Cerita Menarik di Balik Pembuatan One Piece Live Action Season 2, Serba Totalitas!

Cindy Novita | Beautynesia
Minggu, 22 Mar 2026 20:30 WIB
2. Cerita di Balik Desain Karakter Chopper
Cerita di balik desain karakter Chopper/Foto: instagram.com/@onepiecenetflix

Kru Bajak Laut Topi Jerami akhirnya kembali dengan petualangan baru mereka di One Piece Live Action Season 2. Sekuel ini langsung mencuri perhatian dengan meraih sekitar 16,8 juta penonton hanya dalam empat hari sejak penayangan perdananya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kelanjutan kisah ini memang sudah lama dinantikan oleh para penggemar di seluruh dunia.

Tak hanya melanjutkan cerita, season terbaru ini juga hadir dengan skala produksi lebih besar, alur yang semakin luas, serta kehadiran karakter-karakter baru yang menarik perhatian. Di balik apa yang terlihat di layar, tersimpan berbagai proses panjang dan kisah menarik yang jarah diketahui, mulai dari peran Eiichiro Oda, pengembangan karakter, hingga dinamika para pemain selama proses syuting.

Berikut lima cerita menarik di balik pembuatan One Piece Live Action Season 2. Check it out!

1. Set Nyata yang Dibangun Secara Besar-besaran

Set nyata yang dibangun secara besar-besaran/Foto: IMDb.com

Dalam One Piece Live Action Season 2, penonton diajak menjelajahi berbagai lokasi menakjubkan yang dilalui Kru Bajak Laut Topi Jerami dalam perjalanannya menuju Grand Line. Petualangan dimulai dari Loguetown, lalu berlanjut ke pulau-pulau baru seperti Whiskey Peak, Little Garden, hingga Drum Island yang ikonis dengan pegunungan bersalju yang curam.

Melalui konten tambahan One Piece Bonus Content yang dibagikan oleh Netflix, penonton juga dapat melihat proses di balik layar dari pembuatan serial ini. Salah satu adegan yang mencuri perhatian adalah ketika kapal Going Merry “ditelan” oleh Laboon. Set yang digunakan dibuat dengan sangat detail, seperti visual cairan menyerupai asam lambung dan elemen organik yang memberikan kesan realistis. Dalam sebuah wawancara, Taz Skylar (pemeran Sanji) mengungkapkan bahwa set tersebut bahkan dibangun menyerupai bangunan lima lantai untuk menciptakan suasana seperti berada di dalam perut paus.

Tidak hanya itu, lokasi lain seperti Whiskey Peak dan Little Garden juga direalisasikan dengan detail yang mendekati versi manga karya Eiichiro Oda. Kehadiran elemen seperti tanaman pakis dan pohon palem berukuran raksasa berhasil memperkuat kesan pulau prasejarah.

Set decorator Claire Levinson-Gendler juga menjelaskan bahwa pada adegan saat Nami, Zoro, dan Vivi terjebak di rumah lilin buatan Mr. 3, hampir seluruh bagian set dibuat dari lilin. Detail-detail inilah yang membuat dunia One Piece terasa semakin nyata dan imersif di layar, Beauties.

2. Cerita di Balik Desain Karakter Chopper

Cerita di balik desain karakter Chopper/Foto: instagram.com/@onepiecenetflix

Kehadiran Tony Tony Chopper menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembuatan One Piece Live Action. Melalui One Piece: Into the Grand Line – The Official Podcast, Eiichiro Oda mengungkapkan bahwa desain Chopper mengalami banyak perubahan sebelum mencapai versi final.

Pada awalnya, tim produksi sempat mencoba membuat tampilannya lebih realistis. Namun, Oda memberikan arahan berbeda agar karakter ini tetap terasa hidup tanpa kehilangan daya tariknya. Ia menyarankan agar Chopper diperlakukan layaknya boneka, bukan makhluk yang terlalu realistis, untuk menghindari efek uncanny valley atau kesan tidak nyaman bagi penonton.

