Ini Kata Para Ahli Soal Gas SO2 Gunung yang Erupsi, Benarkah Bahaya Bagi Kesehatan?

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Kamis, 25 Apr 2024 17:15 WIB
Ini Kata Para Ahli Soal Gas SO2 Gunung yang Erupsi, Benarkah Bahaya Bagi Kesehatan?
Foto: AP/Hendra Ambalao

Beberapa hari lalu, heboh di media sosial TikTok bahwa meletusnya Gunung Ruang di Sulawesi Utara pada hari Selasa (16/4) pukul 19.19 WITA. Akibat erupsi Gunung Ruang mengeluarkan gas belerang dioksida (SO2) yang telah menyebar ke banyak daerah di Indonesia, seperti Kalimantan hingga Jawa.

Banyak warga TikTok yang mengklaim bahwa gas SO2 dari Gunung Ruang sudah menyebar luas ke beberapa wilayah Indonesia dengan membagikan data dari sebuah situs prakiraan cuaca milik swasta windy.com. Lantas, seberapa bahaya gas SO2 dari gunung yang erupsi bagi manusia?

Dampak Pencemaran Gas SO2 Bagi Kesehatan

Gunung Ruang/Foto: CNN Indonesia/Ronny Adolof BUOL AFP

Melansir dari laman Global Atmosphere Watch (GAW) BMKG, Gas SO2 merupakan gas sulfur atau belerang yang mudah larut dalam air, memiliki bau namun tidak berwarna. Pencemaran gas sulfur memiliki dampak pada kesehatan yang menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, seperti pada hidung, tenggorokan dan saluran paru-paru. Efek kesehatan tersebut akan semakin buruk bagi penderita asma.

Benarkah Gas SO2 Gunung Ruang Berbahaya?

NORTH SULAWESI, INDONESIA - APRIL 19: (----EDITORIAL USE ONLY - MANDATORY CREDIT - 'BASARNAS / HANDOUT' - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS----) An aerial view of the affected area after the Ruang volcano erupted multiple times, spewing lava and ash clouds into the sky in North Sulawesi, Indonesia on April 19, 2024. Indonesian authorities on Thursday declared an emergency in the North Sulawesi province after a volcanic eruption disrupted local communication systems. Hundreds of people were also displaced during the last two days and were taken to temporary shelters. (Photo by BASARNAS / Handout/Anadolu via Getty Images)

Gunung Ruang/ Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu

Melansir dari CNN Indonesia, tidak ada keterangan resmi dari BMKG terkait informasi yang beredar, termasuk hasil dari situs prakiraan cuaca yang digunakan warga TikTok tidak bisa dipertanggungjawabkan. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo, memberikan keterangan bahwa tidak terdampak sama sekali oleh debu vulkanik atau gas SO2 meletusnya Gunung Ruang pada Senin (22/4).

Sementara, seperti laporan dari CNBC Indonesia, Sofyan Primulyana, Penyelidik Bumi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, menyebutkan bahwa belum ada keluhan dari masyarakat sekitar Gunung Ruang yang terdampak mengenai efek SO2. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir.

Terlebih, Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, menuturkan bahwa status Gunung Ruang telah memiliki penurunan level, dari level IV (awas) pada (17/4) menjadi level III (siaga) pada (22/4).

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE