Gara-gara WhatsApp hingga Krisis Wisata, Ini 7 Negara yang Pernah Dinyatakan Bangkrut

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Rabu, 17 Jun 2026 11:30 WIB
6. Yunani
Negara yang pernah dinyatakan bangkrut karena krisis ekonomi/ Foto: Pexels/David Iglesias

Kebangkrutan sebuah negara terjadi saat pemerintah gagal membayar utangnya karena beban finansial yang melebihi kapasitas anggaran. Pemicunya beragam, mulai dari kesalahan kebijakan, runtuhnya sektor perbankan, hingga hal tak terduga seperti pajak aplikasi obrolan dan matinya sektor pariwisata.

Dirangkum dari laman The Business Standard dan CNBC Indonesia, berikut adalah 7 negara yang pernah dinyatakan bangkrut. Yuk, simak selengkapnya!

1. Lebanon

Negara yang pernah dinyatakan bangkrut karena krisis ekonomi/ Foto: Pexels/Jokassis

Pada akhir 2019, pemerintah Lebanon mengusulkan pajak baru termasuk biaya bulanan sebesar 6 USD untuk panggilan suara WhatsApp. Kondisi ini memicu protes massal dan bank membatasi modal secara ketat sehingga warga tidak bisa menarik tabungannya sendiri. 

Pada Maret 2020, negara ini gagal membayar utang sebesar 90 miliar USD (170% dari pendapatan negara) dan menyatakan bangkrut pada April 2020. 

Nilai mata uangnya juga semakin merosot hingga 90% pada Juni 2021 dan Bank Dunia mengkategorikan krisis Lebanon sebagai salah satu yang terburuk di dunia dalam 150 tahun terakhir.

2. Sri Lanka

Negara yang pernah dinyatakan bangkrut karena krisis ekonomi/ Foto: Unsplash/Zoshua Colah

Pandemi Covid-19 melumpuhkan sektor pariwisata yang menjadi sumber utama devisa Sri Lanka dan diperparah oleh krisis keuangan internal yang sudah lama menumpuk. 

Pada April 2022, negara ini menyatakan bangkrut karena gagal membayar utang luar negeri sebesar 51 miliar USD. Dampaknya terjadi kelangkaan BBM parah, inflasi tinggi, dan kekacauan sosial. Kini, Sri Lanka berada di bawah pengawasan ketat IMF untuk menjalani program reformasi ekonomi total.

3. Zimbabwe

Negara yang pernah dinyatakan bangkrut karena krisis ekonomi/ Foto: Unsplash/Omoniyi David

Kebangkrutan Zimbabwe pada tahun 2008 dipicu oleh penumpukan utang luar negeri senilai 4,5 miliar USD yang diperparah dengan kebijakan mencetak uang secara massal. Hal ini menyebabkan inflasi ekstrem hingga mata uangnya tidak berharga.

Dengan angka pengangguran yang melonjak hingga 80%, warga memilih beralih kembali ke sistem barter untuk bertahan hidup. Saat ini, Zimbabwe masih terus berjuang memperbaiki sistem ekonomi mereka untuk menstabilkan mata uang barunya.

4. Islandia

Negara yang pernah dinyatakan bangkrut karena krisis ekonomi/ Foto: Pexels/Magic K

Islandia mengalami kejatuhan ekonomi pada tahun 2008 akibat utang bank swastanya yang membengkak hingga 10 kali lipat dari total pendapatan negara atau sekitar 85 miliar USD. 

Saat krisis global melanda, tiga bank terbesar mereka langsung kolaps dan menyebabkan ekonomi menyusut hingga 10% dalam dua tahun. 

Namun, Islandia kini sukses pulih berkat penanganan krisis yang tepat. Pada 2014 ekonominya tumbuh 1% lebih tinggi dari sebelum krisis dan angka pengangguran stabil di level 4%.

5. Venezuela

Negara yang pernah dinyatakan bangkrut karena krisis ekonomi/ Foto: Unsplash/Bona Lee

Sebagai negara yang sebenarnya kaya akan minyak, Venezuela kolaps karena terlalu bergantung pada ekspor komoditas tersebut. Ketika harga minyak dunia jatuh, pemerintah justru nekat mencetak uang dalam jumlah besar untuk menutup utang 150 miliar USD. 

Akibatnya, nilai mata uangnya hancur, inflasi melonjak, dan cadangan devisa terkuras hingga tersisa 10 miliar USD pada 2017. Hingga kini, Venezuela masih terus berupaya mengendalikan laju inflasi untuk memulihkan daya beli masyarakatnya.

6. Yunani

Negara yang pernah dinyatakan bangkrut karena krisis ekonomi/ Foto: Pexels/David Iglesias

Krisis utang Yunani sempat mengancam stabilitas ekonomi Uni Eropa. Negara ini gagal membayar utang mereka yang membengkak dari 138 miliar USD pada 2012 menjadi 360 miliar USD pada 2015. 

Uni Eropa akhirnya memberikan bantuan dana talangan dan pemerintah Yunani memberlakukan program penghematan yang sangat ketat bagi rakyatnya. Belakangan ekonominya mulai pulih dengan pertumbuhan stabil di angka 8,3%.

7. Argentina

Negara yang pernah dinyatakan bangkrut karena krisis ekonomi/ Foto: Pexels/Herman LP

Argentina adalah contoh gagalnya kebijakan menyetarakan nilai mata uang Peso agar selalu sama dengan Dolar AS (1:1). Diperparah oleh korupsi dan utang publik yang tak terkontrol, mereka akhirnya gagal membayar utang sebesar 145 miliar USD pada 2001. 

Ini adalah sebuah rekor tertinggi kala itu yang memicu kepanikan warga untuk menarik uang secara massal dari bank hingga pengangguran melonjak diatas 20%. Hingga kini, Argentina masih memegang predikat pemegang utang terbesar ke IMF.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE