Gaya Komunikasi yang Harus Dihindari Pasangan Demi Jaga Hubungan Harmonis

Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Rabu, 02 Sep 2026 11:00 WIB
3. Gaya Komunikasi Menghindar
Menghindari berkomunikasi dengan pasangan hanya akan menciptakan masalah baru. Masalah tidak selesai, tapi satu sama lain akan merasa diabaikan dan tidak dianggap/Foto: Freepik.com/Freepik

Beauties, ketika kamu menjalin hubungan asmara, tentu rasa saling pengertian akan kebutuhan satu sama lain adalah hal yang penting. Misalnya seperti saat sedih, merasa lelah, dan marah, pasangan perlu hadir untuk memberikan dukungan. Namun, ketika salah satu pasangan tidak mampu menyampaikan hal itu dengan cara berbicara yang tepat, hubunganmu berujung pada konflik yang tak selesai.

Terkesan sepele, tapi ternyata ada empat gaya komunikasi yang patut kamu hindari agar pasangan tidak salah paham dan hubunganmu tetap berlangsung harmonis. Dikutip dari situs Psychology Today dan Psycentral, berikut informasinya, Beauties!

1. Pola Komunikasi yang Suka Menyalahkan

Dilansir dari situs Psychology Today, sebuah penelitian psikologi berjudul The Four Horsemen dari Dr John Gottman, seorang konselor di bidang relationship dan pernikahan membuktikan, hubungan yang dilandasi dengan sikap saling menyalahkan hanya menciptakan pola yang tidak suportif. Akan ada yang merasa lebih hebat daripada pasangannya.

Maka ketika konflik muncul, atau ada hal yang kurang nyaman dan kamu hanya menyalahkan pasanganmu, seolah hanya salah satu pihak saja yang bersalah, hubunganmu pasti akan terganggu. Misalnya, saat pasanganmu memberi masukan atau kritik tentang penampilan, karier lanjutan yang ingin kamu pilih, lalu kamu tiba-tiba menyalahkan dan marah pada pasangan. Hal ini tentu tidak sehat dan berujung pada kondisi saling tidak menghargai.

Satu sama lain boleh merasakan setiap perasaan, baik negatif atau positif. Namun, saling menyalahkan menunjukkan kamu meremehkan pasangan dan menganggap diri lebih hebat dari pasangan, karena idealnya satu sama lain perlu saling mendengarkan tentang kebutuhan masing-masing bukan hanya kepentingan sendiri.

2. Pola Komunikasi Meremehkan dengan Kata-Kata Negatif

Meremehkan pasangan dengan kata-kata negatif dan mencela prestasi yang ia miliki, tentu akan membuat pasangan merasa tidak berharga. Apresiasi penting dalam suatu hubungan/Foto: Freepik.com/Freepik

Tentu senang rasanya kalau saat menjalin sebuah hubungan, kamu dan pasangan sama-sama dapat memberikan apresiasi. Tak ada pasangan yang sempurna, tapi ketika kamu dapat menghargai keberhasilan kecil, pencapaian, atau kebaikan yang ia lakukan dengan aksi nyata, tentu pasanganmu akan merasa dirinya berharga.

Sebaliknya, kalau kamu terus menerus mengeluh, menjelek-jelekkan pasangan, kamu akan membuat pasanganmu merasa dirinya tidak penting dan tidak berharga.

Contohnya, ketika kamu baru saja memulai perjalanan hidup berkeluarga dan pasangan belum dapat membawa kamu ke rumah mewah sesuai impian, dan kamu meremehkan dengan kata-kata yang mencela, "Kenapa rumahnya kecil, kapan kita bisa punya mobil yang bagus?" hal ini pastinya akan membuat pasanganmu menjadi rendah diri dan minder. Penting untuk tetap menghargai dan mengapresiasi pasanganmu, lewat pujian, kata terima kasih dan aksi-aksi sederhana.

3. Gaya Komunikasi Menghindar

Menghindari berkomunikasi dengan pasangan hanya akan menciptakan masalah baru. Masalah tidak selesai, tapi satu sama lain akan merasa diabaikan dan tidak dianggap/Foto: Freepik.com/Freepik

Beauties, kamu mungkin pernah berada dalam posisi di mana ketika kamu dan pasangan berbeda pendapat, justru saling menghindar. Kamu berpikir dengan diam, tidak berbicara tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan, pasangan dapat langsung menangkap isi pikiran dan kekecewaan kamu.

Kamu berharap pasangan lebih peka, dan dengan diam kamu ingin pasanganmu meminta maaf dan mengerti seluruh keluhan yang kamu rasakan. Ternyata hal ini tidak efektif dan justru dapat memicu konflik baru.

Dikutip dari situs Psycentral, seorang peneliti psikologi, Moore mengungkapkan sikap diam, menghindari komunikasi akan membuat pasangan merasa diabaikan dan tidak dipedulikan. Tak heran jika pola ini terus berulang dapat berpotensi ke kasus perceraian. Sebaiknya, ketika kamu masih merasa marah atau tidak nyaman, tenangkan diri sejenak, lalu tetap atur waktu untuk berkomunikasi dengan pasangan, Beauties.

4. Pola Komunikasi Agresif

Ketika kamu hanya terus memarahi pasangan, protes dan tidak menunjukkan harapan yang kamu inginkan, konflik akan melebar ke arah lain/Foto: Freepik.com/Freepik

Marah dikenal sebagai salah satu emosi yang muncul akibat adanya rasa protes, ketidaknyamanan dan sesuatu yang tidak berjalan sesuai harapan. Tentu marah dengan cara dan penyampaian yang tepat diperbolehkan. Bahkan, Beauties pasanganmu berhak tahu apa yang sedang kamu rasakan.

Namun, ini tidak berarti kamu dapat menjadikan marah sebagai cara agresif untuk menyerang pasangamu di tengah konflik yang melanda hubunganmu. Contoh kalimat menyerang dengan agresif, "Kamu setiap hari selalu bikin aku susah, aku harus bangun pagi-pagi untuk keperluan kamu. Kamu itu selalu bikin masalah."

Menyerang dengan nada marah dan hanya fokus pada sisi negatif dari pasangan, dan membuat obrolanmu melebar ke hal-hal yang tidak berhubungan dengan konflik yang sedang terjadi, akan membuat kamu dan pasangan sulit menyelesaikan masalah dengan rasional.

Sebaiknya, Beauties dapat mengajak pasangan untuk berpikir bersama dengan lebih tenang dan tetap memberi harapan yang positif, keinginan kamu untuk pasangan, dengan dukungan-dukungan kecil, seperti, "Aku sebenarnya kesulitan kalau harus melakukan aktivitas ini sendiri, aku harap kita sama sama bisa menyelesaikannya, tolong bantu aku ya."  Hal ini penting agar tak berujung salah paham terus menerus, Beauties.

Oke, Beauties berikut beberapa gaya komunikasi yang patut kamu hindari, demi menjaga kualitas hubungan harmonis kamu dengan pasangan! Selamat mencoba!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE