Dinilai Ingkar Janji, Ini Sederet Larangan Taliban untuk Perempuan Afghanistan

Camellia Quinita Ramadhani | Beautynesia
Rabu, 18 May 2022 09:00 WIB
Perempuan di Afghanistan mengenakan burqa/Foto: UNICEF/Alessio Romenzi

Setelah mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021 lalu, Taliban terus melakukan penyesuaian pemerintahan yang baru bagi warganya. Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah penetapan beberapa aturan baru bagi kaum perempuan.

Sejak kembali berkuasa, berbagai pertentangan muncul dari dalam negeri hingga luar negeri. Kontroversi tentang peraturan Taliban pun masih bergulir hingga saat ini.

Berikut rangkuman peraturan pemerintahan Taliban untuk kaum perempuan Afghanistan. Yuk, simak!

Aturan 72 Km dan Larangan Menyetir Bagi Perempuan

Perempuan Afghanistan/ Foto: Getty Images/christophe_cerisier

Sejak kembali merebut kekuasaan pada Agustus 2021 lalu, Taliban terus memperbarui aturan yang menyangkut posisi perempuan dan pria di ruang publik. Peraturan tentang perempuan di perjalanan juga tak luput dari perhatian Taliban.

Dilansir dari laman BBC, Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan mengumumkan aturan bahwa perempuan dilarang melakukan perjalanan lebih dari 72 kilometer (km) tanpa didampingi keluarga atau suami. Selain itu, perempuan sudah tak diperbolehkan untuk menyetir sendiri.

Sedangkan di tempat umum, perempuan dan pria harus dipisahkan oleh sekat yang jelas. Riazullah Seerat selaku pejabat Taliban di Kementreian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan di Herat mengatakan bahwa aturan perempuan dan pria harus duduk terpisah mulai diberlakukan di restoran, bahkan berlaku bagi suami istri.

Melarang Anak Perempuan Bersekolah

Melihat adanya ketakutan masyarakat akan perampasan hak-hak perempuan, Taliban mencoba meyakinkan masyarakat bahwa perempuan akan tetap diperbolehkan aktif di bawah peraturan yang lebih fleksibel dibanding 20 tahun silam, utamanya soal pendidikan. Saat merebut kembali kekuasaan pada 2021 lalu, Taliban menegaskan bahwa hanya anak perempuan usia sekolah dasar yang boleh mengenyam pendidikan formal.

Sementara itu, anak-anak perempuan lainnya harus menunda keinginannya kembali bersekolah setelah Taliban membatalkan janjinya untuk memberi mereka izin bersekolah pada 23 Maret lalu. Dikutip dari laman BBC, penutupan ini dikarenakan pemerintah Taliban masih mendiskusikan pakaian apa yang pants digunakan anak-anak perempuan saat bersekolah.

Taliban Kembali Wajibkan Perempuan Memakai Burqa

Perempuan Afghanistan menggunakan burqa/ Foto: Getty Images/Paula Bronstein

Dilansir dari laman Al Jazeera, pemimpin Taliban Haibatullah Akhundzada mengeluarkan dekrit yang isinya melarang perempuan meninggalkan rumah tanpa memakai burqa, yakni pakaian yang menutup badan dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan juga menegaskan bahwa ayah seorang perempuan atau kerabat pria terdekat dari perempuan yang tidak menutupi wajahnya saat berada di luar rumah akan ditangkap dan dipenjara atau dipecat dari pekerjaan di instansi pemerintahan.

(naq/naq)