Dalam proses pengembangannya, karakter Chopper dihidupkan melalui perpaduan teknologi dan perfoma aktor. Mikaela Hoover dipercaya sebagai pengisi suara sekaligus referensi ekspresi karakter, sementara N’Kone Mametja berperan sebagai pemeran pengganti yang turut hadir di lokasi syuting bersama para pemain lainnya. Pendekatan ini dilakukan agar interaksi antar karakter tetap terasa alami, Beauties.

3. Totalitas Para Pemeran di One Piece Season 2

Totalitas para pemeran di One Piece Season 2/Foto: IMDb.com

Untuk menghadirkan momen yang berkesan bagi penonton sekaligus memuaskan penggemar setia, para pemeran One Piece Live Action menunjukkan totalitas yang tinggi dalam menjalani peran mereka. Dalam wawancara bersama InStyle, perancang kostum Kerry Anne Barnard menjelaskan bahwa Emily Rudd tetap memilih mengenakan kostum rok khas Nami meskipun harus menjalani syuting dalam suhu yang sangat dingin. Baginya, menjaga keakuratan dengan versi manga merupakan hal yang penting.

Hal ini juga ditunjukkan oleh Mackenyu dalam memerankan Roronoa Zoro. Pelatih pribadinya, Lloyd Naicker, mengungkapkan bahwa Mackenyu menjalani latihan fisik intensif hingga tujuh hari dalam seminggu, dengan durasi sekitar tiga jam per sesi, disertai pola makan yang ketat. Upaya ini dilakukan untuk membentuk fisik yang sesuai dengan karakter Zoro sebagai pendekar pedang yang kuat dan berotot.

Selain itu, Ilia Isorelys Paulino melakukan transformasi fisik dengan menurunkan berat badan untuk menyesuaikan perubahan karakter, dari sosok Alvida di season pertama menjadi versi yang lebih langsing di season kedua. Berbagai upaya tersebut memperlihatkan komitmen para pemain dalam menghidupkan karakter secara maksimal, sehingga cerita yang disajikan terasa semakin autentik dan meyakinkan.

4. Chemistry Para Pemain di Balik Layar

Chemistry para pemain di balik layar/Foto: IMDb.com

Chemistry para pemain di balik layar menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat One Piece Live Action terasa begitu hidup, Beauties. Sejak awal produksi, para pemeran seperti Iñaki Godoy, Mackenyu, Emily Rudd, Jacob Romero Gibson, dan Taz Skylar membangun kedekatan melalui berbagai aktivitas bersama, baik di dalam maupun di luar lokasi syuting.

Di balik layar, mereka bahkan sudah seperti keluarga sungguhan. Latihan akrobatik yang intens dijalani berdampingan dengan momen kebersamaan yang hangat, sehingga tercipta hubungan yang erat dan tulus. Chemistry yang kuat ini tumbuh dari rasa saling menghormati, kecintaan yang sama terhadap cerita One Piece, dan energi ceria yang kadang terasa spontan dan penuh kekacauan, persis seperti dinamika kru Topi Jerami dalam ceritanya.

5. 3 Momen Terbaik Versi Eiichiro Oda

3 Momen terbaik versi Eiichiro Oda/Foto: IMDb.com

Pemeran Monkey D. Luff, Iñaki Godoy, berkesempatan melakukan wawancara langsung dengan kreator Eiichiro Oda. Dalam perbincangan tersebut, Godoy menanyakan tiga adegan favorit Oda di season terbaru ini.

Oda kemudian mengungkapkan bahwa salah satu momen paling berkesan adalah adegan ketika Luffy bernyanyi bersama Laboon. Selain itu, ia juga menyoroti adegan terakhir Chopper yang menyentuh karena berhasil menyampaikan emosi dengan kuat kepada penonton. Terakhir, Oda turut memberikan apresiasi kepada Charithra Chandran atas perannya sebagai Nefertari Vivi. Menurutnya, Chandran mampu membawakan karakter penting itu dengan sangat baik dan memberikan kontribusi besar terhadap keseluruhan cerita.

Itulah beberapa cerita menarik di balik Pembuatan One Piece Live Action Season 2, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE