Drama dalam Hidupmu Tak Pernah Habis? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Jumat, 12 Jun 2026 13:15 WIB
Ketidakpuasan dalam Karier
Drama dalam hidup tidak selalu muncul dari hubungan yang bermasalah, tetapi juga bisa berasal dari ketidakpuasan dalam karier/Foto: Magnific

Ada orang yang merasa hidupnya seperti tidak pernah lepas dari konflik, kesalahpahaman, atau situasi emosional yang melelahkan. Masalah datang silih berganti, hubungan terasa rumit, dan energi mudah terkuras tanpa benar-benar memahami penyebabnya.

Drama dalam hidup seperti itu tidak selalu muncul karena nasib buruk atau keadaan di luar kendali. Dalam banyak kasus, hidup penuh konflik dan drama bisa berkaitan dengan pola pikir, kebiasaan sehari-hari, hingga lingkungan yang terus memicu tekanan emosional tanpa disadari. Dilansir dari STG Health Services Inc sendiri, ada setidaknya 5 penyebab hidup penuh drama yang mungkin sering kamu lewatkan!

Konflik Emosional Terasa Lebih Menarik daripada Hubungan yang Tenang

Hidup penuh konflik kerap berkaitan dengan ketertarikan pada dinamika emosi yang intens. Sebagian orang merasa hubungan yang dipenuhi pertengkaran dan rekonsiliasi lebih bermakna dibanding hubungan yang konsisten.
Hidup penuh konflik kerap berkaitan dengan ketertarikan pada dinamika emosi yang intens/Foto: Magnific

Bagi sebagian orang, konflik emosional yang naik-turun sering kali terasa lebih “hidup” dibanding hubungan yang tenang dan stabil. Dalam situasi seperti ini, ada momen yang sangat membahagiakan, lalu disusul dengan pertengkaran atau jarak emosional yang cukup dalam. Pola naik-turun ini membuat perasaan menjadi sangat intens sehingga otak ikut meresponsnya dengan lebih kuat dibanding hubungan yang datar dan konsisten.

Secara sederhana, kondisi seperti ini bisa terasa seperti “ketagihan emosi”. Saat terjadi konflik lalu berbaikan, muncul rasa lega dan bahagia yang besar, seolah-olah hubungan menjadi lebih bermakna. Namun, justru karena kontras emosi inilah, hubungan yang tidak stabil bisa terasa lebih menarik, meskipun sebenarnya melelahkan.

Masa Kecil yang Penuh Kekacauan Membuat Drama Terasa Normal

Penyebab hidup penuh drama sering kali berakar pada pengalaman masa kecil yang tidak stabil/Foto: Magnific

Tumbuh di lingkungan masa kecil yang tidak stabil dapat membuat seseorang menganggap kekacauan sebagai sesuatu yang normal. Dr. Scott Lyons, psikolog klinis dan penulis Addicted to Drama, menggambarkan pengalamannya sendiri saat masa kecil yang penuh ketidakpastian dan situasi yang sulit diprediksi. Sementara itu, Dr. Bessel van der Kolk, penulis The Body Keeps the Score, menjelaskan bahwa orang yang dibesarkan dalam rumah tangga yang kacau cenderung menjadi sangat waspada dan terus-memantau potensi ancaman di sekitarnya.

Data dari National Institute of Mental Health (NIMH) juga menunjukkan bahwa individu dengan latar belakang masa kecil seperti ini memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk terlibat dalam perilaku berisiko tinggi, termasuk hubungan maupun pilihan karier yang tidak stabil. Akibatnya, ketenangan sering kali terasa tidak familiar, bahkan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Jadwal yang Terlalu Padat Memunculkan Ilusi Kendali

Penyebab hidup penuh drama sering kali berawal dari jadwal yang terlalu padat dan minim ruang untuk beristirahat/Foto: Magnific

Kalender yang penuh sesak menjadi ciri khas orang yang cenderung mencari drama dalam hidupnya. Psikolog organisasi Dr. Adam Grant menjelaskan bahwa ketika seseorang menjadwalkan hidupnya terlalu padat, mereka sebenarnya sering “menciptakan masalah sendiri” dalam bentuk krisis-krisis kecil, yang memang bisa memberi efek positif sementara, tetapi pada saat yang sama memberikan efek jangka panjang yang justru buruk.

Sebuah studi tahun 2023 yang dipublikasikan dalam Journal of Occupational Health Psychology menemukan bahwa “kelangkaan waktu”, atau perasaan tidak memiliki waktu istirahat, berkorelasi kuat dengan burnout atau kelelahan kerja. Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mereka yang sudah terjebak dalam pola hidup penuh kekacauan sering kali justru takut pada kondisi tenang karena menganggap kesibukan sebagai ukuran nilai diri.

Lingkungan Tempat Tinggal Ikut Memperparah Kondisi Mental

Penyebab hidup penuh drama tidak selalu berasal dari hubungan atau masalah pribadi, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal/Foto: Magnific

Lingkungan tempat seseorang tinggal dapat memengaruhi kondisi mentalnya secara langsung. Dr. Lyons menyadari bahwa kehidupan di kota yang padat dan sibuk justru memperburuk tingkat stres yang ia alami, di mana hal ini juga merupakan sesuatu yang dirasakan banyak orang lain.

Menurut psikolog lingkungan, suasana perkotaan yang penuh rangsangan, kebisingan, dan hubungan sosial yang terasa renggang dapat meningkatkan kecemasan. Penelitian tahun 2023 yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Health bahkan menunjukkan bahwa paparan alam mampu menurunkan hormon stres hingga 20 persen. Meskipun begitu, sebagian orang yang terbiasa hidup dalam drama justru memilih tetap berada di lingkungan yang mencerminkan kekacauan batin mereka sendiri.

Ketidakpuasan dalam Karier

Drama dalam hidup tidak selalu muncul dari hubungan yang bermasalah, tetapi juga bisa berasal dari ketidakpuasan dalam karier/Foto: Magnific

Ketidakpuasan terhadap pekerjaan juga bisa menjadi sumber drama dalam hidup. Berdasarkan laporan pada tahun 2023 dari Society for Human Resource Management (SHRM), sebanyak 55 persen karyawan merasa tidak benar-benar terlibat dalam pekerjaannya, tetapi tetap bertahan di posisi yang tidak memberi kepuasan. Menurut Dr. Lyons, hal ini sering kali dipicu oleh rasa takut untuk menghadapi ketidakpuasan yang lebih mendalam, terutama setelah pandemi.

Sementara itu, laporan Workplace Insight 2023 dari LinkedIn mencatat peningkatan 25 persen fenomena “quite quitting”, yaitu kondisi ketika seseorang tetap bekerja, tetapi mulai melepaskan keterlibatan emosional terhadap pekerjaannya. Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak orang masih lebih mengutamakan rasa aman secara finansial dibandingkan kesehatan emosional mereka.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.