tidak semua orang yang terlihat memiliki kepribadian hangat dan ramah benar-benar menunjukkan kebaikan hati yang tulus. Banyak orang mampu bersikap baik kepada teman dekat atau orang yang memberi keuntungan bagi mereka, tetapi karakter asli sering kali terlihat dari cara mereka memperlakukan orang yang tidak memiliki hubungan personal dengannya.
Sikap kepada pelayan, pengemudi ojek daring, petugas kebersihan, hingga orang yang baru dikenal kerap menjadi cara mengenali orang yang baik hati yang paling jujur karena dilakukan tanpa kepentingan tertentu. Dari hal-hal sederhana inilah, tanda orang tulus biasanya lebih mudah terlihat dibandingkan kata-kata manis yang mereka ucapkan di depan banyak orang.
Dilansir dari Your Tango, inilah beberapa cara mengenali orang yang baik hati yang bisa kamu lihat dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak Mudah Menghakimi Orang Lain maupun Diri Sendiri
![]() Cara mengenali orang yang baik hati dapat terlihat dari caranya memperlakukan diri sendiri maupun orang lain dengan penuh pengertian/Foto: Freepik/azerbaijan_stockers |
Orang yang tulus dan baik hati umumnya tidak hanya lembut kepada orang lain, tetapi juga kepada dirinya sendiri. Alih-alih terus-menerus menghakimi dan mengkritik diri atas kekurangan yang dimiliki, mereka memilih bersikap lebih memahami ketika menghadapi kegagalan atau kelemahan pribadi. Mereka menyadari bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang terus berusaha menjadi pribadi terbaik meskipun sering menghadapi tantangan yang tidak mudah.
Ketika seseorang benar-benar memahami sisi manusiawi dalam dirinya, ia juga lebih mudah memahami orang lain. Mereka sadar bahwa setiap orang memiliki masalah, kebutuhan, dan cerita hidup masing-masing yang layak diperlakukan dengan empati dan belas kasih.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Mindfulness pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sikap welas asih berkaitan erat dengan tingkat kecemasan, depresi, dan stres yang lebih rendah. Walaupun memang kecenderungan untuk menghakimi adalah hal yang manusiawi, kemampuan untuk bersikap lebih penuh pengertian terhadap diri sendiri tetap bisa dibangun dan dilatih.
Peka Terhadap Kondisi Orang di Sekitarnya
Cara mengenali orang yang baik hati bisa terlihat dari kepeduliannya terhadap keadaan di sekitar/Foto: Freepik
Orang yang baik biasanya lebih peka terhadap keadaan sekitar karena mereka benar-benar hadir di momen saat ini. Mereka tidak hanya fokus pada diri sendiri atau sibuk memikirkan hal berikutnya, tetapi juga memperhatikan orang lain dan situasi di sekelilingnya.
Ketika seseorang terlalu terpaku pada ponsel atau tenggelam dalam hal-hal negatif, kesempatan untuk menunjukkan kebaikan sering kali terlewat begitu saja. Sebaliknya, perhatian sederhana terhadap sekitar dapat membantu seseorang lebih mudah menyadari siapa yang membutuhkan bantuan atau dukungan.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Clinical Psychology Review pada tahun 2011 juga menunjukkan bahwa kebaikan, belas kasih, dan empati dapat membantu seseorang lebih hadir di momen saat ini. Sikap tersebut membantu mengurangi pikiran negatif terhadap diri sendiri, memicu aktivitas pada bagian otak tertentu, dan menghadirkan emosi yang lebih positif. Semua itu membuat seseorang lebih terhubung dengan lingkungan di sekitarnya.
Jujur tetapi Tetap Menjaga Perasaan Orang Lain
Cara mengenali orang yang baik hati dapat terlihat dari cara mereka bersikap jujur tanpa merendahkan perasaan orang lain/Foto: Freepik
Orang yang baik hati memiliki sifat penting seperti jujur dan tulus. Mereka menghargai kejujuran serta keterbukaan dalam berinteraksi dengan orang lain, dan selalu tulus dalam perkataan maupun tindakan. Mereka memahami bahwa kejujuran membangun kepercayaan dan menciptakan hubungan yang tulus.
Meskipun begitu, orang yang baik hati menyampaikan kebenaran dengan penuh pertimbangan dan empati, serta memikirkan dampak perkataannya terhadap orang lain. Dengan begitu, mereka menunjukkan integritas dan menciptakan lingkungan yang membuat orang lain merasa aman serta dihargai. Kejujuran mereka muncul dari keinginan tulus untuk membangun kepercayaan dan menjaga komunikasi yang terbuka dengan orang lain.
Orang baik hati cenderung jujur karena nilai hidup, empati, dan manfaat dari kejujuran itu membuat mereka merasa lebih nyaman untuk terus bersikap seperti itu. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Change Management pada tahun 2013 menemukan bahwa kejujuran memungkinkan komunikasi yang lebih tulus dan membantu menghindari masalah maupun dampak buruk yang muncul akibat kebohongan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
