Film Pendek Jalan Pulang: Perjalanan Menemukan Kembali Makna Kebaya sebagai Warisan Lintas Generasi

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 24 Jul 2026 10:00 WIB
Sinopsis Film Pendek Jalan Pulang: Setiap Kebaya Punya Cerita
Sinopsis Film Pendek Jalan Pulang: Setiap Kebaya Punya Cerita/Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Hari Kebaya Nasional diperingati setiap 24 Juli, menjadi sebuah momentum untuk mengingatkan kita betapa pentingnya kebaya sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang menyimpan sejarah, nilai, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Memperingati Hari Kebaya Nasional tahun ini, Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mempersembahkan kampanye pelestarian kebaya melalui film pendek bertajuk Jalan Pulang. Berbeda dari dua karya sebelumnya, film ini mengangkat kisah yang lebih personal dan mengajak masyarakat melihat kebaya sebagai penghubung antara masa lalu dan masa kini, yang menyimpan cerita tentang rumah, keluarga, dan asal-usul.

Disutradarai oleh Bramsky, film pendek Jalan Pulang dibintangi oleh aktris dan penyanyi Sheila Dara Aisha, aktris senior Widyawati, aktris Asri Welas, hingga model Sharon Sitania. Yuk, simak lebih lanjut soal film pendek Jalan Pulang berikut ini!

Sinopsis Film Pendek Jalan Pulang: Setiap Kebaya Punya Cerita

Film Pendek Jalan Pulang: Perjalanan Menemukan Kembali Makna Kebaya sebagai Warisan Lintas Generasi

Sinopsis Film Pendek Jalan Pulang: Setiap Kebaya Punya Cerita/Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Setiap kebaya punya ceritanya masing-masing. Hal ini menjadi salah satu pesan yang diangkat dari film pendek Jalan Pulang.

Film Jalan Pulang menghadirkan kisah Dara (Sheila Dara Aisha), seorang creative director muda yang mendapat kesempatan me-rebranding rumah mode kebaya legendaris milik Madame Yati (Asri Welas). Ketika berbagai gagasan modern yang ia tawarkan ditolak, Dara mulai mempertanyakan cara pandangnya sendiri terhadap kebaya.

Pencarian itu membawanya pulang ke rumah sang ibu (Widyawati). Di tengah tumpukan kebaya lama yang hendak disumbangkan, Dara menemukan kembali kenangan, kasih sayang, dan jejak kehidupan keluarganya. Penemuan tersebut mengubah cara pandangnya dan membawanya memahami bahwa sehelai kebaya dapat menyimpan kisah yang melintasi waktu.

Jalan Pulang menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, memperlihatkan bagaimana warisan budaya seringkali hidup melalui hal-hal sederhana di dalam keluarga. ini ingin mengajak penonton melihat kebaya melalui perspektif yang lebih personal.

Kebaya tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan hidup yang menyimpan memori tentang rumah, keluarga, dan akar yang membentuk identitas seseorang. Alih-alih bertutur tentang sejarah kebaya secara harfiah, film ini mengajak penonton menemukannya melalui hubungan antargenerasi yang hangat dan penuh emosi.

"Melalui Jalan Pulang, saya ingin mengajak penonton melihat kebaya bukan sebagai benda yang hanya dikenakan pada momen tertentu, melainkan sebagai saksi perjalanan hidup. Di balik setiap lipatan kainnya ada kenangan, ada rumah, ada ibu, ada keluarga, dan ada identitas yang sering kali baru kita sadari nilainya ketika kita mencoba mencarinya kembali. Saya berharap film ini membuat kita tidak hanya ingin mengenakan kebaya, tetapi juga ingin mendengar dan meneruskan cerita yang dibawanya," ujar Bramsky, Sutradara Jalan Pulang, dalam press conference Jalan Pulang yang diadakan di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

Di balik layar, Jalan Pulang merupakan hasil kolaborasi sejumlah pekerja seni lintas disiplin. Skenario film ini ditulis oleh Widya Arifianti dan Ayesha Alma Almera, sementara dunia visualnya dibangun melalui sentuhan Dita Gambiro sebagai penata artistik. Atmosfer emosional film diperkuat melalui tata suara Anhar Moha dan komposisi musik karya Ofel Obaja.

