Ini Perbedaan 'Hair Theory' Perempuan dan Laki-laki Saat Sedang Jatuh Cinta

Vira Nabilla | Beautynesia
Kamis, 07 May 2026 09:30 WIB
Hair Theory Saat Perempuan Sedang Jatuh Cinta
Ilustrasi hair theory pada perempuan/ Foto: Freepik.com

Beauties, kamu pernah mendengar mengenai istilah ‘Hair Theory’? Yup! Istilah ini sempat ramai di TikTok yang membahas mengenai bagaimana perubahan gaya rambut seseorang bisa jadi tanda kalau orang tersebut sedang jatuh cinta. 

Menariknya, banyak yang bilang kalau hair theory antara perempuan dan laki-laki terlihat berbeda, nih. Baik dari cara mereka memperhatikan penampilan sampai alasan di balik perubahan itu sendiri. 

Lantas, apa sih yang membedakan hair theory antara perempuan dan laki-laki saat sedang jatuh cinta? Cari tahu lebih lengkapnya dengan cara scrolling down, ya!

Apa itu ‘Hair Theory’?

Ilustrasi tentang Hair Theory/ Foto: Freepik.com

Hair Theory’ merupakan sebuah konsep yang pernah ramai dibahas di TikTok. Dalam konteks jatuh cinta, konsep ini sendiri sering diartikan sebagai perubahan gaya rambut yang terjadi secara sadar atau tidak sadar karena kita lagi jatuh cinta sama seseorang. 

Teori ini mengungkapkan bahwa ketika kamu sedang jatuh cinta, maka kamu akan menata rambutmu dengan cara yang terlihat lebih alami atau natural. Misalnya seperti membiarkan rambut mengembang dan bergelombang tanpa perlu di styling. Sedangkan sebelum jatuh cinta, kamu mungkin akan menjaga rambut tetap lurus dan rapi. 

Hal ini menandakan bahwa kamu sudah di tahap  jatuh cinta  pada seseorang karena merasa aman dan nyaman dengan orang tersebut. Sehingga, kamu bisa menunjukkan sisi asli atau naturalmu tanpa perlu berpura-pura. 

Hair Theory Saat Perempuan Sedang Jatuh Cinta

Ilustrasi hair theory pada perempuan/ Foto: Freepik.com

Pada pertemuan pertama dengan seseorang, biasanya perempuan akan menjaga rambutnya tetap rapi dengan lebih sering di styling dan kerap ganti model rambut agar terlihat tampak lebih fresh dan menarik. 

Namun, ketika mereka sudah ke tahap jatuh cinta, perempuan akan merasa aman pada kekasihnya tersebut. Maka dari itu, perempuan akan lebih membiarkan sang kekasih melihat penampilan dirinya yang natural dan apa adanya. 

Hal ini bisa terlihat dalam film How To Lose A Guy In 10 Days, pemeran Andie yang dibintangi oleh Kate Hudson memperlihatkan perbedaan rambut dirinya saat sebelum dan sesudah jatuh cinta.

Ia terlihat memiliki rambut lurus dan rapi sebelum jatuh cinta, ketika ia merasa nyaman dan jatuh cinta, ia akan membiarkan rambutnya bergelombang dan mengembang tanpa perlu di styling

Tentunya, gaya rambut Andie dalam film tersebut sangat detail, ia tahu kapan harus sangat waspada dan berpura-pura dan kapan ia lebih jujur dan terbuka tentang hidupnya. 

Hair Theory Saat Laki-laki Sedang Jatuh Cinta

Ilustrasi hair theory pada laki-laki/ Foto: Freepik.com/cookie_studio

Laki-laki biasanya lebih cuek soal penampilan dibandingkan dengan perempuan, ketika mereka belum merasa jatuh cinta, mereka akan membiarkan rambutnya seperti keinginan mereka bahkan cenderung lebih berantakan. 

Sedikit berbeda dari perempuan, hair theory saat laki-laki secara sadar sedang jatuh cinta, justru laki-laki akan terlihat rambutnya lebih rapi nih, Beauties. Misalnya, yang biasanya rambutnya panjang, ia akan mencoba untuk memangkasnya dengan rapi atau bahkan menanyakan pendapat pada kekasihnya terlebih dahulu. 

Laki-laki saat jatuh cinta justru akan terlihat lebih effort terutama soal penampilannya, misalnya saja yang tadinya tidak pernah pakai pomade, kemudian jadi lebih sering menggunakannya agar rambutnya tampak lebih rapi dan clean

Namun, ketika mereka jatuh cinta tanpa disadari, mereka akan terlihat seperti karakter Yeon Tae Suk dalam drama Korea In Your Radiant Season. Sebelumnya, rambutnya akan terlihat kaku, tetapi tanpa ia sadari ketika dirinya sudah lebih terbuka dan nyaman dengan seseorang, ia akan membiarkan rambutnya lebih jatuh dan apa adanya dengan tetap rapi dan tidak berantakan. 

Apakah Hair Theory Nyata?

Ilustrasi hair theory pada perempuan dan laki-laki/ Foto: Freepik.com/cookie_studio

Menurut terapis pernikahan asal Amerika Serikat yakni Dr. Joy Berkheimer menyatakan bahwa teori tersebut tidak sepenuhnya salah. Ia mengatakan bahwa ketika individu merasa aman dan diterima oleh pasangannya, mereka akan lebih cenderung untuk menerima penampilan alami mereka.

“Sebagai ahli hubungan, saya percaya bahwa hair theory menyoroti hubungan antara keadaan emosional kita dan penampilan diri, khususnya dalam konteks cinta. Cara kita memilih untuk menata rambut memang dapat mencerminkan bagaimana perasaan kita tentang diri kita sendiri dan hubungan kita dengan seseorang” Tambahnya. 

Dalam kehidupan nyata, rambut manusia memang berbeda-beda jenisnya, ada yang memiliki rambut lurus dan keriting. Tentunya, kita tidak bisa menilai apakah seseorang itu sedang jatuh cinta atau tidak hanya dari melihat gaya rambutnya. 

Namun, seseorang memang akan terlihat berbeda soal penampilan dirinya saat sedang merasakan jatuh cinta pada seseorang, terutama pada gaya rambut. Tentunya, hal ini kembali lagi pada pribadi masing-masing bagaimana penampilan yang ingin mereka perlihatkan saat jatuh cinta. 

Lantas, apa kamu percaya dengan teori satu ini, Beauties? 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE