Ini Prediksi Datangnya Musim Kemarau 2026 Menurut BMKG

Rini Apriliani | Beautynesia
Kamis, 05 Mar 2026 20:00 WIB
Prediksi datangnya musim kemarau 2026/Foto: freepik.com

Memasuki awal Maret 2026, sejumlah daerah di Indonesia masih dalam periode musim hujan. Bahkan, wilayah Jabodetabek masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sepanjang hari.

Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim hujan akan lebih cepat berakhir. Diprediksi musim hujan berakhir pada Maret 2026, lalu akan segera berganti dengan musim kemarau.

Dalam laman resminya, BMKG menjelaskan jika hal ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi hingga Juni 2026. Lalu, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60% mulai pertengahan tahun.

"Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun," kata Faisal dalam Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu (4/3).

Prediksi Musim Kemarau 2026

Ilustrasi kemarau/ Foto: wirestock/Freepik

Penanda dimulainya musim kemarau adalah adanya peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia). Dalam prediksinya, BMKG mengatakan musim kemarau 2026 akan lebih cepat

Dalam catatan BMKG, sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3% wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci 184 ZOM (26,3%) menyusul masuk musim kemarau pada Mei 2026, dan 163 ZOM (23,3%) pada Juni 2026. Berdasarkan datanya, Ardhasena menegaskan awal kemarau di 325 ZOM (46,5%) diprediksi maju atau lebih cepat dari biasanya, sama 173 ZOM (24,7%), dan mundur 72 ZOM (10,3%).

Menurutnya, wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju adalah sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4% wilayah Indonesia. Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6%) dan September (14,3%).

Pada Juli, wilayah yang akan memasuki puncak musim kemarau adalah sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta merambah ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.

Memasuki Agustus, wilayah yang mengalami puncak kemarau semakin meluas. Kondisi kering ini akan mendominasi wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Pulau Papua.

Pada September, puncak musim kemarau masih dialami di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar NTT. Selain itu, puncaknya juga akan dirasakan di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil Pulau Papua.

Lebih lanjut, BMKG memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 secara umum akan bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM (64,5%) dan Normal di 245 ZOM (35,1%). Sebaliknya, hanya terdapat 3 ZOM (0,4%) di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau Atas Normal atau lebih basah.

"Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya," tambah Faisal.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Loading ...
Tonton video di bawah ini ya, Beauties!
Kisah Alysa Liu