sign up SIGN UP

Dampak Negatif dari Aktivitas Multitasking

Astari Dewi Larasati | Beautynesia
Jumat, 29 Jan 2021 20:30 WIB
Dampak Negatif dari Aktivitas Multitasking
caption

Kegiatan sehari-hari yang membuat diri sibuk menuntut seseorang untuk terus bergerak. Saat dalam keadaan mendesak dan terburu-buru, biasanya orang-orang akan memilih untuk multitasking.

Aktivitas ini dimaksudkan untuk melakukan banyak aktivitas secara bersamaan, namun ternyata ini bukan pilihan terbaik lho. Meskipun kelihatannya sangat menarik dan efisien ada beberapa alasan yang menguraikan kekurangan dari aktivitas multitasking.

Mengurangi Produktivitas

Hampir tidak mungkin bagi manusia untuk melakukannya dengan baik.
Membuat kurang produktif/freepik.com

Produktivitas selalu menjadi impian banyak orang karena bisa menghasilkan hal-hal positif sekaligus menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Namun, bukan berarti kemudian memaksakan seluruh pekerjaan dilakukan secara bersamaan. Apabila kita kehilangan konsentrasi, dapat berakibat pada tugas yang tidak selesai bahkan terbengkalai dan berujung pada tidak produktif.

Untuk mengatasinya, cobalah untuk fokus mengerjakan satu hal terlebih dahulu hingga benar-benar terselesaikan.

Mudah Lupa

Sehingga pekerjaan hanya dipikirkan namun tidak dilakukan.
Mudah lupa/freepik.com

Saat sedang multitasking, seseorang akan cenderung tidak fokus dan mudah lupa. Hal ini dikarenakan otak kita mengemban banyak tugas yang akhirnya berakibat pada tingkat konsentrasi yang dimiliki seseorang.

Multitasking berdampak negatif pada memori jangka pendek yang disebut sebagai memori kerja. Akibatnya memungkinkan seseorang untuk memiliki daya ingat jangka pendek sehingga perlu memiliki reminder rutin setiap waktu. 

Berakibat pada Performa Pekerjaan

Dapat meningkatkan peluang untuk membuat kesalahan bahkan kehilangin informasi atau konteks penting.
Pekerjaan menjadi buruk/freepik.com

Kemungkinan untuk melakukan kesalahan juga bisa terjadi karena multitasking. Ketika melakukan multitasking, akan terjadi penignkatan peluang untuk membuat kesalahan bahkan kehilangan konsentrasi di tengah menyelesaikan pekerjaan.

Mudah Lelah

Mulai dari badan pegal, mata terasa buram, detak jantung bertambah cepat, dan mengakhiri hari dengan buruk.
Merasa lebih lelah/freepik.com

Banyak orang mengaku setelah melakukan multitasking akan merasa lebih lelah. Mulai dari badan pegal, mata terasa buram, detak jantung bertambah cepat, dan mengakhiri hari dengan mood yang buruk. Bandingkan jika melakukan tugas dengan dedikasi serta fokus tinggi. Maka perasaan akan jauh berbeda atau bahkan lebih menyenangkan.

Hal ini semakin membuktikan bahwa multitasking dapat meningkatkan stres, karena otak dituntut merespon sehingga memompa adrenalin dan hormon stress lainnya.Bahkan yang lebih buruk dapat mengancam kesehatan dan membuat kondisi tubuh rentan terkena penyakit.

Meskipun demikian, menghentikan kebiasaan multitasking bisa jadi sulit. Maka dari itu, lakukan secara bertahap, buat jadwal kegiatan, dan urutkan dari hal yang menjadi prioritas.

(mel)

Our Sister Site

mommyasia.id