Beauties, apa kamu sadar jika banyak supermarket dirancang tanpa jendela? Desain ini dibuat bukan tanpa alasan, ada trik psikologi yang diterapkan untuk membuat pengunjung lebih lama belanja.
Sebagaimana yang diungkapkan dalam Causalita: Journal Of Psychology, bahwa visual dan atmosfer suatu toko ritel bisa memengaruhi impulsive buying para pembeli. Desain dalam toko ritel begitu diperhatikan agar konsumen merasa betah dalam toko.
Nah, agar kamu lebih paham alasan desain arsitektur supermarket dirancang tanpa jendela, berikut penjelasannya.
1. Bikin Kamu Lupa Waktu
Tidak adanya jendela dalam supermarket bukan sekadar tren belaka, tetapi trik psikologi agar para konsumen lebih betah berlama-lama dalam toko dan lupa waktu. Supermarket ingin memisahkan dunia di dalam toko dan di luar, sehingga otak tidak memiliki sinyal untuk berhenti.
Penelitian di Universitas Bangor (2013) juga menyebutkan jika pembeli supermarket baru membuat keputusan yang lebih emosional setelah 23 menit berada dalam toko. Sementara itu, pada menit ke-40, fungsi otak menjadi tidak stabil yang membuat keputusan keuangan menjadi impulsif.
Dengan tidak adanya jendela, pembeli akan terpisah dengan dunia luar dan lebih fokus melihat barang-barang di setiap rak supermarket.