Catat! Ini Jadwal Malam Nisfu Syakban 2023, Beserta Keistimewan dan Amalan Sunah yang Dapat Dikerjakan oleh Umat Muslim
Menurut penanggalan Hijriah, saat ini kita telah memasuki bulan kedelapan, yakni bulan Syakban. Bulan Syakban urutannya berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadan. Pada hari ke-15 di bulan Syakban terdapat satu malam mulia yang sangat penting bagi orang Islam, yang disebut malam Nisfu Syakban.
Bulan Syakban dimulai pada 22 Februari 2023, sehingga berdasarkan pemantauan hilal LF PBNU, malam Nisfu Syakban jatuh mulai Selasa, 7 Maret 2023 sampai Rabu, 8 Maret 2023.
Malam Nisfu Syakban mengandung berbagai keistimewaan dibanding malam-malam lain. Oleh karena itu, para sahabat Nabi memberikan perhatian lebih pada malam tersebut dengan memperbanyak amal ibadah dan berbuat kebajikan.
Keistimewaan Malam Nisfu Syakban
Ilustrasi sedang ibadah/ Foto: Pexels.com/Thirdman |
Keutamaan dari malam Nisfu Syakban yaitu Allah SWT kelak mengampuni berbagai dosa manusia bagi mereka yang memohon ampun, mengabulkan permintaan, dan memudahkan rezeki mereka.
Ini seperti yang disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW,
“Apabila tiba malam Nisfu Syakban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya.” (HR Al-Baihaqi dalam Syu'ab Al-Iman).
Ketahui Deretan Amalan Sunah Saat Malam Nisfu Syakban
Amalan sunah yang dapat dilakukan saat malam Nisfu Syakban/Foto: freepik/Freepik
Amalan saat Malam Nisfu Syakban
Berdasarkan keistimewaan tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk memperkuat amal ibadahnya ketika malam Nisfu Syakban.
1. Berdoa dan Memohon Ampun kepada Allah SWT
Para sahabat Nabi memanfaatkan waktu Nisfu Syakban untuk memperbanyak doa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kepada-Nya, sesuai sebuah hadis Rasulullah SAW.
“Ketika malam Nisfu Syakban tiba, maka beribadahlah di malam harinya dan puasalah di siang harinya. Sebab, sungguh (rahmat) Allah turun ke langit dunia saat tenggelamnya matahari. Kemudian Ia berfirman: “Ingatlah orang yang memohon ampunan kepada-Ku maka Aku ampuni, ingatlah orang yang meminta rezeki kepada-Ku maka Aku beri rezeki, ingatlah orang yang meminta kesehatan kepada-Ku maka Aku beri kesehatan, ingatlah begini, ingatlah begini, sehingga fajar tiba.” (HR Ibnu Majah).
2. Melakukan Puasa Sunah
Memasuki bulan Syakban, Nabi Muhammad SAW kerap melaksanakan puasa sunah jauh lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lain di luar Ramadan. Aisyah radhiyallahu anha menerangkan dalam sebuah hadis:
“Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Akupun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syakban.” (HR. Bukhari, no. 1969 dan Muslim, no. 1156).
Salah satu puasa sunah yang dapat dilakukan pada saat Nisfu Syakban adalah puasa ayyamul bidh. Puasa sunah ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 pada setiap bulan dalam kalender Hijriah.
Hari ketiga puasa ayyamul bidh pada bulan Syakban (15 Syakban 1444 H) jatuh bertepatan pada hari Nisfu Syakban. Tiga hari puasa ayyamul bidh ganjarannya setara dengan mengerjakan puasa sepanjang tahun.
3. Sebagai Pengingat untuk Segera Menunaikan Qada Ramadan
Ilustrasi sedang ibadah/ Foto: Pexels.com/Thirdman |
Nisfu Syakban sekaligus menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadan semakin dekat. Maka dari itu, bagi orang yang masih memiliki utang puasa wajib sebaiknya segera menggantinya sebelum datang puasa Ramadan.
Kewajiban qada puasa telah dijelaskan Allah SWT dalam QS Al-Baqarah:185, yang artinya:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Ilustrasi sedang ibadah/ Foto: Pexels.com/Thirdman
Ilustrasi sedang ibadah/ Foto: Pexels.com/Thirdman