Fakta, Indonesia Kebanyakan Jumlah Tenaga Dokter Umum!

Jovita | Beautynesia
Kamis, 24 Oct 2019 04:15 WIB
Fakta, Indonesia Kebanyakan Jumlah Tenaga Dokter Umum!
https://image.freepik.com/free-photo/friendly-doctor-with-notebook_23-2147796565.jpg
Peringatan Hari Dokter Nasional yang jatuh pada tanggal 24 Oktober mengingatkan kita pada beberapa masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia. Sering kali, beberapa masalah yang ada di daerah-daerah di Indonesia dihubungkan dengan jumlah tenaga dokter yang tidak memadai. Padahal faktanya, jumlah dokter di Indonesia malah berlebih. Bagaimana keadaan ini bisa terjadi? Yuk, simak faktanya, Ladies!

Masalah layanan kesehatan yang terjadi di daerah-daerah Indonesia bukan disebabkan kurangnya tenaga dokter. Sebaliknya, jumlah dokter Indonesia melebihi dari yang dibutuhkan di seluruh daerah. Oleh sebab itu, ada rencana pembatasan lulusan tenaga dokter dari Fakultas Kedokteran seluruh negeri untuk menekan jumlah lulusan yang semakin membludak. Bagaimana sistematika pembatasan lulusan Fakultas Kedokteran ini?
 


Surplus dokter disebabkan distribusi yang tidak baik


Source: Freepik 
Drg. Usman Sumantri, Msc., Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa saat ini Indonesia mengalami surplus tenaga dokter. Jumlah dokter lulusan Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia ini cukup untuk memenuhi permintaan jumlah dokter yang dibutuhkan di daerah-daerah. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah tersebut, drg. Usman Sumantri dari Kementerian Kesehatan akan membatasi jumlah dokter dengan menetapkan sistem kuota.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi kelebihan jumlah lulusan dokter, ke depannya Kemenrisdikti akan melakukan sistem kuota untuk membatasi jumlah lulusan tenaga dokter Indonesia. Akan ada jumlah kuota tertentu yang ditetapkan setiap tahunnya berdasar kriteria yang diaplikasikan. Sebagai contoh, ada kuota 200 lulusan dokter tiap tahunnya.

Jumlah ini akan didapatkan dengan cara menyaring jumlah lulusan yang ada, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Jadi, jika lulusan dokter pada suatu tahun ada 500, jumlah tersebut diperkecil menjadi 200 saja.


Langkah lanjutan untuk mengatasi surplus dokter Indonesia


Source: Freepik 

Tidak hanya melalui sistem kuota untuk mengatasi surplus tenaga dokter, Usman juga mengatakan bahwa ada langkah lanjutan lainnya untuk meratakan distribusi dokter dan meningkatkan kesejahteraan dokter. Ada sistem asuransi Jaminan Kesehatan Nasional yang diharapkan bisa mendorong kemunculan klinik-klinik baru agar bisa menyerap lulusan tenaga dokter Indonesia.

Di samping itu, ada program Nusantara Sehat yang diharapkan bisa meratakan distribusi tenaga dokter ke daerah-daerah yang minim dokter seperti NTB, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, Bengkulu, Kalimantan Utara, dan yang lainnya. Diharapkan, dua program ini mampu mendorong pemerataan distribusi jumlah tenaga dokter di seluruh Indonesia, sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan seluruh lulusan tenaga dokter.


Bagaimana, Ladies? Apakah menurutmu langkah yang direncanakan akan mampu mengatasi surplus tenaga dokter Indonesia?
 


(ebn/ebn)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.