Hati-Hati, 3 Kalimat Beracun Orang Tua yang Meremehkan Emosi Anak Dewasanya

Rini Apriliani | Beautynesia
Kamis, 23 Jul 2026 12:00 WIB
“Kamu Benar, Aku Orang Tua yang Buruk”
Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com

Setiap anak tentu membutuhkan orang tuanya, meski mereka sudah berusia dewasa sekalipun. Namun, tak jarang di masa transisi anak dari remaja ke dewasa, hubungan keluarga mengalami perubahan hingga membuat merenggang.

Selain sikap, kalimat yang diucapkan orang tua bisa sangat menyakiti anak. Banyak kalimat beracun orang tua yang yang secara tidak sadar melakukan gaslighting serta meremehkan emosi anak dewasanya.

Oleh karena itu, penting mengenali kalimat beracun tersebut, baik untuk orang tua dan anak, agar hubungan keluarga bisa tetap terjaga dengan baik.

Melansir YourTango, ini dia kalimat beracun orang tua yang meremehkan emosi anak dewasanya. Simak!

“Kamu Tidak Tahu Apa yang Kamu Bicarakan”

Orang tua yang mengatakan kalimat “Kamu Tidak Tahu Apa yang Kamu Bicarakan” seolah menegaskan bahwa anaknya yang sudah dewasa tidak cukup kompeten atau tidak mampu berpikir dan mengambil keputusan sendiri.

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com

Orang tua yang mengatakan kalimat di atas seolah menegaskan bahwa anaknya yang sudah dewasa tidak cukup kompeten atau tidak mampu berpikir dan mengambil keputusan sendiri.

Mereka berusaha merebut kembali kendali seperti saat anak-anaknya masih kecil. Cara tersebut telah meremehkan kemandirian anak yang sedang berupaya mencoba mengendalikan hidupnya sendiri.

Padahal, orang tua dengan sikap baik dan pola asuh sehat akan mengandalkan obrolan terbuka, jujur, dan merangkul anak untuk menghadapi tantangan barunya. Mereka memberikan perspektif dari sudut pandangnya sebagai bentuk dukungan, bukan meremehkan anak.

“Kamu Benar, Aku Orang Tua yang Buruk”

Orang tua toksik suka bertindak gaslighting. Mereka suka memosisikan dirinya sebagai korban di hadapan anak-anak yang sudah dewasa.

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com

Orang tua toksik suka bertindak gaslighting. Mereka suka memosisikan dirinya sebagai korban di hadapan anak-anak yang sudah dewasa.

Mereka mengatakan “Kamu benar, aku orang tua yang buruk” sebagai cara untuk manipulasi dan mengalihkan rasa bersalah anak.

Saat orang tua menolak bertanggung jawab atas tindakan dan kesalahannya, mereka tidak hanya merusak kebahagiaan anak, tetapi mereka juga membuat anak jadi berhenti bicara. Akhirnya, mereka tidak menemukan kenyamanan dalam hubungan dengan orang tua.

“Kamu Seharusnya Lebih Seperti Ini...”

Kalimat toksik orang tua berikutnya adalah saat mereka terus-menerus membandingkan anak. Kebiasaan perbandingan ini bahkan mungkin sudah dirasakan sang anak sejak mereka kecil.

Ilustrasi anak sedih/Foto: Magnific.com

Kalimat toksik orang tua berikutnya adalah saat mereka terus-menerus membandingkan anak. Kebiasaan perbandingan ini bahkan mungkin sudah dirasakan sang anak sejak mereka kecil.

Orang tua yang terlalu sering membandingkan anaknya akan memperkuat anak merasa bahwa dirinya tidak berharga. Mereka pun merasa tidak aman dan menjadi perlu untuk menyembunyikan tentang dirinya.

Anak yang sudah lelah dengan kalimat perbandingan orang tuanya, bisa perlahan menjauh agar mereka bisa menjadi dirinya sendiri dan mendapatkan rasa tenang.

Beauties, itu dia kalimat beracun orang tua yang meremehkan emosi anak dewasanya. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE