sign up SIGN UP

Kembali Jadi Sorotan Dunia, Taliban Wajibkan Perempuan Afghanistan Pakai Burqa

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 11 May 2022 14:00 WIB
Kembali Jadi Sorotan Dunia, Taliban Wajibkan Perempuan Afghanistan Pakai Burqa
caption
Jakarta -

Sejak pemerintahan Taliban berkuasa, ada begitu banyak aturan yang diberlakukan bagi perempuan Afghanistan. Terbaru, Taliban mewajibkan perempuan Afghanistan menutupi diri mereka menggunakan burqa, yaitu pakaian serba tertutup mulai dari kaki hingga ujung kepala.

Dalam aturan terbaru tersebut juga menyatakan jika perempuan tak memiliki kepentingan bekerja di luar, sebaiknya 'mereka tetap tinggal di rumah'.

"Para perempuan yang tak terlalu tua atau muda harus menutup wajah mereka, kecuali mata, sesuai perintah syariah, dengan maksud untuk mencegah provokasi ketika bertemu pria yang bukan mahramnya," bunyi dekrit itu seperti dikutip dari AFP.

Taliban Wajibkan Perempuan Afghanistan Tutupi WajahTaliban Wajibkan Perempuan Afghanistan Tutupi Wajah/ Foto: Twitter/UNAMANews

Jika menolak untuk mematuhi dan mengabaikan peraturan tersebut, maka ayahnya atau kerabat pria terdekat perempuan tersebut akan dikunjungi dan menghadapi kemungkinan dipenjara atau dipecat dari pekerjaan negara.

"Jika seorang perempuan tertangkap tanpa jilbab, mahramnya (wali pria) akan diperingatkan. Kedua kalinya, wali akan dipanggil [oleh pejabat Taliban], dan setelah dipanggil berulang kali, walinya akan dipenjara selama tiga hari," ungkap pernyataan itu, dilansir dari Al Jazeera.

Akif Muhajir, juru bicara kementerian, mengatakan bahwa pegawai pemerintah yang melanggar aturan tersebut akan dipecat. Dan wali pria yang dinyatakan bersalah atas pelanggaran berulang 'akan dikirim ke pengadilan untuk hukuman lebih lanjut'.

Taliban Wajibkan Perempuan Afghanistan Tutupi WajahTaliban Wajibkan Perempuan Afghanistan Tutupi Wajah/ Foto: UNICEF/Alessio Romenzi

Sejak menguasai Afghanistan pada Agustus 2021 lalu, Taliban berjanji akan menjunjung HAM, terutama hak kaum perempuan. Namun, janji tersebut tampaknya hanya ucapan belaka.

Ini bukan peraturan pertama dari Taliban yang dinilai dapat membatasi ruang gerak perempuan Afghanistan. Sebelumnya, Taliban melarang perempuan melakukan pekerjaan pemerintahan, mengikuti pendidikan tingkat menengah, dan melarang bepergian sendirian keluar kota.

Kondisi ini mengundang berbagai reaksi dari dunia, salah satunya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Rencananya, Dewan Keamanan PBB akan menggelar rapat khusus membahas aturan baru pemerintahan Taliban yang mewajibkan perempuan Afghanistan memakai burqa.

Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan, Deborah Lyons, meminta DK PBB "mengatasi peningkatan pembatasan HAM dan kebebasan perempuan Afghanistan", seperti dikutip dari CNN Indonesia

"Keputusan ini bertentangan dengan banyak jaminan mengenai penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia semua warga Afghanistan, termasuk perempuan dan anak perempuan, yang telah diberikan kepada masyarakat internasional oleh perwakilan Taliban selama diskusi dan negosiasi selama dekade terakhir," kata pernyataan Misi PBB di Afghanistan (UNAMA), dilansir dari situs PBB.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id