Sementara itu, penataan busana oleh Hagai Pakan menghadirkan kebaya sebagai bagian penting dari perjalanan setiap karakter, sehingga busana yang dikenakan tidak hanya memperkuat visual, tetapi juga menjadi elemen yang ikut bercerita.

Film Pendek Jalan Pulang Ajak Masyarakat Mengingat Kisah Manis Bersama Kebaya

Film Pendek Jalan Pulang: Perjalanan Menemukan Kembali Makna Kebaya sebagai Warisan Lintas Generasi

Film Pendek Jalan Pulang Ajak Masyarakat Mengingat Kisah Manis Bersama Kebaya/Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Melaui film pendek Jalan Pulang ini, Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap kebaya menyimpan kisah yang layak diteruskan.

"Kebaya bukan hanya sesuatu yang dikenakan, tetapi juga membawa jejak keluarga, kenangan, nilai, dan perjalanan hidup yang membentuk siapa diri kita hari ini. Karena itu, merawat kebaya berarti juga merawat memori dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi," ujar Renitasari Adrian.

Di sisi lain, Sheila Dara Aisha sebagai pemeran utama dalam film pendek ini memaknai kebaya bukan hanya sebagai sekadar pakaian. Sejak kecil, ia melihat kebaya selalu hadir dalam momen-momen penting bersama keluarga, sehingga tanpa disadari ia menjadi bagian dari banyak kenangan yang dimiliki.

"Karena itu, ketika membaca naskah Jalan Pulang, saya langsung merasa dekat dengan Dara. Perjalanannya membuat saya kembali menyadari bahwa di balik setiap kebaya selalu ada cerita tentang rumah, keluarga, dan perjalanan hidup yang membentuk diri kita. Film pendek ini terasa sangat personal dan emosional bagi saya karena mengingatkan bahwa warisan yang paling berharga bukan hanya kebayanya, tetapi juga kisah yang menyertainya. Saya berharap setiap orang yang menonton Jalan Pulang bisa menemukan kembali kenangan mereka sendiri dan semakin mencintai kebaya, bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena makna yang dibawanya," ujar Sheila Dara Aisha.

Film Pendek Jalan Pulang: Perjalanan Menemukan Kembali Makna Kebaya sebagai Warisan Lintas GenerasiFilm Pendek Jalan Pulang: Perjalanan Menemukan Kembali Makna Kebaya sebagai Warisan Lintas Generasi/ Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Lebih dari sekadar sebuah film pendek, Jalan Pulang menjadi ajakan untuk melihat kembali hubungan yang dimiliki setiap orang dengan kebaya. Tidak sedikit kebaya yang diwariskan dari ibu kepada anak, dari nenek kepada cucu, atau dikenakan dalam berbagai momen penting kehidupan.

Di balik setiap helainya tersimpan kenangan yang membentuk identitas keluarga sekaligus menjadi bagian dari perjalanan budaya Indonesia. Melalui kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Bakti Budaya Djarum Foundation berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memandang kebaya sebagai warisan yang terus hidup karena dikenakan, dirawat, dan ceritanya diteruskan.

"Kami berharap Jalan Pulang menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya hidup di museum atau dalam buku sejarah, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari, dalam cerita keluarga, dan dalam kebaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebab setiap kebaya punya cerita, dan setiap cerita layak untuk diteruskan," tutup Renitasari.

Film pendek Jalan Pulang dapat disaksikan melalui kanal YouTube Indonesia Kaya mulai 24 Juli 2026. Selamat Hari Kebaya Nasional, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE