Siapa, sih, yang nggak kenal Taylor Swift? Penyanyi yang jadi idola banyak orang dengan karyanya yang luar biasa itu dinilai selalu berhasil membuat orang-orang merasa relate dengan lagu-lagu yang dia ciptakan.
Si pelantun lagu 22 ini nggak cuma berprestasi dalam kariernya sebagai musisi. Baru-baru ini Swift menerima gelar Honorary Doctorate of Fine Arts dari New York University (NYU). Menariknya, pidato yang disampaikan Swift berhasil menjadi sorotan.
Seperti apa, sih, isi pidato dari Taylor Swift?
Dalam video yang diunggah NBC News, Mulanya, Swift bercanda dan mengatakan bahwa alasan utamanya berada di NYU, mendapatkan gelar kehormatan, dan bisa menyampaikan pidato tersebut karena lagunya yang berjudul 22.
Kemudian, Swift juga menceritakan pengalamannya dalam menempuh perkuliahan tidak sama seperti orang lain, “Aku tidak pernah memiliki pengalaman yang normal, aku sekolah di SMA negeri sampai kelas 10 dan menyelesaikan pendidikanku mengerjakan tugas sekolah di lantai bandara, lalu melakukan perjalanan untuk tur radio yang terdengar sangat menarik, tetapi pada kenyataannya hal itu berisikan mobil sewaan dan kamar motel, juga aku dan ibuku yang berpura-pura bertengkar sehingga tidak ada yang mau duduk di kursi yang kosong di antara kami,” ungkapnya
Pada kesempatan ini, Swift juga memberikan beberapa life hacks, “Aku akan memberikan beberapa life hacks yang aku harap aku tahu saat dulu aku memulai bermimpi tentang karier, menavigasi kehidupan, cinta, tekanan, pilihan, rasa malu, harapan, dan persahabatan. Bagian dari bertumbuh dan berpindah ke bab-bab baru dalam hidup adalah tentang menerima dan melepaskan, mengetahui hal yang harus dijaga dan hal yang harus dilepaskan.”
“Putuskan apa yang perlu kamu jaga dan biarkan sisanya pergi,” sambungnya.
Swift mengatakan sesuatu yang bisa bikin Beauties berkomentar, 'Wah, bener banget, nih.'
Menurutnya, kita harus bisa hidup berdampingan dengan istilah “cringe”.
“Kedua, belajarlah untuk hidup berdampingan dengan "cringe". Tidak peduli seberapa keras kamu mencoba untuk menghindar menjadi cringe, pada suatu waktu kamu akan melihat kembali pada masa lalu dan merasa cringe, cringe adalah suatu hal tidak dapat dihindari,” ucapnya.
Swift mengatakan bahwa mungkin saat ini kita melakukan atau mengenakan sesuatu dan pada suatu masa saat melihat pada masa ini, kita akan menilainya sebagai sesuatu yang lucu.
Swift pun mencontohkan dirinya yang pernah melewati fase itu, “Aku memiliki fase di mana selama tahun 2012 aku berpakaian seperti ibu rumah tangga tahun 1950-an. Tapi, aku bersenang-senang. Tren adalah fase yang menyenangkan, melihat ke belakang dan menertawakannya itu menyenangkan.”
Swift juga sangat menganjurkan supaya orang-orang tidak menyembunyikan antusiasmenya terhadap sesuatu.
“Jangan pernah malu untuk mencoba, tanpa usaha (effortlessness) adalah sebuah mitos,” ujar Swift.
She’s a wordsmith, isn’t she?
Nggak cuma lirik lagunya, pidatonya pun bisa begitu relate dengan kehidupan kita, ya, Beauties. She’s really an inspiration.
Last but not least, congrats, Swift!
---
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!